Saat ini lahan sawah sebagai penyedia bahan pangan pokok telah banyak dikonversi menjadi lahan non pertanian sehingga perlu perluasan lahan pertanian salah satunya dengan memanfaatkan lahan kering. Oleh karena itu diperlukan upaya rehabilitasi lahan kering yang terdegradasi akibat pengelolaan yang kurang baik sehingga dapat berproduksi dengan optimal. Salah satu bahan untuk membantu pemulihan tanah yang telah banyak diteliti adalah biochar. Biochar terbukti sangat bermanfaat bagi pertanian terutama untuk perbaikan kualitas lahan (sifat fisik, kimia dan biologi tanah). Apa itu biochar?Biochar adalah hasil pembakaran limbah pertanian secara tidak sempurna atau dengan suplai oksigen terbatas sehingga menyerupai arang. Limbah pertanian yang dapat dibuat biochar adalah yang bertekstur keras, misalnya tempurung kelapa dan kelapa sawit, kulit buah kakao, tongkol jagung dan sekam padi.Penambahan biochar dapat meningkatkan kesuburan tanah dan memulihkan kualitas tanah yang telah terdegradasi. Biochar sangat berguna khususnya untuk tanah masam. Fungsi penambahan biochar:1. Meningkatkan ketersediaan hara, 2. Menahan hara, 3. Menahan air4. Meningkatkan pH dan kapasitas tukar kation (KTK)5. Menciptakan habitat yang baik bagi mikroorganisme simbiotik Pembuatan biocharBiochar dapat dibuat dengan alat berupa drum sederhana bisa dengan pengatur suhu maupun tanpa pengatur suhu (pirolisator), salah satu alat yang menghasilkan biochar dengan kualitas baik adalah retort kiln yang lebih ramah lingkungan. Arang yang dihasilkan dari pembakaran kemudian digiling hingga diameter <2 mm.Kriteria kualitas biochar antara lain pH, kadar abu, kapasitas retensi air, kapasitas tukar kation (KTK), dan kandungan karbon total. Aplikasi biocharBiochar dapat diaplikasikan dengan cara disebar, juga dapat dimasukkan dalam larikan tanah, atau dibenamkan dalam lubang tanam. Biochar yang disebar memang praktis, namun dapat hilang akibat terbawa air hujan. Untuk budidaya jagung, aplikasi biochar dengan dimasukkan larikan lebih efektif.Takaran penggunaan biochar tergantung pada kondisi tanah, pH, tekstur, kadar karbon organik tanah dan KTK tanah yang perlu analisa terlebih dahulu supaya hasilnya maksimal. Pada penelitian yang dilaksanakan dilahan kering masam di Lampung dan Nusa Tenggara Timur, pemberian 5-10 ton biochar/hektar lahan memberikan hasil yang baik. Aplikasi biochar secara bertahap setiap musim, akan lebih baik meningkatkan kualitas lahan karena biochar dapat bertahan lama dalam tanah. Akumulasi biochar dalam jangka waktu tertentu di tanah dapat memperbaiki lahan yang sudah terdegradasi, dengan demikian diharapkan produktifitas tanaman juga akan meningkat seiring dengan pemulihan kualitas tanah. penulis: Agnes Purwaningsih Sumber:Leaflet “Biochar. Bahan Pembenah Tanah” Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian Kementerian Pertanian Republik Indonesia. 2017 http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/jsl/article/view/6503/5795 diakses pada 14 Maret 2018