Loading...

Mengembangkan pestisida Nabati sebagai pestisida Alternatif Cara pembuatan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobakteri)

Mengembangkan pestisida Nabati  sebagai pestisida Alternatif Cara pembuatan  PGPR  (Plant Growth Promoting Rhizobakteri)
Pestisida Nabati adalah pestisida yang bahan dasarnya berasal dari tanaman atau tumbuhan. Saat ini Pestisida Nabati mulai banyak diminati oleh petani. Hal tersebut di sebabkan mulai mahalnya harga pestisida kimia. Selain itu juga bahan dasar pembuatan pestisida nabati banyak terdapat disekitar lingkungan. Penggunaan pestisida kimia secara tidak bijak akan menyebabkan hama kebal terhadap pestisida. Juga kecendrungan petani dalam menggunakan pestisida kimia berdosis tinggi yang berulang – ulang sehingga dapat menimbulkan pencemaran lingkungan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut juga untuk memberdayakan kelompoktani. Maka Kelompoktani Masa Kemasa Desa Masintan Kecamatan kelua bekerjasama dengan Universitas Lambung Mangkurat mengadakan kegiatan bersama yaitu “Pembuatan Pestisida Nabati yang berbahan dasar akar bambu atau yang lebih dikenal PGPR ( Plant Growh Promoting Rhizobakteri). Yang mana kegiatan itu di hadiri oleh 75 % anggota kelompok tani Masa Ke Masa, Mahasiswa Pertanian UnLam Banjarbaru, Petugas POPT, Penyuluh WKPP Masintan, Koordinator POPT Kabupaten tabalong, yang dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 08 Agustus 2020 bertempat di kelompok Tani Masa ke masa Desa masintan kecamatan Kelua, Kabupaten Tabalong. PENGERTIAN PGPR PGPR adalah singkatan dari (Plant Growth Promoting Rhizobakteri) atau (bakteri pemacu tumbuhan). Bakteri PGPR ini hidup berkoloni disekitar perakaran tanaman dan bersifat menguntungkan bagi tanaman. Fungsi PGPR ( Plant Growth Promoting Rhizobakteri) bagi tanaman yaitu Mampu memacu pertumbuhan dan fisiologi akar tanaman Mengendalikan serangan penyakit atau kerusakan yang disebabkab oleh serangga Membantu memperbaiki strukrur tanah Mempercepat proses pengomposan Memacu popolasi dari bakteri-bakteri yang menguntungkan Kelebihan dari PGPR diantaranya Meningkatkan ketersediaan Nutrisi lain seperti, phospat, belerang, besi, dan tembaga Memproduksi hormone tanaman . menambah bakteri dan cendawan yang menguntungkan Menambah fiksasi nitrogen di tanaman kacang-kacangan. Memacu pertumbuhan bakteri fiksasi nitrogen bebas Mengontrol hama dan penyakit tumbuhan Langkah dan tahap Cara pembuatan PGPR Akar Bambu 1 kg Dedak 1 kg Terasi 2 ons Molasses/ tetes tebu/air nira/gula merah/ gula pasir 4 ons Air Bersih 10 ltr Penyedap rasa 10 gram Tong atau jerigen Tahapan Cara Pembuatan Akar bambu di rendam dengan air matang (dalam keadaan dingin) selama 4 – 5 hari. Gula pasir/gula merah, terasi dan dedak direbus hingga mendidih selama 20 – 25 menit, kemudian dinginkan Setelah dingin masukkan semua bahan dalam tong atau jerigen dan ditutup rapat. Buka tutup dan aduk setiap pagi, kemudian tutup kembali Setelah kurang lebih 2 minggu PGPR biasanya sudah jadi dan siap digunakan. Pengaplikasian Pada Tanaman Sebelum menggunakan PGPR, sebaiknya disaring dulu agar terpisah dari ampas dan airnya Tiap satu liter larutan PGPR diencerkan dengan 50- 60 liter air. Cara aplikasinya bias di semprotkan ke lahan, ketanaman, atau untuk perendaman benih/bibit yang akan digunakan PGPR juga bias di Aplikasikan dengan cara dikocor langsung ke akar tanaman. Ampas dari rendaman PGPR bias di gunakan sebagai kompos. Sumber PPL Wkpp Masintan Erliana, A.md