Pemerintah telah mencanangkan bahwa Indonesia akan swasembada jagung pada tahun 2015-2017. Pada tahun 2015 Kementerian Pertanian telah menetapkan produksi jagung sebesar 25 juta ton pipil kering. Untuk mencapai produksi Jagung tersebut, pemerintah telah melakukan berbagai upaya, selain peningkatan teknologi budidaya, juga teknologi panen dan pascapanen. Dari beberapa tahapan penanganan pasca panen yang cukup berpengaruh terhadap produksi adalah tahap pemipilan. Terkait dengan tahap pemipilam Badan Litbang Pertanian melalui Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BBP-Mektan) telah berhasil merekayasa "mesin pemipil jagung berkelobot". Alat ini akan memproses pemipilan jagung tanpa mengupas kelobotnya lebih dahulu. Spesifikasi MesinSebelum kita memesan/mendapatkan mesin pemipil jagung berkelobot yang dikembangkan oleh BBPP Mektan, kita harus mengenali prototype mesinnya. Mesin ini terdiri dari delapan komponen utama yaitu: 1. Lubang pengumpanan (hopper), berukuran 360 x 330 mm, terbuat dari plat besi setebal 1,5 mm. Jarak hopper dari permukaan tanah adalah 1.600 mm; 2. silinder perontok, berfungsi untuk memisahkan biji jagung dari tongkol dan kelobotnya. Silinder perontok terdiri atas tabung silinder yang terbuat dari pipa besi berdiameter 140 mm, panjang 440 mmdan tebal 5 mm. Poros penggerak terbuat dari besi as berdiameter 38 mm dan panjang 1.100 mm. Gigi perontok terbuat dari besi begel berdiameter 12 mm. Pada tabung silinder perontok terdapat tiga baris gigi perontok dan setiap baris terdapat tujuh gigi perontok dengan tinggi 35 mm dan 50 mm yang dipasang secara selang-seling. Diameter puli pada silinder perontok berukuran 12inchi (305 mm). Puli pada silinder perontok dihubungkan ke puli motor penggerak dengan menggunakan v-beltberukuran B 50.; 3. lubang pengeluaran biji jagung bersih (outlet 1); 4. lubang pengeluaran kotoran dan pecahan tongkol (outlet 2); 5. lubang pengeluaran kelobot dan tongkol jagung bersih (outlet 3), Komponen pengarah pengeluaran tongkol dan kelobot terbuat dari plat eser tebal 5 mm dan panjang 140 mm; 6. ayakan getar, berperan dalam pemisahan antara biji jagung terpipil dengan kotoran seperti rambut jagung atau pecahan tongkol jagung yang terikut masuk melalui lubang concave. Bagian terdiiri dari rangka berukuran 760 mm x750 mm yang terbuat dari besi siku berukuran 30 mm x 30 mm. Ayakan terbuat dari kawat kasa dengan ukuran lubang 10 x 10 mm. Ayakan getar dilengkapi dengan poros penggerak dan puli yang berfungsi menggoyang dan menggerakkan ayakan sehingga terjadi getaran dan goyangan untu memisahkan biji jagung dengan kotoran. Sudut kemiringan ayakan sekitar satu derajat yang berfungsi untuk menekan terikutnya butiran jagung keluar lewat pintu keluar ayakan.7. kipas penghembus (blower), yang digunakan adalah tipe sentrifugal dengan diameter 310 mm dan panjang 650 mm. Pada bagian sisi kiri dan kanan terdapat lubang pemasukan udara. Kipas pengembus berdiameter 300 mm dan panjang 600 mm. Lubang pengeluaran udara berbentuk kotak dengan panjang 650 mm dan lebar 120 mm. Poros penggerak blower terbuat dari besi as berdiameter 25 mm, panjang 1.100 mm, puli penggerak blower dibuat dengan diameter 4 inchi (100 mm). 8. tenaga penggerak dan sistim penerusan daya (transmisi), adalah motor diesel 8,5 HP dengan sistim transmisi menggunakan puli dan v-belt, diameter puli adalah 4 inchi (100 mm). Bagian rangka utama terbuat dari dari besi chanal U berukuran 35 mm x50 mm, tebal 5 mm, panjang 1.230 mm, lebar 570 mm dan tinggi 1.100 mm. Bagian ini dilengkapi dengan roda sepeda motor sebanyak dua buaah dan handle kemudi atau penarik yang terbuat dari pipa besi berdiameter 25,4 mm dan tebal 3 mm. Rangka utama berfungsi untuk menopang komponen-komponen utama mesin seperti silinder perontok, hopper, blower dan mesin penggerak. Kinerja mesinKinerja mesin dipengaruhi oleh kondisi awal jagung yang dipipil yaitu diameter dan panjang tongkol, kadar air awal dan nisbah jagung. Dari hasil pengujian mesin pemipil jagung berkelobot yang dilakukan BBP Mektan di dua kabupaten (Tegineneng dan Metro) di Provinsi Lampung hasilnya cukup baik, yaitu: 1) di Tegineneng menggunakan jagung varietas Bisi 816 dengan diameter tongkol 32,8 mm dan panjang tongkol 130,2 mm, hasil uji: kadar air biji mencapai 34%, Kapasitas pemipilan (kg/jam) sebesar 884 kg/jam, tingkat kebersihan 98%, kebutuhan bahan bakar 0,96 liter/jam, tingkat kerusakan sebesar 3,7% dan prosentase biji tak terpipil sebesar 2,4%; 2) di Metro menggunakan varietas Bisi 2 dengan diameter tongkol 52 mm dan panjang tongkol 262 mm, hasil uji: kadar air biji mencapai 26%, Kapasitas pemipilan (kg/jam) sebesar 1.213 kg/jam, tingkat kebersihan 99%, kebutuhan bahan bakar 0,90 liter/jam, tingkat kerusakan sebesar 1,0% dan prosentase biji tak terpipil sebesar 0,9%. Perbedaan kinerja ini disebabkan beberapa faktor seperti: perbedaan kadar air biji jagung pada saat dipipil, ukuran tongkol dan nisbah biji jagung. Pada kadar air bijijagung masih tinggi, menyebabkan meningkatnya jumlah butir rusak/retak sehingga mempengaruhi kapasitas kerja mesin. Kelebihan mesin pemipil jagung berkelobot Mesin pemipil jagung yang dijual di pasaran, umumnya mesin pemipil jagung yang dirancang untuk memipil jagung tanpa kelobot, sehingga masih perlu waktu dan tenaga untuk mengupas pengeringan tongkol. Namun dengan mesin pemipil jagung berkelobot lebih menguntungkan yaitu: proses pemipilan dilakukan tanpa mengupas kelobotnya lebih dahulu, kualitas yang dihasilkan cukup baik, biji jagung masih utuh sehingga dapat dijadikan benih, lebih efisien dari segi waktu, hemat tenaga dan biaya terutama dari kegiatan pengupasan kelobot dan pengeringan tongkol jagung. Menguntungkan secara ekonomisMenurut Suparlan dari BBP Mektan menyebutkan bahwa dari hasil perhitungan secara ekonomis pengoperasian mesin pemipil jagung berkelobot layak secara ekonomis dengan analisa ekonomi sebagai berikut: asumsi nilai investasi mesin senilai Rp. 20 juta perunit, bunga bank 18%, umur ekonomi mesin 5 tahun, konsumsi bahan bakar 0,9 liter/jam dan kebutuhan tenaga operator dua orang, lebih efisien dengan biaya pokok operasional mesin Rp. 35 per kg jagung pipilan. Jika mesin pemipil ini digunakan untuk usaha jasa pemipilan jagung diperoleh nilai B/C ratio 1,14 dan usaha akan mencapai titik impas (BEP) pada tahun ke 1,62. Oleh : Ir. Sri Puji Rahayu, MM/ yayuk_edi@yahoo.comSumber :1) Mesin Pemipil Jagung Berkelobo Layak Dikembangkan, 2013, tWarta Penelitian dan Pengembangan Pertanian Volume 35 Nomor 3; 4) Dihimpun dari berbagai sumber.