Kelapa sawit sampai saat ini menempati urutan pertama sebagai penyumbang utama devisa negara Indonesia, sehingga akan tetap memprioritaskan dan mengembangkan kelapa sawit sebagai komoditas unggulan. Agar produksi dan produktivitas kelapa sawit tinggi, diperlukan bibit sawit yang baik dan sehat. Ciri bibit sawit yang baik dan sehat diantaranya batang tegap atau tegak, bibit tinggi (jagur), jumlah daun cukup banyak dan tidak terkena serangan hama penyakit. Dua hal penting yang perlu diperhatikan dalam pembibitan yaitu lokasi dan teknik pembibitan Lokasi Lokasi pesemaian sebaiknya dipilihdekat dengan sumber air dan tersedia jalan untuk transportasi. Selain itu lokasi dipilih yang topografinya relatif datar dan tersedia sarana dan prasarana untuk kegiatan pesemaian. Teknik pembibitan Dalam pembibitan ada beberapa langkah yang perlu diperhatikan yaitu cara pengecambahan benih, penyemaian, pemeliharaan dan pemindahan bibit ke lapangan yang akan diuraikan sebagai berikut;Pengecambahan benih, dilakukan dengan cara sebagai berikut: 1) biji sawit dikupas daging buahnya (mesocarp) untuk diambil bijinya; 2) Biji direndam kedalam air bersih selama lima hari dan tiap hari harus diganti airnya dengan air yang baru; 3) Setelah direndam biji dikeringkan ditempat yang teduh selama 24 jam sehingga diperoleh kadar air sekitar 17%; 4) biji sawit yang sudah kering dimasukkan kedalam kantong plastik (ukuran panjang 65 cm dengan daya tampung 500-700 biji), kemudian ditutup rapat dengan selotip kemudian dimasukkan kedalam peti (ukuran 30 cm x 20 cm x 10 cm); 5) Peti yang berisi kantong biji sawit tersebut disimpan di ruang perkecambahan dengan suhu kamar; 6) Biji-biji sawit tersebut di periksa setiap 3 hari sekali dengan cara membuka kantong plastiknya. Untuk menjaga kelembabannya biji sawit disemprot dengan hand sprayer; 7) Biji sawit disimpan di ruang perkecambahan selama 80 hari dan bila ada biji yang telah berkecambah, langsung diambil dan disemaikan di wadah pesemaian/polibag (ukuran 12 x 23 cm atau 15 x 23 cm). Biji yang tidak berkecambah tidak dipakai, dan dibuang saja. . Penyemaian, dilakukan dengan cara sebagai berikut: 1) membuat bedengan dengan lebar 120 cm dengan panjang sesuai kebutuhan; 2) kecambah sawit yang berada di polibag diletakkan diatas bedengan namun sebelumnya diisi tanah secukupnya dan dilubangi supaya drainasenya lancar, kemudian polibag dibenamkan ke dalam tanah dengan kedalaman sekitar 2 cm dan diatur dengan jarak 10 cm dan tunggu sampai berumur 3-4 bulan atau bibit memiliki daun sebanyak 4-5 helai; 3) setelah berumur 3-4 bulan bibit dipindahkan lagi ke bedengan yang lebih luas (pendederan); 4) bibit dipelihara dengan menjaga kelembaban media tanam dengan cara penyiraman; 5) setelah bibit tumbuh dan berkembang cukup besar, bibit dipindahkan ke polibag yang lebih besar (ukuran 40x 50 cm atau 45 x 60 cm) dan untuk kelancaran drainasenya, polibag juga dilubangi. Pemeliharaan, kegiatan pemeliharaan meliputi naungan, penyiraman dan penyiangan, pemupukan, proteksi dan seleksi, pengangkutan bibit serta pemindahan bibit ke lapangan.Pemberian naungan, bisa berupa pohon hidup atau naungan buatan yang terbuat dari daun kelapa sawit. Ukuran tingggi tiang dua meter (depan belakang sama) dan jarak antar tiang tiga meter. Naungan diperlukan pada saat bibit masih muda (berdaun 2-3 helai). Setelah itu, naungan berangsur-angsur dikurangi dari arah timur agar sinar matahari pagi bisa lebih banyak masuk ke bedengan. Pengurangan naungan dilakukan secara bertahap dan jangan sempai terlambat karena dapat mengahambat pertumbuhan tanaman. Pengurangan naungan dilakukan setelah bibit berumur 6 mingguPenyiraman, penyiraman dilakukan setiap hari secara teratur, yakni pada pagi hari saat pukul 06.00-10.00 dan sore hari dimulai pukul 15.00. Volume air yang disiramkan sekitar 0,25-0,5 liter per bibit. Penyiangan, dilakukan dengan mencabut rumput/gulma yang tumbuh di polibag secara manual (menggunakan tangan), dan sebaiknya dilaksanakan dua minggu sekali. Selanjutnya rumput/gulma dikumpulkan di antara bedengan agar kering terkena sinar matahariPemupukan, selama tiga bulan di pembibitan biasanya bibit tidak dipupuk. Namun, jika tampak gejala kekurangan hara dengan gejala seperti daun menguning, bibit perlu dipupuk menggunakan pupk N dalam. Pada bibit berumur lebih dari satu bulan atau telah memiliki tiga helai daun, pemupukan dapat diberikan dalam bentuk pupuk cair. Konsentrasi pupuk urea atau pupuk majemuk sekitar 0,2% atau 2 gram per liter air untuk 100 bibit. Pupuk yang diaplikasikan melalui daun dilakukan dengan cara disemprot. Sedang untuk frekuensi pemupukan, dilakukan seminggu sekali. Proteksi, dimaksudkan untuk melindungi serangan hama dan penyakit. Pada saat pembibitan biasanya belum ada serangan hama dan penyakit, jika ada serangan dapat diatasi dengan cara manual yaitu pengambilan hama dilakukan secara langsung dengan menggunakan tangan. Serangan penyakit yang berasal dari sejenis jamur dapat dikendalikan dengan fungisida yang dapat diperoleh di pasaran, seperti Dithane, Sevin, dan Anthio dengan dosis sesuai anjuran. Seleksi dilakukan sebelum bibit dipindahkan ke bedeng. Seleksi bibit bertujuan untuk mencari bibit yang menyimpang. Bibit menyimpang dapat diakibatkan oleh faktor genetis, kerusakan mekanis, serangan hama dan penyakit, serta kesalahan kultur teknis. Saat berumur tiga bulan, bibit kelapa sawit yang normal biasanya berdaun 3-4 helai dan telah sempurna bentuknya. Bibit yang mati terlebih dahulu harus dikeluarkan, kemudian bibit yang tidak normal harus dimusnahkan. Ciri bibit kelapa sawit tidak normal sebagai berikut: 1) anak daun sempit dan memanjang seperti daun ilalang; 2) anak daunnya bergulung kearah longitudinal; 3) pertumbuhan bibit memanjang, terputar, tumbuh kerdil lemah dan lambat; 4) daunnya kusut, anak daun tidak mengembang, membulat, dan menguncup; 5) bibit rusak karena serangan hama dan penyakit Pengangkutan bibit, dilakukan dengan memasukkan bibit dalam polibag ke dalam peti kayu berukuran 66,5 x 42 x 27,5 cm. Setiap peti kayu dapat memuat 35 bibit. Pengangkutan harus berhati-hati dan bibit harus segera ditanam di lapang Pemindahan bibit ke lapangan, dilakukan pada saat bibit sawit umur 8 bulan dan sudah siap tanam di lapangan. Para pekebun biasanya memilih bibit sawit yang umurnya sekitar 10-14 bulan. Selama proses pemindahan kelahan atau lapangan, bibit harus dijaga kondisinya dan diusahakan bibit tidak rusak dan cegah agar plastik polibag tidak sobek.. Oleh : Ir. Sri Puji Rahayu, MM/ yayuk_edi@yahoo.comSumber : 1) Yusnu Iman Nurhakim, 2014, Perkebunan Kelapa Sawit, Cepat Panen; 2) Dihimpun dari beberapa sumber