Pendahuluan Susu adalah hasil pemerahan dari ternak kambing perah atau dari ternak menyusui lainnya yang diperah secara kontinyu dan komponen-komponennya tidak dikurangi serta tidak ditambahkan bahan-bahan lain. Susu bernilai gizi tinggi dapat digunakan sebagai makanan manusia segala umur, sehingga susu merupakan makanan yang dapat dikatakan sempurna.Kambing Peranakan Etawa merupakan persilangan kambing kacang dengan kambing Etawa (Jamnapari) . Dengan ciri khas bentuk muka cembung, telinga panjang sekitar 18 – 30 cm dan menggantung, dengan postur tubuh tinggi memiliki tinggi punggung berkisar antara 76 – 100 cm, panjang dan ramping. Pada jantan , bulu bagian atas dan bawah leher, pundak lebih tebal dan agak panjang, sedangkan pada betina hanya bagian paha yang lebih panjang. Warna kambing ini bervariasi dari coklat sampai hitam.Sedangkan bobot hidup dewasa jantan mencapai 40 kg dan betina sekitar 35 kg.Ternak kambing Peranakan Etawa ini merupakan penghasil susu yang mempunyai nilai gizi tinggi. Walaupun ada pula susu yang dihasilkan oleh ternak lain misalnya kerbau, sapi, kuda dan domba, akan tetapi penggunaannya dimasyarakat lebih populer susu sapi perah.Setiap peternak kambing ini senantiasa mengupayakan agar susu yang diproduksi kambing miliknya dapat dimanfaatkan seutuhnya tanpa ada kerusakan ataupun terbuang percuma. Upaya yang dilakukan tidak hanya tertuju pada kebersihannya, tetapi juga terhadap kualitasnya.. Potensi yang dimiliki Kambing PE Potensi produksi susu cukup tinggi . Poduksi susu untuk satu ekor kambing diperoleh sebesar 1,0 -1,5 liter perhari dengan lama laktasi (menghasilkan susu) selama 7 – 10 bulan tetapi sebaiknya diperah selama 5 – 6 bulan dengan masa kering selama 2 – 3 bulan. Kambing ini dapat melahirkan dengan jumlah anak sekitar 1 – 3 ekor per kelahiran . Memiliki berat lahir 3 – 4,5 kg dan juga berat sapih 13 – 15 kg. Sedangkan komposisi susu kambing antara lain mengandung air sebesar 83 – 87 %, Protein 3,3 – 4,9 %, Lemak susu 4 – 7 %, Calsium 9,129 % dan Pospor 0,106 % Prospek Pengembangan (1) Dapat dikembangkan hampir disemua kondisi agroekosistem di Indonesia. (2) Pemeliharaannya mudah dan memerlukan modal yang relatif kecil. (3) Membantu program peningkatan gizi dan kesehatan masyarakat di pedesaan melalui konsumsi susu kambing tanpa harus mengorbankan ternaknya sebagai penghasil ternak bibit. Keunggulan susu kambing (1) Persentase butir-butir lemak dengan diameter kecil cukup tinggi (82,7%) (2) 20 % asam lemak susu kambing termasuk asam lemak dengan rantai pendek dan sedang ( 4 – 12 karbon) sehingga mudah dan cepat dicernak. (3) Sangat baik diberikan untuk orang yang mengalami gangguan pencernaan bila mengkonsumsi susu sapi atau alergi susu sapi. Kandungan Susu Kambing Berdasarkan kesimpulan dari beberapa referensi, bahwa susu kambing memiliki kandungan mineral yang sempurna diantaranya : (1) Mengandung Zincum (Zn), (2) Mineral Alkaline (3) Zat Flourin serta betakasein (4) Kandungan A2-betakasein dan Asam Amino Esensial (4) Cynokobalamin (5) Kalium (K) (6) Enzim Xanthine Oxydase dan niasin (Vit B3) (7) Kandungan Kalsium (8) Kandungan MCTnya (Medium Chain Trygliseride) (9) Kaya dengan lactoglobulin penahan protein penyebab, alergi (10)Tingkat keasaman (11) Mengandung mineral, belerang metionin, riboflavin (Vit B2) dan B3 (12) Riboflavin (Vit B2) (13) Lactoferrin (LF), lactoperoxidase, lysozyme dan peptide Penyusun : Sad Hutomo PribadiSumber : Badan Litbang Pertanian