Loading...

Mengenal dan Memelihara Ayam Hibrida

Mengenal dan Memelihara Ayam Hibrida
Ayam Hibrida merupakan ayam potong hasil persilangan ayam kampung jantan dengan ayam ras petelur betina. Daging ayam hibrida tidak jauh berbeda dengan daging ayam kampung. Secara fisik karkasnya mirip dan tingkat kekenyalan daging sama dengan ayam kampung karena ini ayam hibrida dapat menjadi subtitusi ayam kampung yang permintaannya semakin meningkat.Salah satu keuntungan memelihara ayam hibrida adalah meningkatkan harga telur. Telur ayam yang tadinya hanya dijual untuk konsumsi, sekarang dapat dijual sebagai telur tetas sehingga harganya lebih tinggi dari telur konsumsi. Ayam hibrida lebih cepat besar dibandingkan dengan ayam kampung. Ayam hibrida umur 70 jhari beratnya sekitar 9 ons, sedangka ayam kampung umur 70 hari beratnya hanya mencapai 3,5 ons. Ayam hibrida bentuknya mirip dengan ayam kampung, baik itu dagingnnya juga seratnya. Lemaknya sedikit tidak seperti ayam ras. Rasa dagingnya seperti daging ayam kampung. Ayam hibrida mudah dipelihara tidak dipelihara seperti ayam ras tetapi dapat dipelihara pada kandang berhalaman seperti ayam kampung. Ayam hibrida dapat dihasilkan dengan mengawinkan secara alami atau dengan teknik inseminasi buatan (IB) / kawin suntik.Perkawinan secara alamiPeliharalah 1 ekor pejantan ayam kampung dan 8 ekor ayam ras petelur dalam satu kandang. Hal ini dimaksudkan untuk menghasilkan telur tetas yang berkualitas baik.Perkawinan dengan Inseminasi Buatan (IB)Sperma 1 ekor ayam kampung jantan dapat digunakan untuk mengawini 20 ekor ayam betina ras pelur. Telur hasil IB ditetaskan dengan masin penetas atau ditetaskan dengan menggunakan induk ayam.Untuk memilih pejantan yang baik, pilihlah pejantan ayam kampung yang sudah berumur 1 tahun dan dalam keadaan sehat, jalannya tegak, tidak pincang. Sedangkan untuk ayam betina ras petelurmya gunakan ayam petelur yang berumur sekitar 6 bulan. Telur-telur yang dihasilkan kemudian dikumpulkan dan dipilih untuk ditetaskan. Pilihlah telur yang warna dan besarnya hamper sama, bentuknya oval, tidak disimpan lebih dari 7 hari, jangan pilih telur yang kulitnya kasar dan retak.Pemeliharaan Ayam Hibrida : Persiapan Kandang Kapasitas kandang untuk anak ayam Umur 1-30 hari : 30 – 40 ekor / m2Umur 31 – 45 hari : 20 – 30 ekor / m2Umur 46 – 60 hari : 15 – 20 ekor / m2Umur 61 – 70 hari : 10 – 15 ekor / m2 Sumber panas biasanya menggunakan lampu, batu bara dan lampu minyak yang diatur agar anak ayam tidak kedinginan dan tidak kepanasan, hal ini bisa dilihat jika anak ayam bergerombol menjahui lampu berarti terlalu panas dan sebaliknya, apabila anak ayam menyebar berarti pemanasan sudah sesuai.Sumber panas dinyalakan terus sampai umur 2 minggu, dinyalakan pada malam hari saja sampai umur 4 minggu, setelah itu hanya diperlukan sebagai penerangan.Kandang bisa menggunakan kandang lantai maupun kandang panggung. Untuk kandang lantai disarankan dialasi dengan sekam dengan ketebalan ± 2 cm. Untuk umur s/d 1 minggu ditambah dg alas koran. Sebelum digunakan, kandang dan semua peralatan harus di semprot dengan desinfektan.Pemberian pakan : Pakan untuk anak ayam s/d umur 30 hari : BR-1 (± 0,5 kg/ek untuk 30 hari). Setelah itu diberikan pakan campuran antara konsentrat : Jagung : Bekatul (1 : 2 : 2) ± 2 kg /ekor untuk 40 hari. Sebagai penguat ditambahkan vitamin dan antibiotik dalam air minumnya (air minum tersedia terus menerus. Kesehatan ayam Untuk mencegah kematian dilakukan vaksinasi ND pada umur 4 hari (tetes), umur 4 minggu (suntik / air minum) dan vaksinasi flu burung pada umur 14 hari (suntik) selain itu juga dengan menjaga kebersihan kandang dan peralatan dengan penyemprotan desinfektan dilakukan rutin minimal seminggu sekali.Panen Ayam hibrida ini dapat dipanen pada umur 70 hari dengan bobot hidup ± 1 kg Ditulis kembali : Dani MedionoviantoSumber : BPTP Jawa Tengah, Balitnak.