Loading...

Mengenal Penyakit Jamur Akar Putih dan Cara Pengendaliannya

Mengenal Penyakit Jamur Akar Putih dan Cara Pengendaliannya
Gejala Daun tanaman menjadi pucat kuning dengan tepi ujungnya terlipat ke dalam. Daun-daun ini kemudian gugur dan ujung rantingnya mati. Adakalanya tanaman yang sakit membentuk daun-daun muda atau bunyan dan buah pada waktu yang telbih awal. PAda akar tanaman tampak benang-0benang jamur putih dan agak tebal. Benang-benang tersebut menempel kuat pada kar sehingga sulit dilepas. Akar tanaman yang sakit akhirnya membusuk, lunak dan berwarna cokelat. Penyebab Penyebabnya adalah jamur Rigidoporus Lignosus. Jamur ini membentuk badan buah mririp topi pada akar, pangkal batang atau tunggul-tunggul tanaman. Badan buah berwarna jingga kekuning-kuningan. Permukaan bawah badan buah terdapat lubang-lubang kecil tempat spora. Badan buah yang tua akan mengering dan berwarna cokleat. Penyakit jamur akar putih merupakan jenis penyakit yang berbahaya bagi perkebunan karet. Penyakit ini dapat mengakitbakan kematian pada tanaman dengan intensitas yang sangat tinggi. Pemeriksaaan Tanaman Sakit Pemeriksaan tanaman sakit dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut: Pemeriksaan perubahan warna tajuk dan akar dengan bantuan mulsa. Tajuk tanaman yang sakit berwarna suram, kekuning-kuningan, dan ditandai dengan terbentuknya daun-daun muda, bunga atau buah yang tidak wajar dan tumbuh lebih awal dari biasanya. Bila tanaman dibongkar biasanya terdapat benang-benang jamur berwarna putih pada akar. Dengan mulsa dapat diketahui serangan penyakit lebih awal. Caranya, mulsa dihamparkan di sekitar leher akar. Dua minggun kemudian tampak benang jamur berwarna putih di pangkal akar jika mulsa diangkat. Pemeriksanaan tajuk tanaman untuk keseluruhan areal kebun karet dilakukan empat kali setahun, dimulai sejak tanaman berumur 6 bulan. SEdangkan pemeriksaaan dengan menggunakan mulsa dilakukan dua kali setahun pada awal dan akhir musim hujan. Pengendalian Beberapa cara pengendalian penyakit jamur akar putih adalah sebagai berikut: Sisa-sisa akar atau tunggul tanaman di areal pertanaman yang merupakan tempat hidup jamur harus disingkirkan atau dibakar. Bila hal ini tidak dapat dilakukan untuk keseluruhan areal, maka sekurang-kurangnya sepanjang barisan tanaman sekitar satu meter dari lubang tanaman harus bersih dari sisa-sisa akar dan tunggul-tunggul tersebut. Menanam tanaman penutup tanah yang baik untuk kebun karet. Tanaman yang dianjurkan adalah tanaman kacang-kacangan seperti Pueraria javanica (kacang ruji), Centrosema pubescens (kacang ketopong), Calopogonium mucunoides (kacang asu). Jenis tanaman ini berguna untuk mempertinggi aktivitas mikroba dan mempercepat pembusukan sisa-sisaa akar atau tunggul-tunggul tanaman sehingga secara tidak langsung dapat menekan perkembangan jamur akar putih. Jika sebelumnya kebun karet pernah mengalami serangan jamur akar putih, maka tanaman baru harus dilindungi. Caranya disekitar tanaman baru ditaburkan serbuk belerang sebanyak 100 g dengan radius antara 30 - 100 cm. SEtelah itu, serbuk dibenamkan kedalam tanah dengan bantuan garpu. PEnaburan serbuk belerang dilakukan setiap tahun hingga tanaman berumur 5 tahun. sebagai pengganti serbuk belerang dapat juga dipakai pupuk Ammonium Sulfat (ZA) sebanyak aadosis yang dianjurkan dalam pemupukan. Pupuk ini ditaburkan di sekitar tanaman. Di antara pohon karet tidak dianjurkan ditanami tanaman sela yang merupakan inang jamur akar putih seperti ubi kayu dan ubi jalar. Jamur akar putih dapat dibasmi dengan isolat Trichoderma yang bersifat antagonis terhadap jamur akar putih. Untuk memacu pertumbuhan mikroba, trichoderma ini ditambah serbuk belerang yang selanjutnya bisa berbiak dalam akar pohon karet. Bahan campuran ini diberikan di sekitar batang pohon karet yang telah digali sekitar 10 cm. Disadur oleh: Irwan Tanjung (Sumbar)