Peternakan unggas di Indonesia memiliki peranan yang penting dalam pembangunan peternakan, karena merupakan ujung tombak dalam pemenuhan kebutuhan pangan hewani. Usaha ternak ayam kampung telah menjadi bagian dari system budidaya petani dan menjadi sumber pendapatan rumah tangga, dan mempunyai nilai sosial ekonomi yang tinggi. Baik tujuannya sebagai penghasil daging, telur atau dua-duanya. Potensi dan prospek pengembangan pasar ayam kampung masih terbuka sangat luas.Permasalahannya adalah masih rendahnya produktivitas, mortalitas tinggi dan kualitas genetic ternak rendah karena belum dimuliakan Di samping itu pemeliharaan yang umumnya masih secara tradisional, yang mana pada kondisi ini kebutuhan relative masih sederhana sehingga mengakibatkan produktivitasnya juga reltiv rendah.Untuk itu diperlukan introduksi untuk bibit ayam kampung yang memiliki sifat genetic unggul, produktivitas tinggi, adaptif terhadap cekaman lingkungan dengan kata lain mortalitas rendah. Ayam KUB (Kampung Unggul Badan Litbang) merupakan satu pilihan yang tepat apabila ingin mengusahakan ternak unggas pedaging atau petelur. Ayam yang merupakan hasil seleksi ayam local di Jawa Barat yang dilakukan Peneliti Balai Penelitian Ternak, Badan litbang Pertanian ini memiliki keunggulan dalam produksi daging dan juga telur. Karakteristik dan Keunggulan Ayam KUB ,Warna Bulu beragam, seperti ayam kampung pada umumnya.Bobot badan dewasa : 1.200–1.600g.Bobot telur : 35 – 45 g.Umur pertama bertelur lebih awal : 175 hari, (24-25 minggu).Produkstivitas :130-160 btr/ek/thn.Produksi telur (henday) : 50%.Puncak produksi telur : 65%Lebih tahan terhadap penyakitDalam usaha tani ayam KUB ini, agar diperoleh produksi yang optimal sehingga keuntungan optimal harus diperhatikan dalam pola pemeliharaannya. Ayam KUB dipelihara dengan system intensif baik untuk tujuan sebagai ayam pedaging maupun petelur agar pertumbuhan dan penyakit dapat dikontrol. Pemeliharaan ayam KUB (Kampung Unggul Badan Litbang) dapat dilakukan sebagai berikut :Ayam Anak (umur 0-14 minggu)Kandang : Ukuran lantai : 1m X 1 m:Umur 0-8 mgg, maks 40 ekorUmur 8-14 mgg, maks 20 ekorPenerangan yang cukupSuhu kandang ; kenyamanan ditunjukkandengan berkerumun dan menyebarnya ayam dalam kandang.0-1mgg ?39 OC,1-2 mgg?37 oC2-4mgg?395OC,4-8 mgg?30 oC .Pakan :0-14 mgg : protein 17,5%, energy 2800 kkalME/kg.Air minum : air bening tawar tersedia sepanjang hari.Ayam dara (umur 14-18 minggu)Kandang : Ukuran lantai 1m X 1 m (maks 16 ekor) Penerangan yang cukup Pakan :14-18 mgg : protein 16%, energy 2800 kkalME/kg.(agar ayam tidak terlalu gemuk)Umur diatas 18 mgg :protein 17%, energy 2800 kkal ME/kg,kalsium 3,5% (untuk produksi telur)Air minum : air bening tawar tersedia sepanjang hari.Suci hama kandang dan peralatan kandang Sebelum ayam masuk : pembersihan,pengapuran,penyemprotan desinfektan,persiapan tempat pakan dan minum,Persia[pan pakan dan air minum bervitamin.Setelah ayam di kandang : penyediaan bak berisi desinfektan,disiplin kerja keluar masuk kiandang dengan pakaian, alas kaki yang suci hama, penyemprotan desinfektan rutin kandang minimal 4 minggu.Vaksinasi : Vaksinasi mareks, segera begitu turun dari mesin tetas.Vaksinasi ND/tetelo, 3 hari, 3 minggu, 2-3 bulananVaksinasi gumboro, 10 hari dan 28 hariVaksinasi Egg drop sindrom (EDS) umur 16 mgg( sebulan sebelum bertelur)Vaksinasi Al, bila diperlukanPengobatan :Obat harus hati-hati terutama dengan antibiotika (sulfa, tetracycline, dsb) yang bisa terbawa ke dalam daging dan telur.Penggunaan jamu-jamu (formula bervariasi tergantung pemakai, lebih aman pada produk.Contoh formula jamu tepung : Jahe 20 %, sambiloto 60%, kunyit 10%, temulawak 5 %, temu ireng 5%.Manajemen Reproduksi System perkawinan (kelompok/Individu)Ayam umur 16 mnggu ditempatkan dlm kandangRasio jantan : betina =1:6 atau 2 :12 atau 3 :18 atau 4:24 dst, tergantung ruang kandang yang disediakan Penyusun : Sad Hutomo Pribadi Penyuluh BBP2TPEmail : sadhutomo@ymail,comSumber bacaan dan gambar ; Balibangtan