Dalam rangka Pemberdayaan Kelompok Tani di Lokasi Sentra Pangan Desa Sidomukti diadakan kursus tani pada hari Rabu tanggal 9 Oktober 2019, dihadiri oleh Penyuluh Pertanian, POPT, THL-TD dan Pengurus serta anggota Kelompok Tani se-Desa Sidomukti. Kegiatan Kursus Tani Desa ditujukan untuk memecahkan masalah yang dihadapi oleh petani padi sawah di Desa Sidomukti terutama menghadapi permasalahan tentang benih padi. Materi yang disampaikan pada Kursus Tani ini adalah tentang Pengendalian Hama dan Penyakit pada tanaman padi. Peserta Kursus Tani berjumlah 20 orang yang terdiri dari pengurus dan anggota kelompoktani, serta Penyuluh Pertanian yang dilaksanakan di lokasi persawahan Desa Sidomukti. Sasaran yang ingin dicapai dari kegiatan kursus tani ini yaitu tersusunnya kegiatan usaha tani secara serempak diharapkan petani dapat menerapkan teknologi baru melalui kerjasama kelompok, sehingga dapat meningkatkan produksi dan produktivitas usahatani yang dilakukan, meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani dan keluarganya. Dari kegiatan Kursus Tani ini diharapkan mampu membantu petani dalam mengatasi permasalahan yaitu tingginya serangan hama dan penyakit, karena dalam budidaya tanaman padi kita tidak akan terlepas dari ancaman hama yang sering menyerang tanaman padi kita. Oleh karena itu diperlukan pengetahuan petani untuk bisa mengenal jenis-jenis hama tanaman padi agar petani bisa mengidentifikasi dan bisa menerapkan pengendalian secara tepat, cepat, dan akurat. Dengan terkendalinya serangan hama, maka tujuan dari budidaya akan tercapai. 1.Tikus Hama tikus menyerang tanaman padi dari mulai masih menjadi bibit hingga tanaman memasuki masa pengisian bulir. Tikus aktif menyerang padi pada malam hari dan pada siang hari tikus bersembunyi di lubang pada tanggul irigasi, pematang sawah, pekarangan, semak, atau gulma. Dengan perkembangbiakannya yang sangat cepat, kerusakan yang ditimbulkan tikus akan sangat merugikan. Pada kondisi terparah serangan hama tikus bisa mengakibatkan tanaman padi gagal panen. Salah satu cara yang paling efektif dalam mengendalikan hama tikus adalah dengan memanfaatkan musuh alaminya, yaitu ular. 2.PenggerakBatang Hama penggerak batang tanaman padi juga dikenal dengan sundep. Serangan biasanya terjadi pada fase vegetatif dengan ditandai daun tengah atau pucuk tanaman akan mati karena titik tumbuh dimakan larva penggerek batang. Kehadiran pada hama tersebut dengan ditandai oleh kehadiran ngengat dan kematian pada tunas padi. Untuk pengendaliannya bisa menggunakan cara mekanik, pengendalian dengan menggunakan cara hayati, dan menggunakan insektisida. 3.KeongMas Hama keong mas menyerang tanaman padi pada masa vegetatif dan itu dimulai dari masa pembibitan. Keong mas merusak tanaman dengan cara memarut jaringan tanaman dan memakannya sehingga menyebabkan adanya bibit yang hilang per tanaman. Untuk pengendalian bisa menggunakan cara mekanik yang dimulai dengan mengambil telur dan keong mas pada area budidaya. Selain itu bisa dengan membuat parit kecil yang ukurannya lebih dalam kemudian diberi daun pisang atau daun pepaya sebelum area budidaya padi di keringkan. Dengan adanya parit yang berisi air dan dedaunan ini diharapkan keong mas akan berkumpul sehingga memudahkan dalam pengambilan. 4.Wereng Hama wereng memiliki beragam jenis, diantarnya wereng cokelat, wereng putih, dan wereng hijau. Wereng menyerang dengan cara menghisap cairan yang ada pada tanaman padi dan dapat menularkan virus kepada tanaman. Serangan ini dapat menyebabkan padi menjadi kering seperti terbakar atau pertumbuhannya menjadi kerdil. Untuk pengendaliannya bisa menggunakan musuh alami seperti Beauveria bassiana. Namun jika terjadi serangan dan tidak bisa dikendalikan maka bakarlah tanaman sehingga diharapkan pada penanaman berikutnya bisa diminimalkan serangannya. 5.WalangSangit Hama walang sangit akan menyerang pada waktu tanaman padi sudah memasuki fase masak susu. Hama ini akan menyerang pada bulir padi dengan menghisap cairan sehingga bisa mengakibatkan padi yang dihasilkan hampa, berkerut, berwarna cokelat dan rasanya kurang enak. Dengan serangan parah hasil panen padi akan menjadi jelek dan menurunkan produktivitas hasil panen. Pengendalian bisa dilakukan dengan mengumpulkan dan memusnahkan telur walang sangit serta dengan melepas musuh alami seperti jangkrik dan laba-laba. 6.Burung Hama burung menyerang tanaman pada fase masak susu sampai padi panen. Burung akan memakan langsung bulir padi yang sedang menguning sehingga menyebabkan kehilangan hasil secara langsung. Selain itu burung juga mengakibatkan patahnya malai padi. Pengendalian hama burung bisa dilakukan dengan cara pengusiran dengan membuat ajir berwarna merah di sekitar sawah atau dengan menggunakan tali-tali yang digantungi kaleng/plastik untuk membuat suara yang dapat mengusir burung atau dengan menggunakan jaring yang dipasang di atas lahan sawah. Penyakit Blast Daun dan Blast Leher Penyakit blas dapat menginfeksi tanaman padi sawah pada semua stadium tumbuh dan dapat mengakibatkan tanaman puso. Pada tanaman stadium vegetatif biasanya menginfeksi bagian daun, disebut blas daun (leaf blast). Pada stadium generatif selain menginfeksi daun juga menginfeksi leher malai disebut blas leher (neck blast). Gejala penyakit blas yang khas adalah busuknya ujung tangkai malai yang disebut busuk leher (neck rot). Tingkat keparahan penyakit blas sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Kelebihan nitrogen dan kekurangan air menambah kerentanan tanaman. Kiat-Kiat Pengendalian Penyakit Blas : 1) Gunakan varietas tahan sesuai dengan sebaran ras yang ada di daerah. 2) Hindarkan penggunaan pupuk N di atas dosis anjuran. 3) Hindarkan tanam padi terus-menerus sepanjang tahun dengan varietas yang sama. 4) Sanitasi lingkungan harus intensif, karena inang alternatif pathogen khususnya kelompok rerumputan sangat potensial sebagai inokulum awal. 5) Hindari tanam padi terlambat dari petani disekitarnya. 6) Pengendalian secara dini dengan perlakuan benih sangat dianjurkan untuk menyelamatkan persemaian sampai umur 40 hari setelah sebar. 7) Penyemprotan fungisida sistemik minimum sekali pada awal berbunga untuk mencegah penyakit blas leher dapat dianjurkan untuk daerah endemik blas. 8) Hindarkan jarak tanam rapat (sebar langsung). 9) Pemakaian jerami sebagai kompos. Dalam rangka peningkatan kemampuan petani maka kegiatan kursus tani harus senantiasa dilestarikan, karena dengan kursus tani keberadaan kelompok tani menjadi makin terasa manfaatnya, tidak hanya sekedar untuk memenuhi kebutuhan akan pupuk namun yang lebih penting kelompok tani merupakan tempat belajar dan wahana kerja sama bagi para anggotanya. Kegiatan Kursus Tani di WKPP Desa Sidomukti dapat dilaksanakan dengan baik, apabila ada kerjasama yang baik dengan penyuluh maupun pelaku utama dan pelaku usaha. Demikian harapan kami bahwa hasil kegiatan Kursus Tani ini akan menjadi dasar dalam perkembangan yang signifikan untuk kegiatan selanjutnya. Penulis : HASNAWATI DARLIS, SP