Loading...

MENGENAL PENYAKIT CABE DAN CARA PENANANGANANNYA

MENGENAL PENYAKIT CABE DAN CARA PENANANGANANNYA
Gejala serangan penyakit cabe yang muncul sangat beragam mulai yang menyerang akar batang dan daun serta buah cabai. Beberapa cara yang dapat dilakukan antara lain. Pertama, penggunaan pestisida nabati. Kedua, penggunaan pestisida kimia sesuai kebutuhan dengan dosis yang direkomendasikan, pengendalian dengan pestisida harus dilakukan dengan benar, baik pemilihan jenis, dosis, volume semprot, cara aplikasi. Ketiga, pemanfaatan musuh alami. Keempat, penggunaan perangkap (kuning, metil eugenol).Berikut disampaikan jenis-jenis penyakit pada cabe dan cara mengatasinya antara lain sebagi berikut : 1.Hama Ulat Spodoptera Litura atau juga disebut ulat grayak adalah hama tanaman cabe yang menyerang bagian daun sehingga mengganggu proses fotosintesis. Ada juga jenis ulat Helicoverpa sp dan Spodoptera Exigua yang menyerang dengan cara membuat lubang pada buah cabe. Hama ulat ini biasanya menyerang waktu malam hari atau ketika matahari teduh. Pengendalian ulat grayak bisa dilakukan secara teknis dengan mengumpulkan ulat yang berkeliaran di malam hari. Pengambilan harus dilakukan menyeluruh, atau bisa juga dengan memasang perangkap imago hama. Untuk mencegah jenis hama ulat ini kebun harus selalu terjaga kebersihannya. Bersihkan gulma yang terdapat pada lubang-lubang mulsa dan selasar bedengan. Pengendalian secara kimiawi bisa dengan melakukan penyemprotan apabila hama sudah masuk kategori parah. Penyemprotan menggunakan insektisida dan sebaiknya dilakukan malam hari. 2.Lalat Buah Salah satunya hama yang menyerang cabe adalah Bactrocera Dorsalis atau lalat buah. Jenis hama cabe ini menyebabkan buah cabe rontok sebelum tiba masa panen. Cabe rontok yang dibelah biasanya terdapat larva lalat yang kemudian menjadi pupa dalam tanah lalu membuat siklus serangan berulang terus-menerus. Pengendalain lalat buah secara teknis bisa dilakukan dengan mengumpulkan semua cabe yang rontok lalu membakarnya. Cara ini penting agar larva tidak menjadi pupa sehingga siklus serangan bisa terputus. Pengendalian secara kimiawi bisa dengan memasang perangkap lalat menggunakan obat atraktan yang mengandung zat methyl eugenol. Obat diteteskan pada kapas lalu dimasukkan botol bekas air mineral. Untuk serangan yang parah bisa dilakukan penyemprotan menggunakan insektisida. 3.Antraknosa (Patek) Penyakit Antraknosa atau patek disebabkan oleh jamur Colletotrichum Capsici maupun Colletotrichum Gloeosporioides. Pada fase dewasa penyakit ini menyebabkan layu pada pucuk dan pembusukan pada daun serta batang menjadi kering. Bagian akar juga akan membusuk seperti habis terbakar. Munculnya Antraknosa bisa terbawa melalui benih yang tidak sehat atau terkontaminasi virus pathogen. Pengendalian Antraknosa atau patek ini dengan cara memusnahkan semua tanaman yang terserang atau bisa juga dengan penyemprotan menggunakan cairan fungisida. 4.Layu Layu pada tanaman disebabkan oleh cendawan usarium sp., Verticilium sp. dan Pellicularia sp. Penyakit ini termasuk sulit dikendalikan karena datangnya dari berbagai jasad pengganggu tanaman. Selain itu, penyakit layu juga disebabkan oleh bakteri Pseudomonas solanacearum. Bakteri ini hidup di jaringan batang dan membuat batang menjadi layu, lunglai, nampak tak sehat. Adapun cara mengatasinya masih sangat sulit dikendalikan. Untuk itu, penyakit ini harus diamati lebih spesifik agar penanganannya lebih tepat. 5.Keriting Daun atau Mosaik Tanaman yang terjangkit penyakit ini bisa ditandai dengan pertumbuhan tanaman yang menjadi kerdil, daunnya berukuran lebih kecil dari ukuran seharusnya, tulang daun berwarna kuning dan perubahan warna daun yang belang-belang hijau muda dan hijau tua. Penyakit ini disebabkan oleh Cucumber Mosaic Virus (CMV). Penyakit ini sebenarnya dibawa oleh aktifitas serangga, oleh karena itu penyemprotan racun kimia untuk serangga diperlukan untuk membasmi serangganya. Sementara itu, untuk mengurangi resiko penyakit ini, maka lakukanlah pemupukan yang baik dan benar. Jika tanaman sudah terinfeksi, maka sebaiknya musnahkan tanaman tersebut agar tidak menyebar pada tanaman cabe lainnya. Oleh: H.Widadi, SP (Koordinator BPP Basarang)