Penyakit karat daun pada kelapa sawit bukan disebabkan oleh jamur karat yang umum tetapi disebabkan oleh ganggang hijau (algae) dan biasanya hanya menyerang daun-daun tua pada tanaman mengahasilkan menghasilakn berumur > 5 tahun, sehingga dianggap tidak merugikan secara ekonomis. Tetapi apabila menyerang tanaman hingga 40% dari jumlah pelepah mulai dari daun terbawah diperkirakan telah menghambat aktivitas fotosintesis.Gejala: Karat daun terutama menyerang daun-daun tua, permukaan daun terserang tanpak tidak berkilat, kotor dan berwarna kemerahan. Karat muda berwarna hijau kelabu dan tua merah bata. Koloni muda terbentuk lingkaran dengan dimeter 0,5-1,0 mm dengan tepi tidak begitu jelas, setelah tua bentuknya tidak beraturan tampak agak menonjol pada permukaan atas daun dengan tebal 0,1-0,3 mm dan diameternya dapat mencapai 5 mm dengan tepi yang jelas. Kolonia tua dapat saling menyatu sehingga dapat menutupi sebagain besar helaian daun, menyebar terutama pada anak-anak daun di tengah pelepah. Algae berkembang diantara dan dinding terluar dari sel-sel epidermal, dapat mematikan sel-sel tersebut dan merangsang terbentuknya sel-sel gabus di permukaan daun. Jika koloni dilepas secara fisik tidak ada kerusakan jaringan permukaan daun, tetapi warnanya pucat diduga karena koloni menghambat cahaya mencapai jaringan itu.Penyebab: Karat daun kelapa sawit disebabkan oleh ganggang Cepphaleuros, biasanya C. Virescens Kunze. Gangang ini sering dijumpai pada permukaan daun kakao, teh, lada, cengkeh, karet, alpukat dan lain-lain. Dengan bantuan lensa dapat dilihat struktur menyerupai rambut dari alga tersebut berwarna kemerahan. Pada perkembangan selanjutnya bulu-bulu itu berwarna kekuningan, ujungnya bercabang 3-9 yang masing-masing membawa zoosporagium berbentuk bulat yang berisi zoospora yang dihasilkan dalam kondisi lembab menyebar dengan bantuan titik hujan ke helaian daun yang sama atau daun yang lain. Debu yang melekat di daun diduga menjadi salah satu nutrisi khususnya bahan organik bagi algae. Memang kenyatan dilapangan kasus berat karat daun biasanya terdapat pada kebun yang tanamannya besisian dengan jalan yang dilalui kenderaan.Faktor Pendorong :Kelembaban yang tinggi. Adanya tumbuhan inang disekitar kebun. Debu dari jalan tanah di dalam kebun. Titik-titik embun di permukaan daun.Pengendalian : Jika karat-karat hanya pada daun tertua saja tidak perlu mengendalikan khusus, cukup dengan penunasan pelepah secara teratur dengan pusingan < 9 bulan. Jika serangan cukup berat di mana > 40% dari jumlah pelepah telah berkarat, maka pengendalian secara kimiawi perlu dilakukan dengan menggunakan fungisida klorotalonil, mankozeb, koper oksiklorida, koper oksida dengan konsentrasi 0,2-0,3%, disemprotkan ke permukaan atas daun tiap 10-14 hari. Menunaskan ttumbuhan inang disekitar kebun.Penulis : Marjuna Usman, SP (PP Muda pada KJF Kab. Nagan Raya) dan Aslina (CPNS Penyuluh Pertanian BPP Tripa Makmur)Sumber :Budidaya Kelapa Sawit, Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Indonesian Oil Palm Research Institute (IOPRI)