Penggunaan pupuk untuk tanaman jagung bertujuan untuk meningkatkan produksi, namun dalam kenyataannya masih banyak kendala dalam meningkatkan produk tanaman jagung, hal tersebut disebabkan karena adanya berbagai perubahan dan perkembangan inovasi teknologi dengan penerapan pemupukan varietas jagung spesifik lokasi dan juga belum dipahaminya inovasi tersebut oleh sumberdaya manusia terutama petani jagung di Indonesia.Dalam pemberian pupuk tanaman jagung dengan populasi tanaman jagung yang diperkirakan jarak tanaman atara 70 - 75 cm x 20 cm dengan satu tanaman per lubang tanam mencapai 66.000 tanaman/ha dan jarak tanam 70-71 cmx 40 cm dua lubang per tanaman mencapai 71.000 tanaman/ha, ini sangat berbeda diantara lokasi dan jenis varietas tanaman jagung yang diusahakan, sehingga pemberian pupuk sesuai dengan spesifik lokasi akan meningkatkan efisiensi pemupukan dan produksi hasil jagung yang didapatkan.Mengapa harus spesifik lokasi dalam melakukan pemupukan jagung, hal tersebut disebabkan karena adanya semakin menurunnya kesubauran tanah dilahan pertanian, tingkat ketersediaan hara atau tanah disetiap lokasi berbeda/tidak sama, harga pupuk mahal. Langkah-langkah pemberian pupuk dalam mengefisienkan tanaman jagung antara lain: - Takaran pupuk disesuaikan dengan hasil analisis tanah atau status hara dalam tanah. - Takaran setiap pemberian pupuk pada tanaman jagung disesuaikan dengan tingkat pertumbuhan tanaman.- Pemberian pupuk pada tanaman jagung dilakukan sedekat mungkin dengan tanaman dan ditutup kembali dengan tanah.- Memperhatikan ketersediaan air pada saat mengaplikasikan/memberikan pupuk pada tanaman jagung jagan sampai pada waktu melakukan pemupukan tidak ada air/tidak diberi air setelah melakukan pemupukan.- Melakukan pemantauan dilahan usaha tani jagung dengan Bagan Warna Daun (BWD). - Melakukan pemupukan N berdasarkan pada kebuthan tanaman diberikan 2 kali antara umur 7-10 hST dan 28 – 30 HST dan BWD digunakan hanya pada saat umur tanaman jagung antara 40-45 HST untuk mencukupi kebutuhan pupuk N bagi tanaman.- Hasil pemantauan tanaman jagung sebaiknya dilakukan pada daun ke 3 dari atas tanaman menggunakan BWD.Cara menggunakan BWD adalah;- Mengambil sampel dari salah satu tanaman jagung dengan cara melindungi daun yang akan dipantau warnanya dengan cara membelakangi matahari, sehingga daun atau alat BWD tidak terkena matahari langsung agar penglihatan tidak silau.- Daun diletakan diatas BWD, dan bagian daun yang dipantau adalah sekitar 1/3 dari ujung daun, kemudian warna daun dibandingkan dengan BWD, skala yang paling sesuai dengan warna daun dicatat.- BWD yang diharapkan setiap pemantauan mempunyai nilai dengan kisaran skala atara 2 – 5. Selanjutnya bila hasil pemantauan daun berbeda antara skala 2 dan 3 gunakan nilai 2,5 dan bila hasilnya antara 3 dan 4 gunakan nilai 3,5 dan bila hasilnya diantara 4 dan 5 gunakan nilai 4,5.- Selanjutnya rata-ratakan nilai skala dari 20-20 daun yang diamati.- Hasil rata-rata skala pengamatan segera lakukan pemupukan.Adapun acuan hasil pemantau penggunaan BWD pada tanaman jagung bila didapatkan beberapa gejala antara laina. Gejala Kekurangan Nitrogen (N) adalah; Daun berwarna kuning pada ujung daun dan melebar menuju tulang daun warna kuning membentuk huruf V. Gejala nampak pada bagian bawah antara batas kritis dalam tanah 0,30 me/100g yang dapat dipertukarkan dan batas kritis pada daun 2,0 % saat silking.b. Gejala kekurangan pupuk Kalium (K) ; Daun berwarna kuning, bagian pinggir biasanya berwarna coklat seperti terbakar, tulang tetap hijau. Gejala warna kuning membetuk huruf V terbalik. Gejala nampak pada daun bagian bawah. Sering terjadi pada tanah masam pH 7,5 c. Gejala Kekurangan Posphor (P); Daun pinggir berwarna ungu kemerahan mulai dari ujung ke pangkal daun. Gejala nampak yang dijumapai pada tanaman jagung pada tanah dengan kandungan bahan organik d. Gejala kekurangan Sulful (S); Gejala pangkal daun kelitan berwarna kuning nampa pada daun yang terletak dekat pucuk Selanjutnya bila telah ditentukan hasil tanaman pada umur 44 hst sebelum pemupukan ketiga skala baca seperti berikut; • Bila pembacaan skala BWD ? 4,5, segera berikan urea 150 kg/ha• Bila skala BWD > 4,5, berikan N (urea) sebanyak 100 kg/ha Cara pemberian pupuk, ditugal sedalam 5 cm dengan jarak 10 cm dari batang tanaman dan ditutup dengan tanah. Ditulis : DalmadiSumber bacaan Teknologi Budidaya Jagung BPTP KalselSumber gambar : Cara penggunaan BWD Balitsereal Maros.