Banyak hijauan pakan yang potensial guna menunjang kebutuhan dalam penyediaan hijauan pakan salah satunya adalah tanaman leguminosa. Legume adalah salah satu hijauan pakan yang kaya akan gizi. Keunggulan legume diantaranya kualitas hijauan leguminosa tidak menurun drastis pada musim kemarau; hijauan yang lebih banyak mengandung leguminosa mempunyai kandungan protein dan nilai cerna yang lebih tinggi. Ternak yang memakan legum memperoleh manfaat dari tingkat protein yang lebih tinggi dibanding dengan rumput. Legum mengandung kira- kira 15–30% protein pada usia muda, turun menjadi sekitar 9–15% ketika tanaman sudah tua. Pasokan protein yang meningkat memungkinkan bakteri berkembang biak dan mengurai pakan lebih cepat didalam rumen. Penguraian ini berlanjut sampai ke sistem pencernaan yang memungkinkan ternak memakan lebih banyak makanan (meningkatkan asupan). Centro adalah salah satu hijauan makan ternak sangat cocok dikembangkan di daerah tropik. Di Indonesia legum Centro sendiri terdapat beberapa spesies yakni Centrosema pubescens dan Centrosema Macrocarpom, serta centrosema plumieri yang dikenal sebagai kacang ketopong memiliki kandungan protein yang lebih tinggi. Centrosema pubescens adalah salah satu adalah legume yang sering diberikan pada ternak. Centrosema pubescens adalah tanaman yang berasal dari Amerika Selatan dan telah ditanam di daerah tropik dan sub tropik. Tanaman legume ini dapat ditanam di tanah kering serta termasuk legum berumur panjang. Centrosema pubescens merupakan spesies tahunan dimana mempunyai sistem perakaran yang kuat dan relatif tahan terhadap cekaman air. Centrosema pubescens mempunyai pertumbuhan awal yang sangat lambat, tetapi akan berkembang sangat cepat dan agresif jika sudah beradaptasi, serta mempunyai daun yang lebat.Tanaman Centrosema pubescens tumbuh membelit, menjalar. Batang Centro panjang dan sering berakar pada bukunya. Batang agak berbulu dan panjangnya dapat mencapai 5 m. Berdaun tiga pada tiap tangkainya serta berbentuk elips agak kasar dan berbulu lembut pada kedua permukaanya. Bunga berbentuk kupu-kupu berwarna violet keputih-putihan. Buah polong panjang mencapai 9-17 cm berwarna hijau pada waktu muda setelah tua berubah warna menjadi kecoklat-coklatan tiap buah berisi 12–20 biji yang berwarna coklat. Untuk Hama dan penyakit pada umunya tanaman Centro tahan terhadap hama dan penyakit walaupun ada hanya tanda-tanda hama. Tanaman centro dapat tumbuh baik pada berbagai tipe tanah. Centro akan tumbuh dengan optimal pada tanah yang tingkat keasamannya relatif. Centro mudah tumbuh di daerah tropis lembab dengan ketinggian 600 – 900 m dpl. Centro juga merupakan tanaman yang tahan terhadap musim kemarau yang agak panjang dengan curah hujan rata 1.000 sampai 1.270 mm/tahun. Namun walau tanaman ini dapat tumbuh di daerah yang kering, namun hanya berlangsung 3 – 4 bulan, melebihi itu maka tanaman akan mati. Centro termasuk tanaman legume yang mudah berbunga, berbiji, serta dapat dipakai sebagai tanaman campuran dengan semua jenis rumput. Centro bahan pakan hijauan yang mempunyai kandungan protein cukup baik sekitar 21,63%. Daun centro merupakan sumber protein nabati, sekaligus sumber kalium dan kalsium yang berguna untuk bahan pakan. Untuk pemanfaatannya sebagai pakan ternak, Centro biasanya ditanam secara campuran dengan tanaman rumput. Hal ini karena tanaman legum dapat memberikan unsur hara kedalam tanah terutama unsur nitrogen sehingga nitrogen dalam tanah selalu tersedia. Tanaman legume mempunyai kemampuan bersimbiosis secara mutualistik dengan bakteri rhizobium sp yang tumbuh di daerah perakarannya. Bakteri ini menyebabkan terbentuknya nodul/bintil akar yang mampu memfiksasi nitrogen bebas dari udara sehingga dapat mensuplai kebutuhan tanaman akan unsur N tersedia. Oleh karena itu dapat dipergunakan oleh tanaman rumput untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksinya. Beberapa literatur menyebutkan bahwa penanaman centro memberikan reaksi nyata dalam meningkatkan kandungan protein kasar hijauan dibandingkan dengan tanpa ditanami centro. (Ir. Amirudin Aidin Beng, MM) Sumber :1. E.Sutedi, dkk. Lokakarya Nasional Tanaman Pakan Ternak : AGRONOMI DAN PEMANFAATAN Centrosema pubescens (lpeternakan.litbang.pertanian.go.id, diakses 13 Maret 2016)2. Suariani, Luh dkk Pengaruh Cara Persiapan Lahan Terhadap Produksi Bahan Kering Dan Kualitas Centrosema pubescent Benth. dan Calopogonium mucunoides Desv. Di Padang Rumput Alami (hitpi.org, diakses 15 Maret 2016)