Loading...

MENGENAL PESTISIDA NABATI DAN CARA PEMBUATANNYA

MENGENAL  PESTISIDA NABATI DAN CARA PEMBUATANNYA
Pestisida telah dikenal sejak awal peradaban manusia, baik berasal dari mineral maupun nabati. Pestisida nabati yaitu pestisida yang bahan aktifnya berasal dari tanaman/tumbuhan, sehingga dapat dibedakan dengan golongan pestisida sintetik. Oleh karena terbuat dari bahan alami/nabati, maka jenis pestisida nabati mudah terurai (biodegradable) di alam sehingga tidak mencemari lingkungan dan relatif aman bagi manusia dan ternak peliharaan, karena residunya mudah hilang (Kardiman, 1998 dan Saras, 1999) Pestisida nabati mencangkup bahan nabati yang dapat berfungsi sebagai zat pembunuh, zat penolak, zat pemikat/penarik dan zat penghambat pertumbuhan OPT. Pada mulanya pestisida nabati merupakan awal dikenalnya penggunaan pestisida untuk mengendalian OPT. Namun demikian sejak ditemukannya pestisida sintetik, penggunaan pestisida nabati menjadi terdesak. Dalam perjalanannya, ternyata dikemudian hari pestisida sintetik menimbulkan dampak negatif yang tidak diinginkan.Penggunaan pestisida sintetik yang lepas kontrol dirasakan merusak lingkungan dan kesehatan manusia sehingga perhatian beralih kembali kepada penggunaan dan pemanfaatan pestisida nabati (botanis) yang dapat mengganti pestisida sintetik (Kardinan, 1998). Pestisida adalah zat pengendali hama (seperti: ulat, wereng, kepik dan lain-lain). Pestisida nabati adalah pengendali hama yang dibuat dengan memanfaatkan zat racun dari tanaman seperti gadung dan tembakau dan lain-lain. Karena bahan-bahan ini mudah didapat oleh petani, maka pestisida ini dapat dibuat sendiri oleh petani sehingga menekan biaya produksi dan akrab dengan lingkungan. Penggunaan pestisida organik juga harus dilakukan dengan hati-hati dan dengan kesabaran serta ketelitian. Banyaknya pestisida nabati yang disemprotkan ke tanaman harus disesuaikan dengan hama. Waktu penyemprotan juga harus diperhatikan petani sesuai dengan siklus perkembangan hama. Pestisida nabati dapat menjamin keamanan ekosistem. Dengan pestisida nabati hama hanya terusir dari tanaman petani tanpa membunuh. Selain itu penggunaan pestisida nabati dapat mencegah lahan pertanian menjadi keras dan menghindari ketergantungan pada pestisida kimia. Untuk pencegahan adanya hama, penyemprotan dapat dilakukan secara periodik pada tanaman sayuran. Sebaiknya dalam waktu satu minggu sekali atau disesuaikan dengan ada tidaknya hama karena hama selalu berpindah. Bahan baku Pestisida nabati diantaranya dapat diperoleh dari biji mahoni, kunyit, jahe, serai dan cabe. Pembuatannya dengan dihaluskan, diberi air, diperas dan disaring. Untuk cabe saat penyemprotan harus hati-hati jangan sampai berbalik arah mengenai manusia.Pestisida dari mahoni untuk mengatasi hama tanaman terong dan pare. Kunyit, jahe, serai untuk mengatasi jamur tanaman dan buah. Cabe untuk mengatasi semua jenis hama kecuali hama di dalam tanah. Selain dengan pestisida organik buatan, pengusiran hama lalat buah juga dapat dilakukan dengan pengalihan perhatian hama pada warna-warna yang disukainya. Caranya dengan memasang warna tertentu yang bisa menarik lalat buah di sekitar tanaman. Pertanian secara tumpang sari juga bisa menjadi alternatif mengurangi hama tanaman tertentu. Cara Pembuatan Pestisida Nabati Secara garis besar pembuatan pestisida nabati dapat dibedakan menjadi 2 (dua) cara, yaitu secara sederhana dan secara laboratorium (Kepala Sub-direktorat PHT, 2002). Cara sederhana (jangka pendek) : dapat dilakukan oleh petani, penggunaan ekstrak dilakukan sesegera mungkin setelah pembuatan karena tidak tahan disimpan lama, berorientasi kepada penerapan usahatani berinput rendah Cara laboratorium (jangka panjang) : dilakukan oleh tenaga akhli yang sudah terlatih, berorientasi pada industri, hasil kemasan memungkinkan untuk disimpan relatif lama, membutuhkan alat dan bahan kimia khusus yang dapat menyebabkan produk pestisida nabati menjadi mahal. Oleh karena itu di tingkat lapang pembuatan dan penggunaan pestisida nabati lebih diarahkan dan dianjurkan kepada cara sederhana, dengan beberapa teknik pembuatan seperti penggerusan, penumbukan, perendaman, ataupun dengan cara penyulingan. Pembuatan ekstrak kitolod Bahan dan alat : Kitolod Bantalan/talenan dan pisau Timbangan Gelas ukur Ember Blender Air dan Saringan Cara pembuatan : Tanaman kitolod dibersihkan dari tanah/kotoran, lalu dipotong-potong. Timbang potongan bahan tadi sebanyak 200 gram dan diblender atau ditumbuk sampai hancur dan halus. Kemudian masukkan ke dalam ember dan diberi air sebanyak 800 cc (konsentrasi 20 %) dan difermentasikan selama 1 hari. Saring ekstrak kitolod dan tambahkan detergent sebanyak 5 gram. Masukkan ekstrak tersebut ke dalam alat semprot/sprayer dan siap diaplikasikan. Pembuatan air sulingan lengkuas Bahan dan alat : Rimpang lengkuas Pisau pemotong Niru Timbangan Gelas ukur Air Alat penylingan Cara pembuatan : Rimpang lengkuas dibersihkan dari tanah atau kotoran. Iris rimpang lengkuas, tempatkan pada niru dan dikering anginkan (lebih kurang 3 hari). Timbang rimpang lengkuas yang sudah kering sebanyak 1 kg, kemudian masukkan ke dalam panci penguapan/penyulingan. Ambil air sebanyak 4 liter dan masukkan ke dalam panci suling yang dipanaskan dengan nyala api kompor. Tampung hasil sulingan lengkuas ke dalam erlenmeyer/botol/jerigen. Pestisida Nabati untuk Tikus Bahan-bahan : 1 kg gadung racun (atau gadung KB) 5 kg katul (katul jagung atau katul beras) atau 10 kg dedak 50 gram kemiri 100 gram ikan asin. Sedikit air. Cara membuat : Kemiri disangrai, lalu dihancurkan Ikan asin dihancurkan Gadung dikupas, lalu diparut Semua bahan tersebut di atas dicampur rata, lalu dibuat dalam bentuk pelet kering. Cara penggunaan : Tempatkan pelet racun pada tempat yang sering dilalui tikus. Pestisida nabati untuk walang sangit Bahan-bahan : 1 genggan jeringau, 1 genggam daun sirzak, 8 siung bawang putih, 5 liter air, sedikit sabun wing. Cara membuat : Bahan ditumbuk halus, kemudian dicampur dengan air dan sedikit sabun wing. Setelah itu dibiarkan untuk fermentasi selama 15 hari. Sesudah itu disaring. Cara penggunaan : Disemprotkan dengan alat semprot. Konsentrasi 200-250 cc/15 liter air. Pestisida nabati untuk penggerek batang padi Bahan-bahan : 1 genggan jeringau, 1 genggam daun sirzak, 8 siung bawang putih, 1 genggam tembakau, 5 liter air, sedikit sabun wing. Cara membuat : Bahan ditumbuk halus, kemudian dicampur dengan air dan sedikit sabun wing. Setelah itu dibiarkan untuk fermentasi selama 15 hari. Sesudah itu disaring. Cara penggunaan : Disemprotkan dengan alat semprot. Konsentrasi 200-250 cc/15 liter air. Pesticida nabati untuk wereng coklat Bahan-bahan : Satu genggam daun sirzak, 1 genggam rimpang jeringau, 20 siung bawang putih, 20 gram detergent(sabun colek), 20 liter air. Cara membuat : Semua bahan ditumbuk halus dan dicampur dengan detergent lalu direndam dalam air selama 2 hari. Sesudah itu disaring. Setiap 1 liter air saringan ini dapat diencerkan dengan 10-15 liter air untuk disemprotkan. Pestisida nabati untuk hama Thrips pada cabai Bahan-bahan: 50-100 lembar daun sirzak, 15 gram detergent (sabun colek), 5 liter air. Cara membuat : Daun sirzak ditumbuk halus dicampur dengan 5 liter air dan detergent dan diendapkan semalam. Kemudian disaring. Setiap 1 liter air saringan diencerkan dalam 10-15 liter air untuk disemprotkan pada sasaran. Cara pembuatan Ekstrak Daun Mimba (untuk hama wereng coklat) Daun mimba yang masih basah dipipil dari tangkai dan rantingnya. Timbang 10 kg hasil pipilan, kemudian diekstrak dengan cara ditumbuk. Tambahkan 10 liter air bersih dan 10 g detergen, kemudian dipermentasi selama semalam / ±24 jam. Setelah dipermentasi kemudian disaring sehingga didapatkan laruran stok ekstrak daun mimba. Untuk keperluan aplikasi, larutan stok ini diencerkan lagi dengan perbandingan 1 : 10, sehingga didapat konsentrasi larutan semprot 10 %. Cara pembuatan air Rebusan (daun Mimba + Lengkuas) 1 kg rimpang lengkuas diparut dan tambahkan 5 kg daun mimba yang sudah dipipil. Bahan lengkuas dan daun mimba ini, kemudian direbus dalam 20 liter air selama 1 (satu) jam terhitung mulai air mendidih. Setelah itu diangkat dan kemudian dipermentasikan selama se-malam/ 24 jam. Setelah dipermentasi kemudian disaring, sehingga diperoleh larutan stok air Rebusan (daun Mimba + Lengkuas). Untuk keperluan aplikasi, larutan stok tadi diencerkan lagi dengan perbandingan 1 : 20, sehingga didapatkan konsentrasi larutan semprot 5 %. Membuat Pestisida nabati untuk Hama dan penyakit tanaman Bahan dan Alat: 2 kg gadung. 1 kg tembakau. 2 ons terasi. ¼ kg jaringao (dringo). 4 liter air. 1 sendok makan minyak kelapa. Parutan kelapa. Saringan kelapa (kain tipis). Ember plastik. Nampan plastik. Cara Pembuatan: Minyak kelapa dioleskan pada kulit tangan dan kaki (sebagai perisai dari getah gadung). Gadung dikupas kulitnya dan diparut, Tembakau digodok atau dapat juga direndam dengan 3 liter air panas , Jaringao ditumbuk kemudian direndam dengan ½ liter air panas, Tembakau, jaringao, dan terasi direndam sendiri-sendiri selama 24 jam, Kemudiandilakukan penyaringan satu per satu, dijadikan satu wadah sehingga hasilperasan ramuan tersebut menjadi 5 liter larutan. Dosis: 1 gelas larutan dicampur 5-10 liter air. 2 gelas larutan dicampur 10-14 liter air. Kegunaan: Dapat menekan populasi serangan hama dan penyakit. Dapat menolak hama dan penyakit. Dapat mengundang makanan tambahan musuh alami. Sasaran : Wereng Batang Coklat, Lembing Batu, Ulat Grayak, Ulat Hama Putih Palsu Pestisida NIKURAK (Mahoni, Tembakau dan Daun jarak) a.Bahan-bahan : Biji mahoni : 300 gram Tembakau : 100 gram Daun jarak : 1 kg Air : 6 ltr Cara membuatnya Biji mahoni digiling/ditumbuk halus. Daun jarak dan tembakau direbus dengan air sampai mendidih angkat dan dinginkan. Campurkan mahoni yang sudah ditumbuk halus aduk hingga rata, kemudian diamkan selama 24 jam, lalu saring. Jika larutan pestisida organik ingin disimpan, maka pencampuran dilakukan pada saat akan digunakan. Demikian pembahasan tentang pestisida nabati dan cara pembuatannya semoga dapat bermanfaat untuk mengendalikan hama penyakit tanaman. Penyusun: I Putu Sila Kencana (Penyuluh Pertanian BPP Banjar, Buleleng - Bali)