Jagung (Zea mays L.) merupakan salah satu tanaman pangan dunia yang terpenting, selain gandum dan padi. Sebagai sumber karbohidrat utama di Indonesia, jagung juga menjadi alternatif sumber pangan di Indonesia. Penduduk beberapa daerah di Indonesia (misalnya di Madura dan Nusa Tenggara) juga menggunakan jagung sebagai pangan pokok. Selain sebagai sumber karbohidrat, jagung juga ditanam sebagai pakan ternak (hijauan maupun tongkolnya), diambil minyaknya (dari bulir), dibuat tepung (dari bulir, dikenal dengan istilah tepung jagung atau maizena), dan bahan baku industri (dari tepung bulir dan tepung tongkolnya). Tongkol jagung kaya akan pentosa, yang dipakai sebagai bahan baku pembuatan furfural. Jagung yang telah direkayasa genetika juga sekarang ditanam sebagai penghasil bahan farmasi.Mengingat banyaknya manfaat yang terkandung dalam tanaman jagung maka menjadi peluang sendiri bagi dunia pemasaran dalam mendistribuskan benih-benih unggul tanaman jagung yang sekarang banyak dicari para petani pemuliaan tanaman. Namun dalam setiap jenis tanaman mempunyai keunggulan dan kelemahan tersendiri dalam setiap jenisnya sehingga upaya untuk menyatukan keunggulan tanaman dari masing-masing Janis melalui kegiatan pemuliaan tanaman. Jagung pulut atau sebagian orang menyebutnya jagung ketan merupakan salah satu jenis jagung yang memiliki karakter spesial yaitu pulut atau ketan. Jagung ini disebut pulut atau ketan karena lengket dan pulen seperti ketan ketika di rebus (kandungan amilopektin tinggi). Jagung ketan ditemukan di China pada awal tahun 1900 dengan karakter endosperm berwarna kusam seperti lilin (waxy). Karakter waxy disebabkan adanya gen tunggal waxy (wx) bersifat resesif epistasis terletak pada kromosom sembilan. Secara fenotif endosperm jagung ketan yang berwarna kusam, dapat dibedakan dengan jelas dibandingkan jagung jenis lain pada saat kadar air biji 16% atau kurang dari 16%.Endosperm jagung ketan yang homozigot (wx) dapat menghasilkan amilopektin hingga seratus persen. Karakter unik lain yang dimiliki oleh jagung ketan adalah akan menghasilkan warna merah-kecoklatan apabila endosperma biji yang mengandung amilopektin dilukai dan diberi larutan iodine. Kandungan endosperm jagung nonwaxy (terdiri dari amilopektin dan amilosa dengan kadar yang bervariasi) diberi larutan potassium iodine akan berwarna biru sampai hitam.Jagung ketan mendapatkan perhatian yang besar pada perang dunia kedua karena kandungan tepung pada endosperma sama dengan kandungan tepung tapioka yang di hasilkan oleh tanaman ketela pohon (Manihot utilissima) sehingga bisa dimanfaatkan sebagai tanaman subtitusi. Berdasarkan penelitian, jagung ketan dapat digunakan sebagai campuran bahan baku kertas, tekstil dan industri perekat. Jagung ketan juga digunakan untuk memperbaiki kehalusan dan creaminess makanan kaleng, sebagai bahan perekat label botol dan memperkuat kertas.Di Indonesia jagung ketan dimanfaatkan dengan cara di rebus atau dibakar, sebagai campuran nasi, juga bisa dibuat emping, marning dan glontor (jawa tengah: jagung pipil rebus dimakan dengan parutan kelapa dan garam). Daya cerna pati jagung ketan lebih rendah dibanding varietas jagung nonketan. Komposisi tersebut dapat membantu penderita diabetes yang memerlukan pangan karbohidrat tapi tidak tercerna sempurna menjadi glukosa. Penderita penyakit lambung tidak dianjurkan mengkonsumsi bahan pangan yang mengandung amilopektin tinggi, termasuk beras ketan dan jagung ketan. Tingginya kandungan amilopektin pada jagung ketan juga dapat dimanfaatkan untuk pakan ternak seperti domba, sapi dan babi dimana dengan menggunakan jagung ketan dapat meningkatkan bobot binatang ternak hingga mencapai 20%.Budidaya tanaman jagung ketan pada umumnya tidak berbeda dengan budidaya tanaman jagung field corn (jagung pipil). Yang membedakan hanyalah dibutuhkannya isolasi jarak dan atau waktu dikarenakan jagung ketan dikendalikan oleh gen resesif (wx). Isolasi jarak kurang lebih sekitar 200m sedangkan isolasi waktu 3 minggu lebih awal dari tanaman jagung pipil atau selain jagung ketan dimana jagung ketan ditanam lebih dekat dengan arah angin. Saat ini varietas jagung ketan yang ada di Indonesia masih dalam bentuk OP atau lokal, seperti lokal Sulawesi, lokal Jember, lokal Kediri, lokal Ciamis dan lain-lain.Penelitian untuk menghasilkan jagung ketan hibrida saat ini dilakukan oleh lembaga penelitian pemerintah dan perusahaan benih. PT BISI International, Tbk sebagai salah satu perusahaan benih terbesar di Indonesia juga turut andil untuk memajukan pertanian dan petani Indonesia. Tiga varietas hibrida jagung ketan siap untuk di lepas ke masyarakat dengan berbagai macam kelebihan seperti kualitas rasa, nilai gizi, hasil panen dan ketahanan terhadap hama dan penyakit. Semoga 3 varietas hibrida yang segera dilepas memberi nilai tambah ke petani yang selama ini menggunakan varietas lokal. Bravo Pertanian dan Petani Indonesia.Ditulis Kembali Oleh : Harnati Rafiastuti, SP (Penyuluh BBP2TP)Alamat Email : harnati_r@yahoo.comSumber Bacaan :1. http://id.wikipedia.org/wiki/Bercocok tanam padi.2. Rifianto, Aziz. 2010. Mengenal Jagung Pulut - Jagung Ketan (Waxy Corn), Zea mays ceritina. Agribis. http://azisrifianto.blogspot.com/2010/08/mengenal-jagung-pulut-jagung-ketan-waxy.html3. http://josmarbun86.blogspot.com/2014/11/josmarbun86-budidaya-tanaman-jagung-zea.html4. Sumber gambar berasal dari koleksi pribadi.