Loading...

Mengenal Ragam Pestisida Kimia dan Pestisida Nabati

Mengenal Ragam Pestisida Kimia dan Pestisida Nabati
Pestisida kimia maupun bahan-bahan kimia lainnya yang digunakan untuk pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) sangat membahayakan bagi kehidupan mahluk hidup !!!!!!! Penggunaan pestisida secara berlebihan bisa merusak lingkungan dan ekosistem yang ada, termasuk bisa membahayakan manusia jika menghirup bahan kimia atau memakan bahan pangan yang disemprot pestisida kimia. Pestisida adalah bahan atau zat kimia yang digunakan untuk membunuh hama, baik yang berupa tumbuhan, serangga, maupun hewan lain di lingkungan kita. Berdasarkan jenis hama yang akan diberantas, pestisida digolongkan menjadi insektisida, herbisida, nematisida, fungisida, dan rodentisida. Lebih lanjut dapat diuraikan sebagai berikut : Insektisida Insektisida merupakan pestisida untuk memberantas serangga, seperti nyamuk, kecoak, kutu busuk, rayap, semut, belalang, wereng, ulat, dan sebagainya. Contoh insektisida antara lain diazinon, tiodan, basmion, basudin, propoksur, diklorovinil dimetil fosfat, timbel arsenat, dan magnesium fluorosilikat. HerbisidaHerbisida merupakan pestisida untuk mencegah dan mematikan gulma atau tumbuhan pengganggu, seperti eceng gondok, rumput teki, dan alang-alang. Alang-alang dapat dikatakan sebagai hama tanaman karena alang-alang menyerap semua zat makanan yang ada dalam tanah. Contoh herbisida antara lain gramoxone, totacol, pentakloro fenol, dan amonium sulfonat. NematisidaNematisida adalah pestisida untuk memberantas hama cacing. Hama ini sering merusak akar atau umbi tanaman. Contoh nematisida adalah oksamil dan natrium metam. FungisidaFungisida adalah pestisida untuk memberantas jamur (fungi). Contoh fungisida adalah timbel (I) oksida, carbendazim, tembaga oksiklorida, dan natrium dikromat. RodentisidaRodentisida adalah pestisida untuk memberantas binatang pengerat, misalnya tikus. Contoh rodentisida adalah warangan (senyawa arsen) dan thalium sulfat. Mengingat bahaya yang dapat ditimbulkan karena penggunaan pestisida kimia, perlu adanya upaya untuk meminimalkan atau mengurangi penggunaan pestisida kimia namun tetap mampu meningkatkan hasil pertanian. Salah satu upaya yang dapat ditempuh adalah dengan penggunaan pestisida nabati, yaitu pestisida yang bahan aktifnya berasal dari tumbuh-tumbuhan yang mempunyai kemampuan untuk melindungi tanaman dari serangan hama. Berdasarkan jenis hama atau serangga yang akan dikendalikan, maka kita mengenal Pestisida Nabati yang dikelompokan sebagai kelompok tumbuhan yang dapat menghasilkan pestisida sebagai berikut : Kelompok tumbuhan insektisida nabatiKelompok tumbuhan dalam katagori ini menghasilkan pestisida pengendali hama insektisida. Contoh tanaman piretrium, aglaia, babadotan, bengkuang, bitung, jeringau, saga, serai, sirsak dan srikaya. Kelompok tumbuhan antraktan atau pemikatKelompok tumbuhan yang menghasilkan bahan kimia menyerupai feromon seks pada serangga betina. Bahan kimia tersebut dapat menarik serangga jantan, khususnya hama lalat buah dari jenis Bactrocera dorsalis. Contoh tumbuhan dari kelompok ini adalah daun selasih. Kelompok tumbuhan rodentisida nabatiKelompok tumbuhan yang menghasilkan pestisida pengendali hama rodentisida. Tumbuhan ini terbagi menjadi dua jenis, sebagai penekan kelahiran (efek aborsi atau kontrasepsi) dan penekan populasi.Cara kerja tanaman ini dngan meracuni OPT yang ada. Tumbuhan yang termasuk kelompok penekan kelahiran umumnya mengandung steroid, sedangkan yang tergolong penekan populasi biasanya mengandung alkaloid. Dua jenis tumbuhan yang sering digunakan adalah jenis gadung KB (Dioscorea composite) dan gadung racun (Dioscorea hispida). Kelompok tumbuhan moluskisidaKelompok tumbuhan yang menghasilkan pestisida pengendali hama moluska. Beberapa tanaman yang dapat menimbulkan pengaruh moluskasida, diantaranya daun sembung, akar tuba, daun patah tulang, dan tefrosia (kacang babi) Kelompok tumbuhan pestisida serbagunaKelompok tumbuhan yang tidak berfungsi hanya satu jenis saja, misalnya insektisida saja, tetapi juga berfungsi sebagai fungisida, bakterisida, moluskisida, nematisida dan lainnya. Contoh tumbuhan dari kelompok ini adalah jambu mete, lada, mimba, mindi, tembakau, dan cengkih.Semoga informasi ini dapat bermanfaat. Siti Nurjanah Penyuluh Pertanian Utama, Pusat Penyuluhan Pertanian. BPPSDMP Kementerian Pertanian. Email : snurjanah8514@yahoo.comSumber : 1) Haryono, 2013. Pestisida Nabati, Murah, Mudah & Ramah Lingkungan, Seri Pak Ino Berbagi Teknologi. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian, Republik Indonesia.2) http://www.slideshare.net/indrinaisyan/pestisida-nabati diakses tanggal 10 Desember 2014.3) http://www.erlangga.co.id diakses tanggal 15 Desember 2014.4) Sumber gambar: http://dyahqurnia.blogspot.com/2013, diakses tanggal 16 Desember 2014.