Loading...

MENGENAL DAN CARA PENANGANAN PENYAKIT BLOAT (Kembung Perut) PADA TERNAK SAPI

MENGENAL DAN CARA PENANGANAN   PENYAKIT BLOAT (Kembung Perut)  PADA TERNAK SAPI
Penyakit ini sebabkan karena akumulasi gas yang berlebihan di dalam rumen. Gas tersebut berasal dari fermentasi mikrobia rumen terhadap pakan yang masuk. Gas ini merupakan hasil samping dari fermentasi pakan kasar (hijauan) dengan hasil utama berupa asam asetat. Sebagian besar gas tersebut yaitu berupa CO2 dan CH4 (metan). Gas-gas ini apabila tidak sempat dikeluarkan dari tubuh melalui anus maupun sendawa dapat terakumulasi di dalam rumen. Biasanya bloat ringan dapat sembuh dengan sendirinya. Namun bila kejadian berlanjut dan tidak ditangani dengan baik, akumulasi gas ini akan membentuk busa/buih yang akan membuat sapi semakin sulit untuk mengeluarkannya. Bila pengobatan terlambat penyakit ini dapat menyebabkan kematian ternak.Makanan merupakan faktor terbesar pemicu bloat. Rumput yang dipotong pada pagi hari yang masih banyak mengandung embun sebaiknya dilayukan terlebih dahulu. Jenis leguminosae (kacang-kacangan) tertentu yang mengandung protein tinggi diduga dapat memicu penyakit ini bila diberikan dalam jumlah banyak. Ternak sebaiknya jangan digembalakan sebelum matahari terbit karena rumput masih berembun. Pengendalian: Bila kondisi ternak sudah parah (tidak mampu berdiri) sementara dokter hewan belum datang, kita dapat melepaskan tekanan gas dengan cara paksa, yaitu dengan melubangi dinding perut sapi (bagian rumen atas). Alat yang digunakan yaitu trokar (semacam penusuk). Bila trokar tidak tersedia dapat memakai alat lain yang tajam seperti jarum besar atau paku. Setelah ditusukkan paku jangan langsung dicabut namun diputar miring sehingga gas bisa keluar. Namun tindakan ini sebaiknya dipandang sebagai langkah terakhir Karena bila terjadi kesalahan dapat merobek rumen. Apabila ini terjadi maka dokter hewan harus melakukan jahitan dan memberikan antibiotic untuk menghindari infeksi. by. JEFRIT A. AMALO, S.Pt KJF BP4K Kab. Kupang NTT