Banyak Penyakit yang sering menyerang pada hewan ruminansia besar yang kita sadari betul akan kerugian yang di dapat karena tidak serius menanganinya. Sehingga para peternak mengalami kesulitan dalam menangani ternaknya. Untuk itu perlu diperkenalkan salah satu penyakit yang dapat menyerang pada ternak ruminansia yaitu penyakit surra.Pada mulanya penyakit ini ditemukan pada kuda, unta dan bagal, tetapi ternyata hampir semua hewan berdarah panas terhadap Surra Meskipun derajat kerentaanya tidak sama. Kuda, unta dan anjingmerupakan hewan yang paling renta. Adapun ruminansia kurang rentan.Di Indonesia, penyakit ini lebih sering menyerang kuda, sapi, kerbau, babi dan anjing. Tingkat penyerangan Trypanosema.evansi bervariasi tergantung pada lokasi dan spesies inangnya.Penyakit ini disebarkan lalat penghisap darah seperti Tabanus dan Haematopota. Surra merupakan penyakit endemik yang telah yang telah menyebar di seluruh wilayah di Indonesia. Dibandingkan dengan sap;i , kerbau diduga lebih rentan terhadap penyakit surraPenyakit surra disebabkan oleh Trypanosoma evansi. Protozoa ini memilikibentuk tubuhnya seperti kumparan dengan salah satu ujung lancip dan ujung yang lain sedikit tumpul.Pengaruh Lingkungan, Penyebaran dan peningkatan kasus surra terkait dengan populasi vektor lalat. Kondisi lingkungan yang sesuai dengan perkembangan vektor seperti kelembaban yang tinggi dan suhu yang ideal bagi pertumbuhanlalat akan menjadi salah satu faktor penentu meningkatnya kasus surra apabila tidak diikuti dengan pengobatan yang cepat dan efektif.Cara Penularan, penularan penyakit surra melalui vektor lalat pengisap darah yang termasuk golongan Tabanidae. Cara penularannya secara mekanik murni, artinya trypanosoma tidak mengalami siklus hidup dalam lalat tersebut. Hewan yang mengandung parasit tanpa menunjukkan gejala sakit merupakan sumber penyakit Distribusi Penyakit, Penyakit surra tersebar luas hampir di seluruh dunia. Di Indonesia, penyakit ini pertama kali ditemukan pada seekor kuda di Semarang pada tahun 1897.Setelah penyakit ini ditemukan di Indonesia pada tahun 1897, kemudian dibeberapa daerah lain juga diketahui adanya kasus surra. Kasus surra biasanya terjadi secara sporadik, tetapi terkadang dapat juga merupakan wabah yang menimbulkan banyak kematian..Kasus penyakit surra umumnya terjadi secara sporadik, tetapi terkadang dapat juga merupakan wadah yang menimbulkan banyak kematian. Wabah di tegal tahun 1898 menyebabkan kematian 500 ekor kerbau. Tahun 1969/1970 terjadi wabah di jawa tengah yang menyebabkan kematian dari 40.000 ekor ternakAdanya kebijak memasukkan Surra ke dalam penyakit hewan menular strategis (PHMS), mampu menekan kejadian Surra di lapang.Pengenalan penyakitUntuk kuda, masa inkubasi 4-13 hari diikuti demam (lebih dari 39 C). Hewan nampak lesu dan lemah. Mula-mula selera makan menurun kemudian pulih kembali,. Kepincangan sering terjadi pada kaki belakang, bahkan tidak jarangmengalami kelumpuhan pada tubuh bagian belakang.Pada sapi dan kerbau,mula-mula cermin hidung kering kemudian keluar cairan dari hidung dan mata. Kadang-kadang kerbau terlihat makan tanah. Bila berlanjut maka hewan berjalan tidak tegap (sempoyongan), berputar-putar, kejang, gerak paksa,kaku sebelum mati. Penyusun : Sad Hutomo Pribadi Penyuluh BBP2TPSumber bacaan ; dari berbagai sumber bacaan