Loading...

Mengenal beberapa penyakit ternak yang dapat menular pada manusia

Mengenal beberapa penyakit ternak yang dapat menular pada manusia
Meningkatnya kesadaran gizi, bertambahnya jurnlah penduduk dan membaiknya pendapatan masyarakat telah menimbulkan gelombang permintaan akan produk peternakan, seperti daging, telur, dan susu . Sejak dahulu ternak telah berdampingan dengan manusia sebagai tenaga kerja, ternak piaraan, kesayangan bahkan sebagai hewan percobaan semua itu ditujukan untuk kesejahteraan manusia. Namun dibalik itu semua ternak juga sebagai penular langsung maupun tak langsung penyakit ke manusia (zoonosis). Makin meluasnya penyakit ternak yang dapat menularnya pada manusia maka perlu kiranya kita mengenal penyakit-penyakit yang umum seperti Antraks, Rabies, Toksoplasmosis, Skabies, Influenza, Brucellosis . Dengan mengenal penyakitpenyakit tersebut diharapkan dapat mencegah penularan dan penyebar luasannya. Penyakit-Penyakit MenularPenyakit AntraksAntraks atau penyakit radang limpa merupakan penyakit infeksius yang bersifat akut dapat menyerang semua hewan berdarah panas dan manusia. Penyakit ini disebabkan oleh Bacillus anthracs yaitu gram positif, bersifat patogenik dan membentuk spora yang sulit dimusnahkan. Penyakit ini dapat menular pada manusia dan dikelompokan ke dalam penyakit zoonosis yang berbahaya. Di Indonesia Antraks telah diketahui sejak tahun 1885. Ternak yang dapat diserang adalah hampir semua jenis ternak peliharaan seperti sapi, kerbau, domba, kambing, babi, burung unta dan ternak unggas seperti angsa, itik. Penyakit antraks bisa juga menyerang hewan kesdyangan seperti harimau, singa, kijang, beruang, gajah, anjing, kucing . Tikus, marmut dan kelinci merupakan ternak percobaan yang peka. Kerentanan berbagai jenis ternak terhadap serangan antraks berbeda-beda. Ruminansia besar (sapi, kerhau), ruminansia kecil (domba, kambing) serta kuda termasuk katagori sangat rentan, sedangkan babi, anjing dan manusia tergolong rentan.Penularan penyakit antraks ke manusia melalui beberapa cara:• Peroral dari makanan/minuman yang terkontaminasi spora antraks atau makanan berasal dari ternak yang menderita antraks .• Perinhalasi dari bulu-bulu mederita antraks domba yang Perkutan melalui kulit yang luka atau lecet Gejala-gejala klinis pads manusia antara lain:• Mual, muntah, dernam, sakit kepala, tinja bercampur darah dan sesak nafas .• Bentuk luka di kulit ditandai dengan adanya abses (Bisul) yang pusatnya berwarna hitam dan terasa panasTindakan pencegahan :• Ternak piaraan seperti sapi, kerbau, domba, kambing dan lainnya divaksinasi anthraks secara teratur .• Sanitasi dan kebersihan kandang harus dijaga .• Hasil ternak seperti daging dimasak secara sempurna sebelum dikonsumsi.Penyakit RabiesDari sejumlah penyakit hewan menular yang bersifat zoonosis rabies merupakan penyakit yang ditakuti, karena rabies dapat menyebabkan kematian yang mengenaskan bila tidak ditangani dengan cepat dan tepat . Rabies merupakan infeksi akut pada susunan syaraf pusat yang berakibat fatal . Pola penyebaran rabies dilapangan berawal dari kondisi anjing yang tidak terpelihara dengan baik atau anjing liar yang sulit dikendalikan . Anjing yang positif rabies akan menggigit siapapun yang ditemui . Anjing liar yang positif rabies dan anjing peliharaan bila saling menggigit akan tertular rabies, tentunya hal ini akan sulit dikendalikan . Pada umumnya manusia merupan korban gigitan terakhir, karena anjing liar dan anjing peliharaan setiap saat dapat menggigit manusia. Masa inkubasi di manusia 2-16 minggu atau lebih . Namun dalam beberapa kasus hanya 2-3 minggu, dan biasanya pada anak-anak lebih pendek bila dibandingkan orang dewasaTindakan pencegahan :• Hewan piaraan seperti anjing, kucing, kera sebaiknya harus divaksinasi secara teratur ke petugas Dinas Peternakan atau Dokter Hewan .• Menangkap dan membunuh (mengeliminasi) anjing-anjing dan kucing liar atau yang tidak ada pemiliknya dilingkungan kita .Tindakan pengobatan:• Bila seseorang digigit anjing sebaiknya segera luka bekas gigitan dicuci dengan air sabun berulang-ulang dan dikeringkan .• Luka bekas gigitan diberi alkohol 70% dan obat nierah/betadine .• Kemudian pasien dibawa ke Rumah Sakit terdekat untuk memperoleh pengobatan lebih lanjut .ToksoplasmosisToksoplasmosis disebabkan oleh Toxoplasma gondii dan tergolong zoonosis yang dapat menimbulkan keguguran dan kelahiran bayi yang abnormal. Dewasa ini toksoplasmosis pada manusia menjadi masalah karena Toxoplasma gondii menimbulkan ensefasilitis (radang selaput otak) yang serius dan fatal .Sementara itu toksoplasmosis pada ternak menimbulkan kerugian ekonomi yang cukup besar yang menyebabkan keguguran, cacat dan lain-lainPenularan penyakit ke manusia dapat terjadi beberapa cara antara lain :• Pada orang dewasa bisa terjadi bila orang tersebut bergaul erat dengan kucing, kucing ternyata merupakan host potensial penyebar penyakit toksoplasmosis• Penyebab infeksi penyakit ini paling dominan adalah kontaminasi bibit penyakit didaging mentah, susu, sayuran dan buah-buahan .• Penularan secara aktif dapat terjadi karena mengkonsumsi daging yang mengandung cista txoplasma gondoii atau mengkonsumsi susu yang mengandung tachizoiiGejala-gejala klinis pada manusia:Ada 2 cara transmisi penularan yaitu secara pasif yang umumnya transplasental dan aktif melalui perolehan . Penularan secara transplasental dapat terjadi pada ibu hamil yang sama sekali tidak menunjukkan gejala klinis.Pada infeksi yang terjadi dengan usia kehamilan muda dapat menyebabkan keguguran spontan, kematian bayi didalam rahim dan radang pada selaput pembungkus otak dan bahkan dapat terjadi pengapuran didalam tengkorak .Sedangkan infeksi yang terjadi pada usia kehamilan tua (6-9 bulan) biasanya memperlihatkan kelahiran normal, namun 20% dapat menyebabkan retinochoroiditis (radang selaput mata) setelah remaja atau dewasa.Tindakan pencegahan penyakit :Cara pencegahan yang sangat dianjurkan adalah agar dalam mengkonsumsi makanan, mencuci bersih tangan sebelum makan adalah langkah yang utama dan penting.• Memasak daging dengan sempurna sekitar 88° C selama 20 menit.• Membatasi populasi kucing dalam suatu area, dan mengingat kucing sebagai hospes definitif, maka memberikan makanan yang baik adalah patut dilakukan dan hindarkan kucing berburu tikus .Tindakan pengobatan:• Dengan minimnya informasi yang muncul dari gejala klinis pada hewan atau manusia,ini berarti menjadikan sulit dalam menentukan diagnostic penyakit tersebut .• Pengobatan terhadap infeksi ini adalah dengan pemberian obat derivate sulfa (Sulfanamida) seperti Sulfadiazine, sulfamerazin, sulfa inetazine dan pvrimethamine. BrocellosisPenyakit Brucellosis disebabkan oleh bakteri Brucella yang terdiri beberapa spesies, yaitu Brucella abortus, Brucella melitensis, Brucella suis,dan Brucella canis . Brucellosis adalah penyakit bakterial menular pada ternak khususnya sapi perah, sapi potong dan babi . Penyakit ini dapat menular pada manusia, sehingga dikenal sebagai salah satu penyakit zoonosis pada manusia . Penyebab utama penyakit ini adalah kuman yang menyebabkan keguguran berasal dari spesies Brucella abortus Penyakit brucellosis telah menimbulkan kerugian ekonomi bagi peternak. Kerugian yang ditimbulkan dari penyakit brucellosis sebagai berikut : (1) abortus atau keguguran, (2) kematian dini pada pedet, (3) gangguan reproduksi seperti infertilitas, (4) penurunan produksi susu, (5) penurunan daya kerja ternak akibat peradangan persendian lutut, (6) penurunan nilai ekonomi ternak yang terinfeksi . Penyebaran penyakit Brucellosis disebabkan karena meningkatnya mutasi dan aktivitas penyebaran ternak dari sumber bibit ternak yang terinfeksi ke berbagai wilayah di Indonesia.Pada manusia, infeksi Brucellosis dapat terjadi akibat kontak dengan ternak yang terinfeksi atau mengkonsumsi produk ternak yang terkontaminasi oleh Brucella . Infeksi penyakit ini pada manusia umumnya berkaitan dengan pekerjaan, seperti pekerja pada rumah potong hewan, pada peternakan. Manusia dapat terinfeksi kuman Brucella akibat kontak langsung juga peroral melalui susu dari ternak yang sakit atau dari hasil produksinya, perinhalasi dan perkutan misalnya ketika menolong ternak yang positif Brucellosis yang mengalami abortus.Gejala klinis pada manusia yang terinfeksi Brucellosis• Demam, kedinginan, sakit kepala, sakit persendian, lemah dan lymphonodus membengkak.• Sering terjadi komplikasi sendi, tulang dan syaraf. Ditulis Kembali : R. Dani Medionovianto,S.PtSumber : Puslitbangnak/Balitbangt