Dipicu dari masih belum tercukupinya kebutuhan gula di Indonesia karena kebutuhan yang terus meningkat selain karena makin meningkatnya jumlah penduduk juga makin meningkatnya kebutuhan gula untuk industri. Selain itu masalah yang dihadapi para petani tebu adalah masih rendahnya produksi, produktivitas dan rendahnya rendemen gula. Rata-rata produktivitas tebu yang ditanam di lahan sawah sekitar 95 ton/ha sedang di lahan tegal sekitar 75 ton/hadengan rendemen gula sekitar 7,3 – 7,5%. Produktivitas dan rendemen tebu masih dibawah potensi produktivitasnya yaitu diatas 100 ton/ha untuk pertanaman tebu dilahan sawah dan sekitar 90 ton/ha untuk pertanaman tebu di lahan tegalan dengan rendemen gula diatas 10%. Salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan produksi, produktivitas dan rendemen tebu, pemerintah sejak tahun 2003 telah melakukan berbagai upaya diantaranya program bongkar dan rawat ratoon. Dengan budidaya rawat ratoon, selain hemat bibit dan tenaga kerja, dengan pengeprasan, tebu cepat beradaptasi dengan lingkungan. Terkait dengan rawat ratoon, 90% tanaman tebu di Indonesia dikelola oleh petani dengan modal dan tenaga kerja terbatas. Pengeprasan tebu secara manual membutuhkantenaga kerja rata-rata 20 HOK/ha, kondisi ini menyebabkan setiap musim rawat ratoon tiba perkebunan tebu milik rakyat sulit mendapatkan tenaga kerja. Untuk membantu petani tebu, Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BB Litbang Mektan) telah mengembangkan mesin rawat ratoon tebu sebagai solusi sulitnya tenaga kerja untuk rawat ratoon. Dengan mesin ratoon tebu ini, selain menurunkan biaya juga mempercepat waktu pengeprasan. Mesin rawat ratoon juring ganda Hasil keprasan yang baik adalah mesin dapat memotong bonggol tebu (sisa hasil panen) rata dengan tanah hingga 2-4 cm dibawah permukaan tanah dan batang tidak pecah. Mesin rawat ratoon (juring ganda) hasil pengembangan BB Litbang Mektan ini, selain bersifat multifungsi yaitu dapat memotong tunggul tebu sisa panen hingga rata dengan tanah, dapat memutus akar samping (pedot oyot) dan melakukan pengkairan disepanjang baris tanaman tebu juga dimaksudkan untuk mendukung penerapan teknologi juring ganda budidaya tebu yang dapat meningkatkan produktivitas hingga 6%. Pengoperasian mesin rawat ratoon juring ganda dilakukan dengan menggandengkan pada traktor roda empat dengan memanfaatkan tenaga PTO (Power Take Off) untuk memutar pisau kepras. Traktor yang digunakan hendaknya memiliki daya minimal 60-90 Hp dengan jarak renggang roda belakang 1,5-2,0. meter. Spesifikasi mesin rawat ratoon juring gandaTipe pisau : pisau putar (2 unit)Dimensi (p x l X t) : 2.800 mm x 1.490 mm x 1.560 mmBobot : 873 kgKapasitas kerja : 5 - 7 jam/haBagian utama : a. Rangka utama dengan tiga tititk gandengBahan: besi UNP 120 mm x 60 mm, besi plat 8 – 20 mmb. Pisau kepras dengan radius putar 660 mm 8 buah (6-8 mm x 70 mm x 200 mm) terpasang pada piringan 450 mm. Bahan dari baja dengan kekerasan 50-55 Hrcc. Coulter, pemotong akar samping (diameter 660 mm x 8 mm) 2 buah . Bahan dari Crusebo 8.000 d. Subsoiler, pengkair sepanjang baris tanam (2 buah)Sistem pengeprasan: Kombinasi pisau putar dan kecepatan maju traktorMekanisme kerja : Gerak maju traktor menarik pengepras sekaligus memutar pisau (800 – 1.000 rpm) sehingga akan memotong hingga rata tanah batang tebu sisa panen yang berada diantara roda traktor. Pada saat bersamaa, akar tebu kearah samping dipotong oleh sepasang coulter dan dilakukan pengkairan oleh chisel untuk membantu aerasi perakaran tanaman tebu. Yang menjadi cirri khusus mesin rawat ratoon tebu ini adalah adanya penggabungan tiga kegiatan menjadi satu dan menggunakan dua unit pisau. Pada proses pemotongan tunggul tebu sisa penen oleh pisau yang berputar, coulter akan memutus akar sampingdan chisel akan melakukan pengkairan disepanjang baris tanaman. Mesin pengepres multifungsi ini memiliki dimensi panjang 2.800 mm, lebar 1.490 mm, tinggi 1.560 mm danbobot 873 kg. Prototipe mesin rawat ratoon tebu ini menggunakan komponen local sehingga mudah diperoleh dengan harga cukup murah. Oleh : Ir. Sri Puji Rahayu, MM/ yayuk_edi@yahoo.comSumber : 1) Joko Wiyono dkk, 2014, "Mesin Rawat Ratoon Tebu, Solusi Kelangkaan Tenaga kerja" dalam Warta Litbang Pertanian Vol.36 No.3 th.2014; 2) Pedoman Budidaya Tanaman Tebu Lahan Sawah, Direktorat Budidaya Tanaman Semusim, Ditjen Perkebunan, 2006 .dan 3) Dihimpun dari beberapa sumber