Loading...

MENGENAL JAGUNG QPM

MENGENAL JAGUNG QPM
Jagung salah satu jenis tanaman penghasil karbohidarat sehingga dapat digunakan sebagai pengganti karbohidrat dari beras yang dihasilkan tanaman padi. Peran jagung akan semakin strategis, bukan hanya dalam pemenuhan karbohidrat dan protein baik sebagai bahan pangan maupun pakan ternak namun juga berkembang untuk bahan baku gula, minyak goreng dan etanol. Sebagai bahan pangan dan pakan, jenis jagung yang ada di Indonesia adalah jagung biasa yang memiliki kandungan protein sekitar 8-11% tetapi kekurangan dua asam amino esensial (lysin dan triftofan) masing-masing hana 0,05 dan 0,225% dari total protein biji, sehingga jika jagung ini digunakan sebagai bahan pangan dan pakan ternak, maka diperlukan tambahan lysin dan triftofan dari sumber lain. Dengan berkembangnya teknologi, para ahli telah berhasil menemukan varietas jagung yang selain mengandung karbohidrat juga mengandung protein (asam amino lysin dan triftofan) dua kali lebih tinggi dibanding jagung biasa. Jagung ini disebut dengan jagung protein berkualitas (Quality Protein Maize/QPM). Program pemuliaan jagung QPM di Balit Serealia Maros baru dimulai tahun 2003, dan pada tahun 2004 Indonesia berhasil merilis jagung QPM yaitu jagung varietas Srikandi Kuning-1 dan Srikandi Putih-1. Jagung komposit QPM Srikandi Kuning-1 memiliki kandungan lysin 0,580% dan triftofan 0,114% sedang Srikandi Putih-1 mengandung lysin 0,468% dan triftofan 0,102%. Jika dibandingkan dengan jagung hibrida Bima-1 hanya mengandung lysin 0,291% dan triftofan 0,058% padi terbukti kandungan gizi jagung QPM dua kali lebih banyak dari jagung biasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar populasi jagung QPM dari jenis hibrida produktivitas yang dihasilkan lebih tinggi (7,34 – 8,65 t/ha) dan berbeda dengan pembanding (varietas Semar 8 dan Semmar 9). Demikian pula untuk QPM jenis dengan sari bebas, QPM putih mampu berproduksi tinggi (6,9 – 7,5 t/ha) dan berbeda dengan pembanding varietas Bayu (5,69 t/ha), sementara untuk QPM kuning dapat mencapai 7,04–7,98 t/ha dan tidak berbeda dengan pembanding varietas Bisma 7,77 t/ha. ManfaatKandungan lysin dan triftofan pada jagung sangat bermanfaat bagi kesehatan diantaranya dapat: 1) mengantisipasi penyakit busung lapar pada anak balita; 2) menjaga keseimbangan bobot badan agar tidak terlalu berlemak sehingga dapat untuk program diet; 3) dapat dibuat untuk makanan bayi atau sebagai bahan makanan; 4) memperbaiki nutrisi ibu hamil agar tidak terlalu gemuk atau berlemak; dan 5) sebagai bahan makanan ternak atau unggas. Cara mengenali jagung QPMUntuk mengenali jagung QPM, dapat dilakukan dengan dua cara yaitu: 1) melihat biji-biji pada meja terang (light table) dari jenis enrilic menggunakan sinar lampu neon . 25 watt sebanyak 3-4 neon dan akan terlihat bayangan buram pada biji diatas kaca enrilic yang menandakan bahwa biji tersebut adalah jagung QPM; 2) melihat biji jagung dengan melalui MAS (Molekuler Assisted Selected). Pengembangan di IndonesiaSampai saat ini pengembangan produksi jagung QPM oleh Balit Serealia masih didominasi jenis komposit. Produksi benih sumber (benih pemulia berupa BS/Breeder Seed dan FS/Foundation Seed) menunjukkan permintaan yang makin meningkat baik dari petani maupun rekanan dan berbagai instansi terkait. Setiap tahun permintaan benih sumber (BS dan FS) mencapai 8,0-10,0 ton. Jika ditinjau secara ekonomis dan gizi, jagung QPM lebih menguntungkan dibanding jagung biasa karena selain meningkatkan pendapatan petani juga akan meningkatkan gizi masyarakat. Jagung QPM dikembangkan didaerah yang rawan protein, kurang gizi dan busung lapar diantaranya di provinsi Aceh, Sumatera Barat, Lampung, Jawa Barat, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Bali, Gorontalo, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan. Peluang bisnis di Indonesia Perkembangan harga jagung di pasar dunia dalam periode 2003-2007, terlihat ada kenaikan harga yang tajam sejak 2005. Harga perdagangan internasional dari jagung pada bulan Juni 2007 mencapai 165,2 dolar AS/ton dan turun menjadi 151,2 dolar AS/ton pada bulan Agustus 2007 (World Bank 2007). Dengan pertumbuhan biofuel dan industri makanan dan pakanternak, harga jagung diperkirakan akan meningkat sekitar 20-41% pada tahun 2010 dan 2020, dibandingkan dengan harga pada tahun 2007. Kenaikan harga jagung ini tentunya akan mempengaruhi ketahanan pangan dan industri pakan, dan pendapatan petani. Harga jagung didalam negeri jauh lebih tinggi dibandingkan dengan harga dunia. Jika produksi dalam negeri tidak mencukupi maka impor jagung akan terus berlanjut. Saat ini, harga jagung nasional Rp.2.500 - Rp.2.700 per kg atau $350-370 per ton sedangkan harga dunia hanya $ 150-160 per ton. Selisih harga ini merupakan peluang bagi investor untuk mengembangkan produksi jagung di Indonesia. Oleh : Ir. Sri Puji Rahayu, MM/ yayuk_edi@yahoo.comSumber : 1) Pengembangan Jagung QPM untuk Penanggulangan Gizi Buruk di Daerah Rawan Pangan pada buku Inovasi Teknologi Membangun Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Petani, 2012; 2) Dihimpun dari beberapa sumber