Loading...

Mengembalikan Kejayaan Strawberry Desa Serang Bersama Mahasiswa Universitas Ibaraki Jepang

Mengembalikan Kejayaan Strawberry Desa Serang Bersama Mahasiswa Universitas Ibaraki Jepang
Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga merupakan daerah dataran tinggi dengan ketinggian 1.300 m dpl. Curah hujan di daerah ini cukup tinggi, yaitu 6,240 mm dengan suhu 15 - 20°C. Desa Serang mempunyai tanah yang cukup subur, Karena terletak tepat di bawah kaki gunung slamet yang masih aktif. Hal itu dibuktikan juga dengan banyaknya lahan pertanian hortikultura dan perkebunan. Komoditas unggulan desa inia dalahstrawberry dan kubis, meskipun di sana juga di tanam berbagai macam jenis sayuran di antaranya : wortel, kentang, kol, seledri, daun bawang serta masih banyak lagi jenis syuran yang lain. Luas tanaman strawberry pernah mencapai 64 ha dan luas tanaman kubis mencapai 2.300 ha. Jumlah penduduk desa serang mencapai 7.391 terdiri dari 3.832 laki laki dan 3.559 perempuan. Mata pencaharian penduduk Desa serang terdiri atas buruh tani sejumlah 1.962 orang; petani sejumlah 1.701 orang; pedagang sejumlah 439 orang; PNS sejumlah 28 orang; sopir sejumlah 64 orang,Pengusaha 207 Orang,ABRI 10 Orang, Buruh industry 558 Orang, Buruh Bangunan 138 Orang, lainnya 318 Orang ( Kecamatan Karangreja dalam angka 2018) Desa Serang pernah meraih prestasi di tingkat nasional karena pada tahun 2013 berhasil terpilih sebagai pemenang Pakarti Utama I Tingkat Nasional dalam lomba Pelaksana Terbaik Pemanfaatan Halaman Pekarangan (Hatinya PKK) Kategori Kabupaten (Anonim, 2013). Petani Desa Serang pertama kali menanam strawberry pada tahun 2003. Bibit yang pertama kali ditanam berasal dari sisa pertanaman strawberry PT. Zeta Agro. Hinggasaatini, Desa Serang dikembangkan sebagai desa wisata strawberry. Bibit strawberry yang ditanam berasal dari California dan Amerika Serikat dengan varietas Oso Grande. Padatahun 2011, petani strawberry di Desa Serang mendapat tambahan bibit dari Pemerintah Daerah dengan varietas dan asal bibit yang sama. Bibit awal tersebut dijadikan sebagai tanaman parental yang kemudian digunakan sebagai bahan perbanyakan. Masalah utama yang dihadapi petani strawberry di Desa Serang adalah manajemen kesehatan tanaman untuk menunjang produksi, seperti banyaknya gangguan hama dan penyakit pada tanaman strawberry (penyakit bercakdaun, layu, busuk pangkal batang, dan meningkatnya kerusakan buah pada musim penghujan) sejak fase pembibitan hingga fase generatif. Keadaan yang memburuk di musim hujan diduga berkaitan dengan peningkatan curah hujan dan penetrasi predisposisi lingkungan. Kesadaran petani tentang pentingnya bibit sehat untuk manajemen kesehatan tanaman masih perlu ditingkatkan. Pada awalnya, bibit yang dimiliki petani adalah bibit generasi F1 yang dibeli dari Amerika. Mereka menanam bibit-bibit tersebut di lahan dan menggunakan sulur-suluru ntuk bibit berikutnya. Sanitasi lahan pada kebun yang digunakan sebagai pemeliharaan bibit pada umumnya masih rendah sehingga penyakit berkembang sejak tanaman masih berupa bibit. Manajemen kesehatan tanaman merupakan pilar utama dalam keberhasilan budidaya tanaman sehat untuk produksi yang optimal. Namun, para petani belum banyak menyadari tentang akar permasalahan utama yang menyebabkan turunnya produksi strawberry dari tahun ketahun. Oleh karena itu, kegiatan kolaborasi penelitian, pembelajaran, dan pemberdayaan dilakukan untuk mendampingi petani dalam mengidentifikasi masalah dan menentukan cara menyelesaikan masalah tersebut. Hal ini dilakukan untuk membantu para petani menemukan sendiri hal-hal yang menjadi penyebab munculnya masalah dan cara mengelola permasalahan tersebut. Salah satu petani strawberry di Desa Serang, Karpono yang juga sebagai ketua kelompok tani Karya Raharja Mukti mengatakan saat ini permintaan buah strawberry, sangat banyak mengingat di desa serang sendiri terdapat beberapa obyek wisata di mana sebagi ikonnya adalah buah strawberry, Namun karena pada masa tanam kali ini, daerah sekitar lembah asri sudah tidak bias membudidayakan tanaman tersebut di Karen akan terkena berbagai kendala salah satunya adalah penyakit yang menyerang tanaman serta tanah yang sudah jenuh karena pernah di Tanami strawberry secara terus menerus. Hal ini menyebabkan kebutuhan pasar akan strawberry tidak bias tercukupi. Saat ini tanaman strawberry hanya bisa di temui di daerah gunungmalang dengan luas sekitar 5 Ha itupun masih banyak kendala yang ditemui petani dalam budidaya, sehingga hal ini menjadi alas an untuk menjalin kerjasama dengan berbagai Akademika. Saat ini Kelompok Tani Karya Raharja Mukti Bekerjasama dengan universitas ibaraki Jepang, Kejasama tersebut merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan petani tentang budidaya strawberry yang baik sehingga di harapkan petani mampu mengatasi permasalahan yang di temui dalam budidaya di antaranya pemilihan bibit varietas unggul, cara budidaya, serta pengendalian Hamadan penyakit. Di harapkan dengan berhasilnya petani Desa Serang Khususnya gunungmalang dalam budidaya strawberry akan meningkatkan pendapatan petani gunungmalang, Dan bias memberikan motivasi bagi petani di sekitar gunungmalang untuk kembali membudidayakan strawberry dengan melihat potensi wisata yang ada. Selain itu kerjasama yang di lakukan oleh petani dan mahasiswa Universitas ibaraki bukan Cuma transfer teknologi kepetani tetapi juga memberikan wawasan tentang pemasaran sehingga petani strawberry bias termotivasi memasarkan hasil bukanCuma di lingkup local tetapi bias menembus pasar yang lebih luas bahkan di mungkinkan bias ekspor. Sehingga hal ini bias meningkatkan pendapatan petani di desa serang. Oleh : MARWATI Penyuluh Pertanian Pelaksana Pemula