Tujuan kita melakukan pengendalian Organisme penganggu tanaman (OPT) kedelai adalah agar tanaman kedelai dapat tumbuh secara optimal dan menghindari kerugian ekonomis berupa kehilangan hasil (kuantitas) dan penurunan mutu (kualitas) yang disebabkan oleh adanya serangan hama dan penyakit. Berikut ini beberapa jenis hama yang umum menyerang pada kedelai dan pengendaliannya :a. Lalat bibit Kedelai (Agromyza sp.)Gejala serangan :Hama ini meletakkan telur pada daun pertama/kedua tanaman kedelai terutama yang masih muda. Kemudian larvanya mengorok daun dan menggerek batang tanaman. Akibatnya pertumbuhan tanaman menjadi kerdil, merana, layu dan akhirnya mati. Apabila pangkal batang tanaman dikupas akan ditemukan pupa. Pengendalian : (1) Pergiliran (rotasi) tanaman dengan bukan inangnya, yang termasuk inang hama ini antara lain : kacang hijau, kacang panjang, crotalaria dan buncis; (2) Penanaman secara serempak; (3) Penggunaan mulsa jerami; (4) Penyemprotan insektisida Mipcin 50 WP, Smack Down 100 EC, Decis 2,5 EC dan pestisida lain yang terdaftar. (terlampir) b. Ulat Grayak (Spodoptera litura sp.)Gejala serangan : Ulat grayak termasuk pemangsa segala jenis tanaman (polifag). Serangan ditandai dengan daun-daun yang terlihat berlubang-lubang dan tidak utuh. Pada serangan berat menyebabkan tanaman gundul karena hama ini merusak seluruh bagian tanaman kedelai, terutama daun polong. Umumnya serangan berat terjadi pada saat musim kemarau. Kupu-kupunya berwarna gelap dengan garis putih pada sayap depan. Kupu-kupu meletakkan telur di atas daun secara berkelompok dan ditutup dengan bulu-bulu halus. Setelah menetas menjadi larva, hidup secara berkelompok tetapi kemudian menyebar sendiri-sendiri. Warna larva ulat daun bervariasi, dari coklat kehitaman hingga putih kehitaman, dengan ciri khas cincin berwarna hitam di ruas ketiga dari abdomen badannya. Pada siang hari hama ini tidak aktif dan bersembunyi di rerumputan di sekitar tanaman kedelai atau bersembunyi didalam tanah. Serangan yang terberat terjadi pada saat menjelang senja hari dan terus memuncak hingga malam hari. Pengendalian : (1) Pengolahan tanah secara maksimal (maximum tillage) sebelum ditanami kedelai; (2) Sanitasi lahan dengan cara membersihkan gulma dan sisa tanaman yang dapat menjadi sumber infeksi; (3) Pemusnahan kelompok telur, larva atau pupa dan bagian tanaman yang terserang; (4) Penyemprotan insektisida Buldok 25 EC, Decis 2,5 EC, Marshal 200 EC atau pestisida lainyang terdaftar (terlampir) tepat waktu dan tepat sasaran. c. Hama Penghisap Polong KedelaiGejala serangan :Hama ini menghisap cairan polong kedelai yang masih muda, sehingga polong kedelai menjadi keriput dan tidak berisi. Hama penghisap polong kedelai yang penting adalah kepik hijau Nezara viridula dan kepik coklat Riptortus linearis.Pengendalian : (1) Sanitasi lahan dengan cara membersihkan gulma; (2) Penyemprotan insektisida yang bersifat sistemik maupun kontak, seperti ; Arrivo 30 EC, Smack Down 100 EC, Dursban 20 EC, Mipcin 50 WP atau insektisida lain yang terdaftar, pada saat tanaman berumur 45 hari dan 65 hari. d. Hama Penggerek Polong KedelaiGejala Serangan :Hama ini memakan biji kedelai dan hidup di dalamnya. Apabila polong tua yang diserang tampak bercak hitam pada polongnya. Pada serangan berat dapat menyebabkan gagal panen. Hama penggerek polong kedelai ini adalah ulat Etiella zinckenella.Pengendalian : (1) Pergiliran (rotasi) tanaman dengan tanaman yang bukan inangnya; (2) Penyemprotan insektisida yang bersifat sistemik, seperti : Bassa 500 EC, Buldok 25 EC, Metindo 80 atau insektisida lain yang terdaftar (terlampir). e. Hama Penggulung Daun KedelaiGejala Serangan :Serangan ditandai dengan adanya daun-daun yang menggulung, daun ini kemudian dimakan sampai tinggal tulang daunnya saja. Ada 2 hama penggulung daun kedelai, yaitu : Lamprosema indicata dan Lamprosema abstitalis.Pengendalian : (1) Sanitasi bagian tanaman yang terserang dan gulma yang berada disekitar tanaman; (2) Penyemprotan insektisida kontak maupun sistemik, misalnya : Ambush 2 EC, Atabron 50 EC, Bassa 50 EC, Matador 25 EC atau insektisida lain yang terdaftar (terlampir). f. Kumbang Callosobruchus chinensisGejala serangan :Hama ini muncul pada saat penyimpanan biji kedelai di gudang. Kumbang betina bertelur di permukaan biji kedelai, jumlah telur mencapai 150 butir. Setelah telur menetas menjadi larva, kemudian masuk ke dalam biji kedelai dan hidup di sana selama kurang lebih 1 bulan. Pengendalian : (1) Sanitasi gudang tempat penyimpanan kedelai secara rutin, kalo perlu lakukan penyemprotan desinfektan atau insektisida untuk mencegah terjadinya serangan; (2) Apabila terjadi serangan segera lakukan Fumigasi dengan zat yang aman bagi kesehatan manusia.Demikian berapa hama yang menyerang pada tanaman kedelai dan pengendaliannya. Dengan pengendalian yang cepat dan tepat, hama dapat tekan populasinya sehingga tidak sempat untuk menyebar.Ditulis oleh : Hari Marwoto, STP, Penyuluh Pertanian Kab. Klaten Daftar Pustaka :Suhartina, 2003, Perkembangan dan Deskripsi Varietas Unggul Kedelai 19182002, Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Ubi-ubian, Malang. Suprapto, 1991, Bertanam Kedelai, Penebar Swadaya, Jakarta Ghulamahdi, Rumawas, F., Wiroatmojdo, J., Koswara, J., 1991, Pengaruh Pemupukan Fosfor dan Varietas Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Kedelai pada Budidaya Jenuh Air, Forum Pasca Sarjana No. 14 (1) : 26 – 30.