Padi memang bukanlah tanaman air tetapi padi membutuhkan air, ada beberapa fase untuk tanaman ini membutuhkan air, seperti di singgung di atas, perbanyakan tanaman padi dengan system kering sangat menguntungkan tetapi tidak berarti bahwa dengan perbanyakan dengan lahan yang basah tanaman yang kita tanam menjadi jelek. Bagi yang barumengenal budidaya padi mungkin bingung dengan cara persemaian padi system kering. Sebenarnya system ini sudah lama di lakukan oleh masyarakat atau petani lokal namun hanya sedikit saja yang mengaplikasikanya, beberapa metode ini sering di sosialisasikan oleh SRI yang berfokus pada ketahanan pangan budidaya padi. Mungkin andaNsering melihat persemaian padi di petakan sawah itu adalah persemaian padi basah/konvensional, ada beberapa kekurangan dari persemaian basah SYARAT PERTUMBUHAN Curah hujan yang baik adalah 200 mm/bulan atau 1500-2000 mm/tahun. Padi dapat ditanam di musim kemarau atau hujan. Pada musim kemarau produksi meningkat asalkan air irigasi selalu tersedia. Di dataran rendah padi memerlukan ketinggian 0-650 m dpl dengan temperatur 22O-27O C sedangkan di dataran tinggi 650-1.500 m dpl dengan temperatur 19O- 23OC, memerlukan penyinaram matahari penuh tanpa naungan.Padi sawah ditanam di tanah berlempung yang berat atau tanah yang memiliki lapisan keras 30 cm di bawah permukaan tanah.Menghendaki tanah lumpur yang subur dengan ketebalan 18-22 cm .Keasaman tanah antara pH 4,0-7,0. Pada padi sawah, penggenangan akan mengubah pH tanam menjadi netral (7,0). Pada prinsipnya tanah berkapur dengan pH 8,1-8,2 tidak merusak tanaman padi. Persyaratan Benih Memerlukan tempat yang luas Sehingga pada pembibitan saat pengerjaan serta waktu yang di butuhkan akan lebih lama, hal ini di pengaruhi oleh lahan yang termakan banyak sekali. Bisa di kolkulasikan ongkos dan waktu yang keluar dari lahan yang terambil luas. 3.2 Pengontrolan Bibit yang Kurang Terkontrol Karena lahan yang sangat luas pengendalian hama dan penyakit akan kurang terkordinir, penyerangan hama dan penyakit tidak bisa di tentukan dan tentu kita hanya bisa mencegahnya, dari hal ini jika lahan yang luas tentu membutuhkan tenaga yang sangat besar. Untuk memindahkan dari persemaian ke lahan sawah memerlukan pekerjaan 2 x sehingga ongkos yang di keluarkan akan dobel. Di bandingkan dengan system persemaian kering, anda bisa mengerjakanya sendiri bahkan bisa memanfaatkan pekarangan rumah, mudah dalam pengawasan serta tidak memerlukan tenaga kerja yang besar bisa di kerjakan sendiri. 3.3 Berikutadalahbeberapahal yang harusdisiapkanuntukmembuatpersemaian tertutup Bahan Benih Padi Pupuk Kandang Tanah Plastik Persal plastik sesuai ukuran bedengan 3.3.1Perlakuan Benih Benih yang akan di tanam di rendam terlebih dahulu oleh air hangat, biarkan air sampai dingin selama 1 hari 1 malam, kemudian di peram selama 2 x 24 jam, tujuanya agar menghilangakan proses dormansi, halini di tandai dengan munculnya akar – akar kecil pada biji menandakan siap di tanam. Atau anda bisa melakukan uji kecambah terlebih dahulu untuk memastikan berapa persen pertumbuhan benih. 3.3.2 Persiapan Tanah Untuk media tanamnya dapat menggunakan tanah yang sudah tercampur oleh pupuk organik atau pupuk non organik tetapi di sarankan menggunakan pupuk organik dengan perbandingan1 : 2. Pastikan bahwa pupuk organik yang anda gunakan benar-benar matang, karena dapat mempengaruhi pertumbuhan benih yang akan di tanam. Untuk memastikan pupuk organik itu matang atau tidak, anda bisa cek kematanganya dengan cara memasukan pupuk kedalam ember kemudian tunggu sampai pupuk mengendap dan lihat jika air bening berarti pupuk organik itu sedah siap di gunakan, begitu juga sebaliknya. 3.3.3 Persiapan Media Tanam Untuk menyiapkan media tanam kita akan menggunakan plastik sebagai alas dasar dari permukaan tanah yang tercampur pupuk, plastik dapat digunakan dengan jenis apapun seperti terpal, plastik hitam, plastik kantung dll, dengan catatan plastik harus benar-benar utuh dan tidak cacar karena jika bocor air akan mudah larut. 3.3.4 Sebar Bibit Buat tempat penyemaian sesuai dengan kebutuhan penyemain benih dapat dilakukan di tepi lahan sawah Pada bagian bawah tutup area penyemaian padi dengan plastik hal ini dilakukan untuk mempermudah pengambilan bibit pada saat ditanam dilahan Diatasplastiktutupdengantanahsetebal 2-3 cm sebagai media tanambenih Tabur benih pada area Tutup dengan karung disepanjang persemaian (penutupan ini dimungkinkan untuk menghindari tanaman padi dari serangan hama dan penyakit) selama umur persemaian Biarkan tanaman tersebut hingga tumbuh kurang lebih 10-12 hari Buka tutup persemaian jika sudah berumur 10-15hari (awal dibuka padi akan terlihat rebah, namun keadaan ini hanya sebentar, padi akan kembali tumbuh tegak) 3.3.5 Pengambilan Bibit Kondisi pindah tanam yang dilakukan saat tanaman padi berumur 10-13 hari dari persemaian kelahan memungkinkan tanaman pad itu tumbuh secara optimum. Hal ini dikarenakan pada saat tanaman padi berumur 1-15 hari, tanaman padi masih menggunakan makanan dari cadangan biji yang digunakan untuk metabolisme. Oleh karena itu anjuran pindah tanah yang paling baik tidak melebihi umur 15 hst. Jika melebihi 15hst maka tanaman padi akan sulit beradaptasi dengan kondisi lingkungan. 3.3.6 Penanaman Setelah lahan padi di siapkan untuk penanaman anda bisa menyobek plasti kataumemisahkan plastik dari bagian benih yang siap tanam. Sobek atau Pecah-pecah sesuai ukuran yang diperlukan. Penanaman benh bisa di lakukan dengan manual atau bisa menggunakan mesin penanam padi.