Loading...

MENGENAL SERAI WANGI SEWANGI NAMANYA

MENGENAL SERAI WANGI SEWANGI NAMANYA
Tanaman serai wangi sudah sejak lama dibudidayakan di Indonesia. Jenis yang banyak dikenal adalah mahapengiri dan lenabatu. Tanaman serai wangi memilikii bentuk daun yang lebih lebar dibandingkan bentuk serai wangi biasa. Daunnya membentuk rumpun yang lebih besar dengan jumlah batang lebih banyak. Warna daun lebih tua (hijau tua) sedangkan serai biasa berdaun hijau muda agak kelabu.Serai wangi adalah tumbuhan dari keluarga rumput-rumputan. Tumbuhan yang memiliki nama lain Cymbopogon nardus ini tumbuh berumpun dengan tinggi sekitar 50-100 cm. Daunnya tunggal berjumbai seperti pita dengan panjang sampai 1 meter dan lebar 1,5 cm. Batangnya tidak berkayu, berusuk-rusuk pendek dan berwarna putih. Tanaman serai wangi berkembang biak dengan sistem bonggol akar. Kandungan tanaman inimengandung zat geraniol, metilheptenon, terpen, terpen-alkohol, asam-asam organik dan terutama sitronelal. Tanaman ini termasuk golongan rumput-rumputan, tanaman serai wangi tidak banyak memerlukan banyak persyaratan dan dapat ditanam pada tanah yang kurang subur. Tanaman ini memiliki akar serabut yang banyak, sehingga selain dapat diambil minyaknya tanaman ini juga berpotensial untuk mencegah erosi tanah dan merehabilitasi lahan kritis.Bibit serai wangi yang digunakan sebagai bahan tanam harus memenuhi beberapa kriteria antara lain: bahan tanam harus sehat dan bebas dari penyakit, bahan tanam berupa rumpun tua sekurangnya berumur 1 tahun, bahan tanam (stek) diperoleh dengan cara memecah rumpun yang berukuran besar namun tidak beruas, sebagian pelepah daun dari stek dipotong 3 – 5 cm, sebagian akar ditinggalkan sekitar 2,5 cm dibawah leher akar.Untuk pengolahan tanah, tanah digemburkan dengan cara dicangkul sedalam 35 cm sehingga tanah yang semula dibawah dibalik ke permukaan. Kemudian tanah dibersihkan dari rumput atau gulma. Lahan dibiarkan 2 – 3 hari agar tanah dapat melakukan penguapan. Selanjutnya dibuat bedengan dengan ukuran panjang ±2 meter dan lebar ±1,5 meter. Lahan yang miring dibuat terasering agar humus pada permukaan tanah tidak hanyut atau terbawa oleh air hujan. Seluruh areal pertanaman diberi saluran pembuangan air agar air tidak menggenang. Hal ini dikarenakan pertumbuhan tanaman serai wangi kurang baik jika terlalu banyak air.Sebelum ditanam, bahan tanam yang berupa bibit sebaiknya disemai dahulu. Hal ini bertujuan untuk mengurangi faktor kegagalan penanaman di lapangan. Langkah untuk membuat persemaian adalah: tanah dicangkul dan dicampur pasir dengan perbandingan 2:1; buat bedengan dengan ukuran panjang disesuaikan dengan kondisi di lapangan, lebar 80 – 120 cm dan tinggi 25 – 50 cm; kemudian diatas bedengan diberi pupuk kandang atau kompos secara merata; bedengan diberi pohon naungan atau diberi atap daun kelapa, alang dan sebagainya.Bibit serai wangi ditanam dengan jarak tanam 100 x 50 cm. Kemudian dibuat lubang tanam dengan ukuran panjang 30 cm, lebar 30 cm dan kedalaman 30 cm. Lubang tanam diberi pupuk kandang ± 0,2-0,3kg/lubang tanam. Lubang tanam tersebut dibiarkan terbuka selama 2 minggu agar mendapat sinar matahari. Tanah bekas cangkulan dimasukkan kembali kedalam lubang. Sebaiknya penanaman dilakukan pada musim hujan. Untuk penanaman ambil 2-3 bibit serai wangi kemudian dimasukkan tepat ditengah lubang tanam, posisikan agak miring dari permukaan tanah. Bibit kemudian ditimbun dengan tanah bekas galian lubang lalu ditekan merata ke sekeliling tanaman. Sebaiknya penanaman dilakukan pada sore hari.DitulisKembaliOleh :HarnatiRafiastuti, SP (Penyuluh BBP2TP)AlamatEmail : harnati_r@yahoo.comSumberBacaan :1. Dahrul. 2011. Budidaya Tanaman Serai. http://agrocultural.blogspot.com. 2. Damanik, S. 2006. Pengembangan Usaha Pertanian Konservasi Tanaman Akar Wangi (Studi Kasus DAS Cimanuk Hulu, Kabupaten Garut). http://repository.ipb.ac.id. 3. Wicak. 2010.Tanaman Konservasi. http://petanitangguh.blogspot.com.