Loading...

Mengenal Lingkungan Tanaman Jagung mendukung Swasembada Jagung

Mengenal Lingkungan Tanaman Jagung mendukung Swasembada Jagung
Komoditi tanaman pangan memiliki peranan pokok sebagai pemenuh kebutuhan pangan, pakan dan industri dalam negeri yang setiap tahunnya cenderung meningkat seiring dengan pertambahan jumlah penduduk dan berkembangnya industri pangan dan pakan sehingga dari sisi Ketahanan Pangan Nasional fungsinya menjadi amat penting dan strategis. Salah satu komoditas tanaman pangan yang terus meningkat permintaannya adalah jagung. Sebagai upaya untuk mememenuhi kebutuhan jagung yang terus meningkat, pemerintah telah menetapkan sasaran produksi jagung tahun 2015 sebesar 20.313.731 ton Pipilan Kering. Untuk mencapai sasaran tersebut diperlukan upaya peningkatan produksi yang luar biasa, diantaranya melalui Bantuan Sosial (Bansos) Gerakan Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (GP-PTT), yaitu kegiatan peningkatan produktivitas yang difokuskan melalui pola kawasan yang terintegrasi dari hulu sampai hilir, peningkatan jumlah paket bantuan sebagai instrumen stimulan, serta dukungan pendampingan dan pengawalan. GP-PTT ini merupakan penyempurnaan Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) yang sudah dilaksanakan sejak tahun 2008. Melalui GP-PTT petani diharapkan dalam menerapkan ilmu yang mereka peroleh saat mendapat kegiatan SL-PTT, mampu menganalisis, menyimpulkan dan menerapkan (melakukan/mengalami kembali), menghadapi dan memecahkan masalah-masalah terutama dalam hal teknik budidaya dengan mengkaji berdasarkan spesifik lokasi. Pada kesempatan ini akan di uraikan tentang kondisi lingkungan tanaman jagung sehingga diharapkan para petani dapat melakukan dan menganalisis kondisi lingkungan untuk pertambahan luas areal tanaman jagung. Adapun kondisi lingkungan tersebut dapat diuraikan sebagai berikut : 1. Daerah Adaptasi Tanaman jagung mempunyai kemampuan adaptasi yang luas dan relatif mudah dibudidayakan sehingga ditanam oleh petani di Indonesia pada lingkungan fisik dan sosial ekonomi yang sangat beragam. Jagung dapat ditanam pada lahan kering, lahan sawah, lebak, pasang surut dengan berbagai jenis tanah, pada tipe iklim (tipe iklim A, B, C, D dan E menurut klasifikasi Oldeman) dan ketinggian tempat. Untuk dapat tumbuh baik dan menghasilkan sesuai dengan yang diinginkan, tanaman jagung membutuhkan lingkungan tumbuh yang sesuai antara lain a) Tanah bertekstur ringan sampai sedang; b) Tersedia air yang cukup selama pertumbuhan; c) Lahan tidak tergenang air; d) Ketinggian tempat sampai 1.000 m diatas permukaan laut (dpl). 2. Iklim Selama pertumbuhannya, tanaman jagung harus mendapatkan sinar matahari yang cukup karena sangat mempengaruhi pertumbuhannya. Tanaman jagung yang ternaungi, pertumbuhannya akan terhambat dan memberikan hasil biji yang kurang baik. Jagung yang paling banyak ditanam di daerah beriklim panas, tetapi daya hasilnya akan berkurang bila suhu rata-rata lebih dari 32ºC. Suhu optimum untuk pertumbuhan tanaman jagung berkisar antara 24-30ºC. Meskipun keadaan suhu Indonesia umumnya tidak merupakan masalah, akan tetapi saat panen yang jatuh pada musim kemarau akan lebih baik daripada panen pada musim hujan, karena berpengaruh terhadap waktu pemasakan biji dan proses pengeringan hasil. Curah hujan tahunan tempat tanaman jagung bisa tumbuh berkisar dari 250 mm didaerah beriklim kering sampai lebih dari 5.000 mm di daerah beriklim basah. Distribusi curah hujan yang merata selama pertumbuhan akan memberikan hasil yang baik. Distribusi hujan yang ideal bagi pertumbuhan tanaman jagung kurang lebih 200 mm tiap bulan. Untuk memperoleh hasil yang baik, tanaman jagung menghendaki keadaan air yang cukup, terutama pada fase pembungaan hingga pengisian biji. 3. Tanah Jagung di Indonesia kebanyakan di tanam di dataran rendah, baik di tanah tegalan, sawah tadah hujan dan beririgasi serta sebagian kecil ditanam di dataran tinggi. Tanaman jagung umumnya ditanam pada awal musim hujan (Oktober-Nopember) dan menjelang musim kemarau. Untuk produksi yang tinggi, tanaman jagung memerlukan unsur hara dalam jumlah yang cukup. Pada tanah yang kurang subur ada kemungkinan untuk pertumbuhan vegetatifnya, jagung akan menggunakan zat hara tersedia termasuk zat hara yang seharusnya dipergunakan untuk menghasilkan biji. Tanah yang baik untuk jagung adalah tanah yang gembur dan subur, karena tanaman ini memerlukan aerasi dan drainase yang baik. Jagung dapat tumbuh baik pada berbagai jenis tanah asalkan mendapatkan pengelolaan yang baik. Tanah dengan tekstur lempung berdebu adalah yang terbaik untuk pertumbuhannya. Tanah-tanah dengan tekstur berat masih dapat ditanami jagung dengan hasil yang baik bila pengelolaan tanah dikerjakan secara optimal, sehingga aerasi dan ketersediaan air dalam tanah berada dalam kondisi optimal. Kemasaman tanah (pH) biasanya erat sekali hubungannya dengan ketersediaan unsur-unsur hara tanaman. Kemasaman tanah yang baik bagi pertumbuhan tanaman jagung berkisar antara 5,6-7,5. 4. Penyesuaian Diri Terhadap Lingkungan Untuk jagung varietas bersari bebas yang telah beberapa tahun ditanam pada suatu tempat akan menyesuaikan diri dengan tingkat persediaan air dan suhu di tempat tersebut. Penyesuaian diri terjadi karena seleksi alam pada varietas atau populasi heterozygous. Penyesuaian diri tanaman jagung terhadap kekurangan air berupa terhambatnya pertumbuhan vegetatif sehingga mengurangi banyaknya air yang terpakai oleh masing-masing tanaman. Jika keadaan iklim menjadi lebih buruk lagi, batang dari varietas tersebut akan menjadi lebih pendek, luas daun menjadi berkurang, tongkol menjadi lebih pendek, biji menjadi lebih kecil sehingga daya hasilnya menurun. Semoga informasi ini dapat bermanfaat, sehingga banyak para petani menanam jagung dengan kondisi lingkungan sebagaimana diuraikan diatas.Dengan demikian diharapkan akan menambah areal pertanaman jagung dan dapat meningkatkan produksi jagung, sehingga dapat memberikan kontribusi terhadap pencapaian swasembada jagung terlebih khusus dapat memberikan pendapatan dan kesejahteraan para petani. Siti Nurjanah Penyuluh Pertanian Utama, Pusat Penyuluhan Pertanian. BPPSDMP Kementerian Pertanian. Email : snurjanah8514@yahoo.comSumber : 1) Tata cara produksi benih jagung (bersari bebas), Direktorat Perbenihan, 2014. 2) Pedoman Teknis GP-PTT Jagung 2015, Direktorat Serealia.