Mengenal Dan Mengembangkan Cabai Hias Dan Konsumsi cabai Malehnong ( Capsieum Frutescens L)
Cabai merupakan salah satu komoditas pertanian yang strategis dimana hampir seluruh masyarakat memerlukan dalam kebutuhan sehari - hari. Disisi lain harga cabai sangat fluktuatif apabila menjelang hari besar seperti lebaran ataupun pada kondisi tertentu dimana persediaan di pasar sedikit harga cabai pasti melonjak tinggi. Hal ini menarik setiap orang menanam cabai baik untuk dijual maupun untuk sekedar konsumsi sendiri. Sayangnya minat untuk bercocok tanam memanfaatkan pekaeangan rumah masih kurang disamping adanya keterbatasan lahan. Untuk itu perlu adanya upaya menanam cabai hias yang bisa dikonsumsi di dalam pot. Dengan demikian tanaman cabai nantinya dapat sebagai hiasan pekarangan rumah yang memiliki nilai estetika sekaligus bisa untuk dikonsumsi. cabai Malehnong diharapkan mampu memenuhi tujuan tersebut. Cabai Malehnong adalah tanaman cabai rawit ( Capsieum Frutescens L) yang merupakan hasil persilangan antara cabai rawit jantan yang mempunyai sifat tertentu sebagai cabai hias dengan cabai rawit lainnya sebagai induknya. Cabai ini mempunyai sifat sebagai cabai hias sekaligus bisa dikonsumsi, dimana proses persilangannya dilakukan oleh mbah Suminto petani dari desa Winong Kabupaten Pati yang selanjutnya dikenal sebagai cabai Malehnong atau maleh di Winong. Proses pembenihan cabai Malehnong dengan memilih cabai dari tanaman yang sehat, cabai berkualitas bagus, matang dan sehat. Kemudian dipotong bagian ujung dan pangkal cabai disisakan bangian tengahnya untuk memperoleh benih cabai Malehnong yang bagus. Keluarkan bijinya cuci dan dijemur. Benih cabai yang bagus dan sehat siap untuk ditanam. Media tanam untuk tanaman cabai akan sangat menentukan baik tidaknya pertumbuhan cabai. Media persemaian terdiri dari campuran tanah, arang sekam dan pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 1 : 1. Aduk secara merata dan siap untuk digunakan sebagai media persemaian. Peram biji cabai sebelum di semai agar pertumbuhan seragam dan terseleksi benih yang baik. semai bibit cabai dalam polybag semai selama kurang lebih 2 minggu kemudian bibit siap untuk dipindah tanam di polybag. Untuk media tanam polybag perbandingannya sama dengan media tanam untuk semai , namun untuk lebih meningkatkan kualitas media tanam dapat ditambahkan 10 % dolomit dan 10 % SP 36. Untuk pemeliharaan cabai Malehnong sama seperti cabai varietas lain. Apabila tahapan penanaman dan pemeliharaan dilakukan dengan baik dan benar akan diperoleh tanaman cabai malehnong yang eksotic dengan ciri khasnya yaitu buah cabai yang bergerombol menjulang ke atas dengan warna merah menarik yang tidak dimiliki oleh tanaman cabai lain selain cabai Malehnong. Dalam rangka mengenal dan mengembangkan Cabai Malehnong Balai Pelatihan Pertanian (BAPELTAN) Jawa Tengah mengadakan Pelatihan Bimbingan Teknis Agribisnis Cabai Hias dan Konsumsi Angkatan IX yang dilaksanakan pada tanggal 13 s/d 15 Agustus 2019 di KWT Ceria Desa Pagersari Kecamatan Patean. Dengan peserta anggota KWT Ceria dan KWT Melati desa Pagersari dan KWT Ngudi Rahayu desa Wirosari serta Penyuluh Pendamping. Peserta berkomitmen untuk mengenalkan, membudidayakan dan mengembangkan cabai Malehnong. Agustina Wati,SP Sumber : Kegiatan Bimbingan Teknis Agribisnis Cabai Hias dan Konsumsi Angkatan IX BAPELTAN Jawa Tengah