Loading...

MENGENAL PENGERING GABAH DENGAN BAHAN BAKAR SEKAM (BBS) MENGUNTUNGKAN SECARA EKONOMIS

MENGENAL PENGERING GABAH DENGAN BAHAN BAKAR SEKAM (BBS) MENGUNTUNGKAN SECARA EKONOMIS
Gangguan cuaca ekstreem terutama curah hujan yang tinggi menyebabkan banjir yang berakibat petani sulit mengeringkan padi. Guna membantu petani dalam mengeringkan padi, Balai BesarPenelitian Tanaman Padi (BB Padi), telah berhasil melakukan mengenalkan mesin pengering padi dengan bahan bakar sekam (BBS), merupakan teknologi baru bertujuan mendapatkan hasil beas yang bermutu tinggi dengan biaya operasional murah, sehinggaberas di petani selain mempunayai daya saing juga harganya murah. Dengan perkembanagn penggunaan teknologi pengering padi BBS kedepan, akan membuka peluang perubahan aspek teknis yang membutuhkan keterampilan dalam menggunakan mesin dan aspek ekonomi terutama yang dalam menekan biaya operasional Spesifikasi MesinBBS terdiri dari bak pengering, tungku sekam, blower dan engine penggerak blower.Bak pengering, berbentuk kotak dengan ukuran sesuai kebutuhan, namun umumnya menggunakan ukuran tinggi 110 cm dengan pembagian 50 cm untuk ruang plenum, 50 cm untuk tebal gabah dan 10 cm untuk pengamanan agar gabah tidak tumpah. Ruang pengering berfungsi untuk menempatkan gabah basah yang dikeringkan, permukaan diratakan, tebal maksimum 50 cm dan tidak diperlukan pembalikan. Tungku sekam, berfungsi sebagai sumber panas pengeringan. Tungku sekam model ini terdiri dari 5 komponen utama yaitu: dinding tungku, cerobong asap, hopper, nako dan rumah tungku. Spesifikasi teknis alat pengering Gabah BBS kapasitas tiga ton sebagai berikut: Kapasitas bak pengering 3 ton, ketebalan gabah 0,5 cm, suhu pengeringan 40-45 derajat Celcius, laju pengeringan 0,63% per jam dan kecepatan udara pengering 6,65 m per menit. Ukuran bak pengering (panjang x lebar x tinggi) dengan ukuran 400 x 300 x 110 cm, bahan pasangan batu bata dan lantai gabah berupa plat baja porus berdiameter 2 mm. Blower mempunyai type axial, dengan diameter 60 cm dan engine penggerak mesin berupa solar 8,5 HP. Kebutuhan bahan bakar berpa solar 6 liter/jam dan sekam dengan kadar air kurang dari 12% sebanyak 300 kg/10 jam. Cara mengoperasikan alat pengering BBS 1) Buka nako dan tebarkan sekam kering tipis-tipis pada alas pembakaran sekam di dalam dinding tungku; 2) tutup dan kunci nako kembali; 3) Hamparkan sekam dari lubang hopper sehingga menutup lubang nako; 4) Mulai dengan pembakaran awal, dengan bantuan segumpal sekam yang telah dibasahi dengan minyak tanah dan diletakkan pada dasar hopper atau ujung atas dari nako; 5) kontrol suhu pengeringan didalam ruang plenum melalui termometer jarum dengan ukuran 45 derajat Celcius untuk tujuan digiling, 40 derajat Celcius untuk tujuan produksi benih; 6) kontrol aliran udara pengering dengan menggunakan flow meter (6,5 m per menit) atau selembar kertas (melayang atau bergerak-gerak) diletakkan di permukaan gabah. Proses pengeringan dapat dihentikan apabila kadar air gabah rata-rata kurang dari 14% untuk tujuan digiling 11% untuk tujuan produksi benih.Cara penghentian proses pengeringan dilakukan dengan cara sebagai berikut: 1) Matikan api dalam tungku dengan jalan mengeluarkan bara dalam ruang pembakaran dan matikan bara dengan air; 2) Blower tetap dijalankan untuk mengeluarkan panas didalam tumpukan gabah dan mendinginkan komponen-komponen besi dari tungku sekitar satu jam; 3) Matikan blower; dan 4) Penggilingan beras dapat dilakukan setelah 15 jam terhitung saat dihentikannya proses pengeringan. Menguntungkan secara ekonomisHasil uji coba pengeringan gabah dengan menggunakan alat pengering BBS kapasitas tiga ton menunjukkan hasil sebagai berikut: 1) Waktu pengeringan berkisar 8-12 jam atau rata-rata 10 jam lebih cepat dibandingkan dengan penjemuran yang perlu waktu 1-2 hari; 2) Rendemen pengeringan rata-rata meningkat 2,5%; 3) Rendemen beras giling rata-rata meningkat 2,5%; 4) Persentase beras kepala rata-rata meningkat 17%; 5) Biaya pengeringan lebih rendah dibandingkan dengan biaya penjemuran; 6) harga jual beras lebih tinggi.Kelebihan lain dari mesin pengering BBS dilihat dari butiran berasnya yang digambarkan di dua kecamatan di kabupaten Banyuasin sebagai berikut:1. Beras kepala (%) : di Muara telang 73,21; di Air Saleh 72,52. Beras patah (%) : di Muara telang 20,35; di Air Saleh 18,75 3. Butir kuning (%) : di Muara telang 1,83 ; di Air Saleh 1,94. Butir menir (%) : di Muara telang 3,4 ; di Air Saleh 4,25. Rendemen beras (%) : di Muara telang 64,28; di Air Saleh 67,5Keuntungan lain yang dinikmati petani dengan menggunakan mesin pengering BBS antara lain: 1) meningkatkan mutu beras; 2) gabah dan beras dapat disimpan lebh lama di rumah sehingga ketersediaan untuk konsumsi lebih terjamin akibat adanya stok; 3) membantu mengatasi problem pengeringan pada saat panen raya yang bertepatan dengan musim hujan; 4) mengatasi masalah kekurangan tenaga kerja pada saat panen raya; 5) meningkatkan pendapatan akibat peningkatan mutu dan harga beras; dan 6) memudahkan penanganan dan pengolahan gabah. Oleh : Ir. Sri Puji Rahayu, MM/ yayuk_edi@yahoo.comSumber :1) inovasi Teknologi Membangun Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Petani, Badan Litbang Pertanian, Kementan, 2012; 2) Dihimpun dari berbagai sumber.Gambar : https//www.google.com/search.....