Loading...

Mengenal Hama dan Penyakit Tanaman Kedelai

Mengenal Hama dan Penyakit Tanaman Kedelai
Kedelai merupakan tanaman yang strategis di dunia petanian. Seiring dengan pemanfaatan kedelai untuk bebagai bahan makanan, seperti tempe, tahu, kecap, tauco dan sebagainya, banyak masyarakat indonesia yang memiliki ketergantungan terhadap pengkonsumsian kedelai. Makanan yang terbuat atau berbahan dasar kedelai dipercaya mengandung protein yang tinggi dan merupakan makanan rakyat sehari-hari. Namun yang menjadi permasalahan adalah dalam pemenuhan permintaan akan kacang kedelai. Pemerintah membuat kebijakan impor kedelai dari negara lain seperti Amerika dan Cina. Hal ini dikarenakan Indonesi belum mampu membudidayakan kacang kedelai tesebut dengan baik. Berkaitan dengan kondisi tempat dan lingkungan yang sesuai sabagai tempat tumbuhnya kedelai. Kalaupun bisa, hasil yang diperoleh tidak akan sebaik kedelai produk di impor. Kendala lain yang ditemukan dalam pembudidayaan kedelai ini adalah hama dan penyakit yang menyerang. Adapun hama dan penyakit yang teridentifikasi adalah Ulat penggerek polong, Ulat jengkal, Kepik hijau, Penyakit karat, dan Antraknosa. Hama Pada Tanaman KedelaiUlat penggerek polong (Etiella zinckenella)Penggerek polong dikenal dengan nama Etiella zinckenella, E. Hobsoni, Pod Borer, atau Lima Bean Borer. Hama ini merupakan hama utama pada kedelai, selain kumbang kedelai. Tanaman inang hama ini antara lain Crotalaria strata, orok-orok, kacang tunggak, kacang krotok, dan Teprosia candida. Gejala kerusakan tanaman akibat serangan hama ini adalah terdapatnya bitnik atau lubang berwarna cokelat tua pada kulit polong, bekas jalan masuk larva ke dalam biji. Seringkali, pada lubang bekas gereka terdapat butir-butir kotoran kering yang berwarna coklat muda dan terikat benang pintal atau sisa-sisa biji terbalut benang pintal. Merusak biji dengan menggerek kulit polong muda dan kemudian masuk serta menggerek biji, sebelum menggerek larva baru menetas menutupi dirinya dengan selubung putih hingga ada bintik coklat tua sebagai jalan masuk hama tersebut. Kepik Hijau Nezara viridula (hama penghisap polong) Panjang 16 mm, telur di bawah permukaan daun, berkelompok. Setelah 6 haritelur menetas menjadi nimfa (kepik muda), yang berwarna hitam bitnik putih. Pagihari berada di atas daun, saat matahari bersinar turun ke polong, memakanpolong dan bertelur. Umur kepik dari telur hingga dewasa antara 1 sampai 6bulan.Hama kepik hijau ini pada stadia imago berwarna hijau polos, kepala berwarna hijau serna pronotumnya berwarna jingga dan kuning keemasan, kuning kehijauan dengan tiga bintik berwarn hijau dan kuning polos. Telur diletakkan berkelompok (10-90 butir/kelompok) pada permukaan bawah daun. Nimfa terdiri dari 5 instar. Instar awal hidup bergerombol di sekitar bekas telur, kemudian menyebar. Pada kedelai nimfa dan imago terutama mengisap polong. Gejala serangan hama kepik hijau menyerang Polong dan biji menjadi mengempis, polong gugur, biji menjadi busuk, hingga berwarna hitam. Kulit biji menjadi keriput dan adanya bercak coklat pada kulit biji. Periode kritis tanaman terhadap serangan penghisap polong ini adalah pada stadia pengisian biji. Nimfa dan imago merusak polong dan biji kedelai dengan cara mengisap cairan biji. Serangan yang terjadi pada fase pertumbuhan polong dan perkembangan biji menyebabkan polong dan biji kempis, kemudian mengering. Penyakit pada tanaman kedelai Karat Kedelai, penyakit karat kedelai disebabkan oleh cendawan Phakopsora pachyrhizi Gejala kerusakan tanaman akibat serangan penyakit karat kedelai adalah terdapatnya bintik-bintik kecil yang kemudian berubah menjadi bercakbercak berwarna coklat pada bagian bawah daun, yaitu uredium penghasil uredospora. Serangan berat menyebabkan daun gugur dan polong hampa. Terjadi bercak- bercak kecil berwarna cokelat kelabu atau bercak yang sedikit demi sedikit berubah menjadi cokelat atau coklat tua.Bercak karat terlihat sebelum bisul- bisul(pustule) pecah.Bercak tampak bersudut – sudut karena dibatasi oleh tulang- tulang daun tempatnya didekat daun yang terinfeksi. Biasanya dimukai dari daun bawah baru kemudian ke daun yang lebih muda (di atas). Penyakit bercak daun target spot (Corynespora cassiicola) Gejala serangan Bercak coklat kemerahan timbul pada daun, batang, polong, biji, hipokotil, dan akar, dengan diameter 10-15 mm. kadang-kadang mengalami sonasi, yaitu membentuk lingkaran seperti pada papan tembak. Siklus Penyakit dan epidemiologi Patogen bertahan pada batang, akar, biji dan mampu bertahan di dalam tanah yang tidak diusahakan selama lebih dari 2 tahun. Infeksi hanya terjadi bila kelembaban udara relatif 80% atau lebih atau terjadi air bebas di atas daun. Cuaca kering menghambat pertumbuhan jamur pada daun dan akar. Infeksi pada batang dan akar terjadi pada awal fase pertumbuhan tanaman. Gejala terlihat pada 3 minggu setelah tanaman tumbuh. Suhu tanah optimal untuk menginfeksi dan perkembangan penyakit selanjutnya adalah 15-180 C. Pada 200C gejala penyakit tidak terlalu parah dan akar terbentuk normal. Patogen dapat hidup dan menyerang bermacam-macam tumbuhan (kosmopolitan), dan di negara tropis keberadaannya sangat melimpah. Ditulis oleh : R. Dani Medionovianto Sumber : Puslitbang Tanaman Pangan, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian