Loading...

MENGENAL HAMA TIKUS SAWAH

MENGENAL HAMA TIKUS SAWAH
Tikus merusak tanaman dari pesemaian sampai menjelang panen bahkan menyerang padi sampai digudang.pesemaian dirusak dengan cara memotong bibit,demikian juga tanaman muda dipotong seperti disabit.kerusakan parah pada stadium generatif ketika tanaman mulai bermalai sampai berbulir padi.ciri khas tikus sawah merusak tanaman dari tengah petak kemudian sampai pinggir sawah dan menyisakan beberapa baris saja.Biologis tikusTubuh bagian punggung berwarna coklat kekuningan ,bercak hitam pada rambutnya ,maka secara keseluruhan berwarna abu 2.Bagian perut berwarna putih keabu abuan dan tikus betina mempunyai 12 puting.Indra tikus mendeteksi wilayah,pergerakan tikus lain ,mengetahui jejak anggota kelompoknya dan lawan jenisnya.Indra pendengaran berkembang sempurna,indra pengecap berjalan baik dan mampu membedakan pait racun dan enaknya sesuatu pakan.Indra peraba juga berjalan baik kumis dan rambut rambut nya digunakan sebagai sensor benda 2 yang dilaluinya.Tikus sawah b isa berlari menggali memanjat melompat mengerat berenang dan menyelam.Tikus sawah berlaku cerdik dan memiliki mengingat sesuatu.Perkembangbiakan tikusDalam satu musim tanam padi tikus bisa berkembang sampai tiga kali dengan rata 2 -10 ekor anak setiap kali perkelahiran. tikus betina relatif cepat matang seksual 1 bulan sedang tikus jantan 2-3 bulan matang kelaminnya.tergantung ketersediaan pakan dilapangan.masa bunting tikus 21 hari dan manpu kawin lagi setelah melahirkan dalam jangka waktu 24-48 jam. seekor tikus betina dapat menghasilkan 80 ekor anak dalam waktu satu musim tanam padiCara pengendalianSebelum tanam bisa dilakukan gropyokan dan sanitasi. gropyokan dilakukan dalam hamparan yang luas dan melibatkan beberapa kelompok sehingga berhasildengan efektif. Sanitasi lingkungan dengan membersihkan parit parit dan pematang sehingga tempat persembunyian tikus tidak ada.Pemasangan petak perangkap pda awal tanam. Dan pemanfaatan predator dengan membuat rumah rumah burung hantu.dan alternatif terakhir dengan masang racunOleh : Subiyantini SSt,Penyuluh Pertanian MadyaBPP Kecamatan Kemiri,DINPPKPKab.Purworejo