Loading...

MENGENAL 10 VARIETAS JAGUNG HIBRIDA UNGGUL

MENGENAL 10 VARIETAS JAGUNG HIBRIDA UNGGUL
Jagung yang ditanam di lahan sawah, biasanya ditanam oleh petani setelah panen padi. Untuk memperoleh hasil panen yang maksimum, dperlukan varietas unggul jagung berumur genjah. Selama kurun waktu tahun 2007-2010, Balai Penelitian Serealia (Balisereal) telah menghasilkan varietas-varietas jagung hibrida unggul yang dapat digunakan oleh petani. Varietas jagung tersebut dikenal dengan nama; Bima 2 Bantimurung, Bima 3 Bantimurung, Bima 4, Bima 5, Bima 6, Bima 7,Bima 8, Bima 9, Bima 10 dan Bima 11. Masing-masing varietas tersebut mempunyai ciri dan keunggulan sebagai berikut:Bima 2 Bantimurung. Jagung hibrida varietas Bima 2Bantimurung, memiliki penampilan tanaman yang kokoh dan perakaran kuat yang tahan rebah. Penampilan tongkol seragam dan besar, kelobot menutup rapat, agak tahan terhadap penyakit bulai, karat dan bercak daun. Keunggulan lain dari varietas ini adalah potensi hasil sangat tinggi, mempunyai sifat stay green yaitu warna batang dan daun masih hijau saat jagung sudah siap untuk panen sehingga sangat baik diintegrasikan dengan budidaya ternak sapi, tipe biji semi mutiara, warna kuning oranye sehingga sangat baik digunakan sebagai pakan ternak ayam.Bima 3 Bantimurung. Varietas Bima 3 Bantimurung merupakan jagung hibrida unggul yang dihasilkan dari persilangan galur Balitsereal dengan galur hasil kerjasama dengan CIMMYT (AMBIONET=Asian Maize Biotechnology Network). Jagung hibrida ini berumur agak genjah, penampilan tanaman lebih pendek, perakaran kuat dan tahan rebah. Penampilan tongkol seragam dan besar, kelobot menutup rapat, tahan terhadap penyakit bulai, karat dan bercak daun. Sifat baik yang lain adalah produksi tinggi, stay green sehingga dapat digunakan sebagai pakan ternak sapi dan domba. Tipe biji semi mutiara dan berwarna jingga dan sangat baik digunakan sebagai pakan ternak ayam.Bima 4. Jagung hibrida Bima 4, memiliki penampilan tanaman yang kokoh, perakaran kuat, tongkol seragam dan besar, kelobot menutup rapat, mempunyai sifatpeka terhadap penyakit bulai, toleran penyakit karat dan bercak daun. Potensi hasil sangat tinggi dan stay green. Varietas ini memiliki biomass yang tinggi, sehingga selain dapat dipanen untuk menghasilkan biji sebagai pakan ternak ayam, juga dapat digunakan baik sebagai pakan hijauan maupun untuk silage melalui fermentasi.Bima 5. Jagung hibrida varietas Bima 5, merupakan salah satu jagung hibrida unggul dengan potensi hasil mencapai 11,4 ton/ha. Umur masak fisiologis tanaman adalah 104 hari setelah tanam (hst) dengan tingkat rendemen mencapai 83%, jumlah baris per tongkol 12 baris, stay green (bagian tanaman masih hijau saat biji sudah masak fisiologis) 92,63%, mempunyai sifat agak peka terhadap penyakit ulai, tahan karat daun, bercak daun, tipe biji semi mutiara dan warna biji jingga. Bima 6. Jagung hibrida varietas Bima 5 merupakan salah satu jagung hibrida unggul dengan potensi hasil mencapai 11,4 ton/ha. Umur masak fisiologis tanaman 104 hst, dengan tingkat rendemen mencapai 83%, jumlah baris per tongkol 12 baris, stay green (bagian tanaman masih hijau saat biji sudah masak fisiologis) 91,83%, agak peka terhadap penyakit bulai, tahan karat daun, bercak daun, tipe biji semi mutiara dengan biji warna jingga.Bima 7. Varietas Bima 7 merupakan hibrida silang tunggal berumur genjah (90 hst), potensi hasil 12,1 ton/ha. Jagung hibrida ini mempunyai sifat toleran terhadap kekeringan, penyakit karat, hawar daun dan bulai. Tanaman seragam, kokoh namun tidak terlalu tinggi. Jagung hibrida ini cukup prospektif untuk dikembangkan terutama oleh petani yang sudah berpengalaman menanam jagung. Varietas Bima 7 mampu beradaptasi di lingkungan yang lebih optimal dan hasilnya akan semakin meningkat dengan semakin optimalnya lingkungan pertanaman.Bima 8. Jagung hibrida Bima 8, merupakan hibrida silang tunggal berumur genjah. Hibrida ini memiliki potens hasil 11,7 ton/ha, mempunyai sifat tahan terhadap penyakit bulai, toleran kekeringan, penyakit karat dan hawar daun. Dengan penampilan tanaman yang seragam, tanaman kokoh dan tidak terlalu tinggi, berumur genjah. Jagung hibrida ini prospektif untuk dikembangkan pada lahan marjinal maupun lahan optimal.Bima 9. Jagung hibrida varietas Bima 9, memiliki potensi hasil pipil kering mencapai 13,37 ton/ha. Jagung hibrida ini memiliki rendemen biji sebesar 78,16%, biomass tanaman diatas mencapai 7,80 ton/ha, mempunyai kadar karbohidrat sebesar 74,237%, kadar protein hibrida 11,956%, kadar lemak 6,644%, serta tahan terhadap penyakit helmintosporium dan karat daun serta agak tahan terhadap penyakit bulai.Bima 10. Jagung hibrida varietas Bima 10 mempunyai potensi hasil pipilan kering mencapai 13,09 ton/ha. Hibrida ini memiliki umur masak fisiologis 100 hst, biomass bagian tanaman mencapai 7,28 ton/ha, kadar karbohidrat 79,714%, kadar protein hibrida 10,981%, kadar lemak 5, 272 serta tahan terhadap penyakit helmintosporium dan karat daun, namun peka terhadap penyakit bulai.Bima 11. Jagung hibrida Bima 11 mempunyai potensi hasil pipilan kering mencapai 13,24 ton/ha. Varietas Hibrida ini memiliki biomass bagian tanaman mencapai 8,95 ton/ha, kadar karbohidrat 79,37%, kadar protein hibrida 12,3, kadar lemak 5,76%, mempunyai sifat tahan terhadap penyakit helmintosporium dan karat daun, namun sangat peka terhadap penyakit bulai. . Oleh : Ir. Sri Puji Rahayu, MM/ yayuk_edi@yahoo.comSumber :1) Inovasi Teknologi Membangun Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Petani, Badan Litbang Pertanian, 2012; 2) Dihimpun dari berbagai sumber.