Loading...

Mengenal Bio -urine Sapi

Mengenal Bio -urine Sapi
Potensi bio-urine Urine sapi merupakan salah satu limbah ternak sapi yang sering menimbulkan berbagai masalah terutama adanya pencemaran bau, karena muncul gas amoniak sebagai salah satu gas yang memiliki bau yang sangat menyengat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seekor sapi dengan berat badan sekitar 300 kg, akan menghasilkan urine sekitar 20 sampai dengan 25 liter per hari, tergantung dari jumlah air minum yang dikonsumsi oleh ternak tersebut dan juga daerah atau kondisi lingkungan perkandangan dimana ternak dipellihara. Jika urine sapi dibiarkan, tanpa dikelola dengan baik maka akan dapat mencemari lingkungan.Bahkan jika urine sapi yang masih segar langsung mengenai tanAman dapat mengakibatkan tanaman menjadi layu, bahkan mati . Hal itu terjadi karena adanya proses pelepasan nitrogen yang terkandung dalam urine, yang merupakan suatu proses eksotemis (penghasilkan energi panas). Padahal sesungguhnya urine sapi merupakan sumber daya pupuk organik yang sangat potensial , jika dikelola dengan baik. Untuk itu perlu dilakukan proses oksidasi untuk merubah amoniak (NH3 ) menjadi nitrat (NO3) agar dapat tersedia bagi tanaman. Proses oksidasi dapat dilakukan dengan sangat mudah, dengan menambahkan beberapa bahan untuk mempercepat proses fermentasi dan mengurangi bau yang dihasilkan . Bio-Urine dibuat dengan jalan menampungnya dalam sebuah tong plastik kemudian ditambahkan bakteri fermentasi seperti Stardec sebanyak seper empat persen dari jumlah berat urine. Selain itu urine perlu ditambahkan cairan dari sejenis tanaman tertentu. Selanjutnya dioksidasi selama kurang lebih 60 jam, dan bio–urine dapat disaring dan digunakan sebagai pupuk cair. Konsentrasi bio-urine untuk jenis tanaman berbeda, namun bio-urine harus dicampur dengan air. Untuk 1 liter bio-urine dicampur dengan air 10 sampai 15 liter, baru kemudian disemprotkan ke tanaman. Untuk padi digunakan sekitar 500 liter per hektar setaiap musim tanam. Urine (kencing) sapi selama ini mungkin hanya dipandang sebagai limbah yang sangatmengganggu lingkungan terutama karena baunyayang menyengat. Bau tersebut telah dominan desebabkan oleh adanya anomiak dalam kencing sapi. Padahal kencing sapi dapat digunakan sebagai bahan dasar pupuk organik cair, yang sering disebut dengan bio-urine. Untuk mengurangi bau urine sapi sebagai pupuk organik cair, maka pada saat pembuatannya dapat ditambahkan perasan cairan daun kejengotan (bahasa Bali). Daun kajengotan ditambahkan air sekitar 200 ml kemudian diperas dan disaring dan air perasannya digunakan sebagai campuran dalam proses pembuatan bio-urine. Penyusun : Sad Hutomo PribadiSumber : BPTP Bali Sumber Gambar : www.thenothernecho.co.uk