Loading...

Mengembalikan Kesuburan Lahan

Mengembalikan Kesuburan Lahan
Pertanian sebagai penyuplai pangan bagi penduduk pada akhir akhir ini mendapatkan tantangan yang semakin berat dimana tuntutan agar tetap bisa berproduksi untuk memenuhi kebutuhan pangan sementara di sisi lain kesuburan lahannya mengalami penurunan, debit air untuk pertanian yang semakin mengecil, berkurangnya jumlah lahan pertanian produktif juga semakin berkurangnya ketertarikan pemuda pada usahatani. Berbagai upaya dilakukan agar pertanian tetap bisa memberikan hasil yang sepadan. Upaya untuk mengembalikan kesuburan lahan dilakukan dengan cara bertani secara ramah lingkungan yaitu dengan memanfaatkan berbagai bahan organik yang tersedia di lingkungan usahatani dan di lingkungan tempat tinggal petani. Bahan – bahan organik tersebut bisa berupa limbah usahatani, limbah peternakan, limbah perikanan, limbah rumah tangga, dedaunan, buah - buahan maupun rempah rempah. Tujuan penggunaan bahan tersebut adalah untuk mengurangi tercemarnya lahan usahatani oleh bahan kimia yang dapat meninggalkan residu dan membunuh musuh alami yang hidup dan berkembangbiak di lahan. Beberapa manfaat dari pengembalian bahan organik ke lahan usahatani diantaranya adalah : - Menekan dan mengurangi penggunaan pupuk dan pestisida kimia - Memberikan suplai pangan yang cukup bagi perkembangbiakan mikroorganisme yang menguntungkan bagi lahan pertanian- Mengembalikan kesuburan lahan- Memperlama daya simpan air di lahanNamun kesadaran untuk memanfaatkan bahan organik di kalangan pelaku utama usahatani ada kecenderungan menurun. Hal ini terjadi karena pelaku utama beranggapan bahwa :- Dengan organik tidak bisa meningkatkan hasil produksi- Dengan organik merepotkanWajar terjadi hal yang demikian dikarenakan perlakuan organik pada lahan usahatani relatif membutuhkan tenaga kerja yang lebih banyak sedangkan tenaga kerja pertanian cenderung semakin berkurang jumlahnya. Bertani organik adalah bertani secara aman dan ramah terhadap lingkungan, aman bagi pelaku utama dari kemungkinan terpapar bahan kimia berbahaya misalnya pestisida kimia dan ramah karena mendukung pengembalian kesuburan lahan serta perkembangbiakan musuh alami bagi hama dan penyakit tanaman. Keengganan pelaku utama untuk menerapkan usahatani yang ramah lingkungan haruslah diajak dengan cara membuka wawasan pelaku utama usahatani. Kegiatan – kegiatan tersebut bisa melalui kunjungan / anjangsana ke lahan usahatani, kunjungan kelompok, pelatihan, kursus tani dan percontohan. Penulis: Edy Gunadi BPPPK Bandongan Magelang