Mengatasi Penyakit layu pada Tanaman Cabe Merah Dalam membudidayan tanaman cabe memang tidak luput dari gangguan OPT (Organisme Pengganggu Tanaman), yang akan mengurangi Bahkan tak jarang petani harus mengalami kebangkrutan akibat gangguan dari OPT tersebut. Penanganan penyakit layu pada tanaman cabe di mulai dari awal ketika pemilihan bibit cabe itu sendiri terus cara penyemaian,persiapan lahan,sampai pada masa panen,petani harus benar serius mempelajari segala aspek yang mungkin menjadi sebab asal muasal tanaman cabenya menjadi layu.Penyebaran penyakit layu bakteri dapat melalui benih, bibit, bahan tanaman yang sakit, residu tanaman, irigasi (air), serangga, nematoda dan alat-alat pertanian. Bakteri layu biasanya menghebat pada tanaman cabai di dataran rendah. Gejala kelayuan tanaman cabai terjadi mendadak, dan akhirnya menyebabkan kematian tanaman dalam beberapa hari kemudian. Bakteri layu menyerang sistem perakaran tanaman cabai. Bila pangkal batang cabai yang diserang, dipotong atau dibelah, kemudian direndam dalam gelas berisi air bening, maka setelah beberapa menit digoyang-goyangkan akan keluar cairan berwarna coklat susu atau berkas pembuluh batangnya berwarna coklat berlendir (slime bakteri). Gejala yang dapat diamati secara visual pada tanaman cabai adalah kelayuan tanaman mulai dari bagian pucuk, kemudian menjalar ke seluruh bagian tanaman. Daun menguning dan akhirnya mengering serta rontok. Penyakit bakteri layu dapat menyerang tanaman cabai pada semua tingkatan umur, tetapi paling peka adalah tanaman muda atau menjelang fase berbunga maupun berbuah.Ada beberapa hal yang bias menyebabakan tananaman cabe petani menjadi layu,ada penyebabnya bakteri,penyebarannya bias dari bibit,residu tanaman,irigasi serangga,kebanyakan bakteri layu banyak terjadi di daerah dataran rendahLayu Jamur (Fusarium)Layu ini disebabkan oleh infeksi jamur fusarium sp. Cara kerjanya menginduksi akar tanaman lalu membentuk koloni di pangkal batang tanaman. Jamur fusarium yang berkoloni tersebut menyedot nutrisi yang dibutuhkan tanaman sehingga suplai makanan yang diserap akar yang seharusnya didistribusikan ke jaringan tanaman menjadi berkurang dan lama-kelamaan berhenti dan mati.layu fusarium Gejala yang paling mudah nampak pada layu fusarium dapat kita amati adalah tanaman menjadi layu pada siang hari, kemudian segar kembali di sore hari. Serangan akan terus berlangsung sampai seminggu lalu tanaman akan kering dan mati. Untuk mengatasi penyakit layu fusarium ini anda dapat menggunakan fungisida sistemik dengan cara dikocor ke pangkal batangtanaman.Layu Bakteri (Pseudomonas)Layu ini berbeda dengan layu akibat jamur.Serangan berlangsung relatif lebih cepat,tanaman layu lalu kering dan mati dalam waktu singkat (biasanya berlangsung 3 harian). Untuk menanggulangi serangan bakteri ini anda dapat mengaplikasikan bakterisida.Penyebarannya akibat kondisi lembab dan genangan air yang telah terkontaminasi.layu bakteri. Ada beberapa hal yang biasa kita lakukan untuk mengurangi penyakit bakteri layu ini diantaranya :1.Pilih bibit cabe dari tanaman yang belum ada terkena bakteri layu2. Rendam benih dengan agrimycin sebelum benih di tanam.3. lakuakan Pemeliharaan pembuangan air sekitar kebun agar sirkulasi nya jadi baik.4.Mencabut tanaman dan musnakan tanaman yang telah terkena virus bakteri ini.5. Lakuakan Penyemprotan di sekitar tanaman yang terserang bakteri layu tersebut.6. Melakukan pengolahan Tanah sebelum di tanam dengan pengapuran dolomidItulah beberapa cara yang bisa dilakukan petani dalam mengatasi penyakit layu pada tanaman cabe merah,semoga dengan memperhatikan beberapa aspek di atas petani biasa lebih bijak dalam budi daya tanaman cabe merah ini,dan petani bias menekan cost biaya yang di timbulan oleh penyakit layu ini pada tanaman cabe merekaPenulis .Anwar.SP.PPL di wilayah kerja BP4K2P kec.Tilatang Kamang,Kab.Agam,Sumatera Barat.