lndustri florikultura nasional dalam periode sepuluh tahun terakhir menunjukkan kinerja yang menggembirakan. Bisnis tanaman hias makin semarak di berbagai daerah, yang ditandai dengan meningkatnya luas areal tanam, nilai transaksi penjualan, jangkauan pemasaran, dan tumbuhnya industri jasa penunjang. Pemasaran tanaman hias tidak hanya dilakukan di dalam negeri, tetapi juga meluas ke manca negara. Pengusaha tanaman hias nasional turut serta memperebutkan pasar nasional dan internasional. Berbagai upaya perlu terus dilakukan guna mendorong peningkatan daya saing produk florikultura nasional agar mampu berkompetisi dengan produk serupa dari negara lain. Dalam rangka mengembangkan industri florikultura yang tangguh dan berdaya saing, dibutuhkan keterpaduan kinerja dari berbagai pihak (subsistem) mulai dari tingkat hulu hingga ke hilir, meliputi penyediaan sarana produksi, proses produksi, penanganan pasca panen, pemasaran, dukungan jasa penunjang dan kelembagaan. Sejauh ini, satu subsistem dengan subsistem lainnya belum bekerja secara sinergis, bahkan ada yang tidak saling berhubungan. Hal ini menyebabkan kinerja keseluruhan sistem dalam industri tanaman hias nasional tidak optimal. Sering dijumpai di lapangan, petani tidak dapat menghasilkan poroduk bermutu dalam skala besar karena terbatasnya kemampuan teknis dan sumberdaya. Pada kasus lainnya, produk yang dihasilkan petani tidak dapat dipasarkan karena kurangnya informasi dan terbatasnya jaringan pasar. Di sisi lain, petani banyak menghadapi masalah kekurangan modal sementara lembaga penyedia modal belum terbangun secara efektif. Untuk mengatasi masalah tersebut, dibutuhkan analisis untuk menentukan langkah komprehensif yang menjawab permasalahan secara mendasar. Berdasarkan hasil analisis terhadap semua parameter yang diperoleh dari observasi lapangan menunjukkan bahwa untuk membangun usaha tanaman hias yang berdaya saing, dibutuhkan dukungan teknologi produksi dan pasca panen, penyediaan pusat pemasaran, pembentukan kelembagaan tani, penyediaan pusat informasi, forum konsultasi dan advokasi, serta revitalisasi lembaga penyedia bibit. Semua segmen tersebut perlu disinergikan secara optimal dalam upaya meningkatkan kinerja industri florikultura sesuai potensi wilayah Usaha Tanaman Hias Mendukung Industri FlorikulturaKegiatan usaha tanaman hias telah berkembang di berbagai daerah di Indonesia dan berperan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang cukup penting. Pada masa kini, kegiatan usaha tanaman hias dilakukan secara komersial yang mampu menggerakkan pertumbuhan industri barang dan jasa. Berkembangnya kegiatan usaha tanaman hias di dalam negeri berhubungan dengan meningkatnya pendapatan konsumen, tuntutan keindahan lingkungan, pembangunan industri pariwisata, pembangunan kompleks perumahan, perhotelan, dan perkantoran. Pengembangan usaha tanaman hias perlu didorong agar mampu memberi peran yang lebih besar terhadap pembangunan perekonomian nasional. Pembangunan usaha tanaman hias juga diharapkan mampu membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan petani, menambah devisa, dan membuka peluang tumbuhnya industri sarana produksi, produk sekunder dan jasa transportasi. Usaha tanaman hias dilakukan di berbagai daerah dengan melibatkan keluarga petani kecil dan pengusaha. Tanaman hias banyak dimanfaatkan untuk menyemarakkan berbagai acara, seperti selamatan, kelahiran, perkawinan, dan kematian. Bahkan di beberapa daerah, tanaman hias digunakan untuk upacara keagamaan. Seiring dengan masuknya pengaruh peradaban Barat, penggunaan tanaman hias semakin meningkat. Kini tanaman hias banyak dibutuhkan untuk memperindah lingkungan sekitar, termasuk dekorasi ruangan dan halaman rumah. Bahkan pemanfaatan tanaman hias telah berkembang menjadi sarana komunikasi personal untuk menyatakan rasa duka atau suka kepada teman dan kerabat karib. Dengan makin berkembang pemanfaatan tanaman hias, permintaan pasar domestik dalam beberapa tahun terakhir meningkat cukup tajam. Situasi tersebut menggerakkan sektor produksi di berbagai daerah. Kapasitas produksi jenis tanaman hias sangat dipengaruhi oleh permintaan konsumen dan kondisi perekonomian nasional. Dalam rangka meningkatkan kontribusi tanaman hias dalam perekonomian nasioanal dibutuhkan perbaikan budidaya melalui penerapan teknologi inovatif, penguatan kelembagaan, peningkatan akses permodalan, dan pengembangan kawasan sentra produksi. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi yang pada akhirnya dapat memenuhi kebutuhan ekspor. Penggalakan ekspor tanaman hias perlu dilakukan dalam usaha peningkatan devisa negara yang berguna untuk pemulihan kondisi perekonomian nasional.Penulis: Mariati Tamba (Penyuluh Pertanian Pusat) Sumber: Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian