Dalam usaha meningkatkan produktivitas ternak, terutama ternak ruminansia diperlukan hijauan yang tersedia sepanjang tahun, berkualitas baik dan penanamannya mudah. Hijauan makan ternak dapat dibedakan menjadi 2 golongan yaitu rumput dan kacang-kacangan.(leguminosa) Sebagai alternative, disarankan penggunaan leguminosa pohon sebagai sumber protein selain rumput sebagai pakan utama. Leuminosa pohon yang mudah ditanam dan mengandung protein tinggi adalah gamal, lamtoro, kaliandra dan turi, Keempat jenis leguminosa pohon tersebut mempunyai beberapa keunggulan, yaitu produksi hijauan tinggi, tahan terhadap iklim, mudah ditanam dan mempunyai kandungan zat makanan cukup tinggi. KALIANDRA (Calliandra calothyrsus Meissn )Kalliandra merupakan tanaman leguminosa pohon yang banyak ditanam di hutan lereng, dan tegalan. Tanaman ini dikenal sebagai tanaman serbaguna yang dapat dimanfaatkan untuk penghijauan, pencegah erosi, kayu bakar, dan sebagai makanan ternak. Kaliandra mempunyai keuntungan lebih dibandingkan dengan lamtoro, kerena tanaman ini toleran terhadap tanah asam, dapat menghasilkan biji sepanjang tahun, dan tahan terhadap kutu loncat. Di sampingitu, kaliandra dapat beradaptasi pada berbagai kondisi lingkungan . Kaliandra tumbuh lebih tanah kering, tetapi tidak tahan terhadap genangan air. Umumnya kaliandra yang ada di Indonesia ada dua jenis yaitu Calliandra calothyrsus yang berbunga merah dan Calliandra tetragona yang berbunga putih . Jenis yang berbunga merah lebih banyak dikembangkan di Indonesia.Produksi kaliandra dengan selang waktu pemotongan 2 – 3 bulan berkisar 10 -15 ton per hektar. Komposisi dari bahan kering adalah protein kasar 24 %, eter ekstrat 4 – 5 %, abu 5 – 7 %, NDF 24 – 34 %, ADF 28 %, selulosa 15 %, dan lignin 10 – 11,9 %. Penanaman. Tanaman kaliandra dapat dikembangkan dengan biji. Biji terlebih dahulu di celupkan ke dalam air panas (800 C) selama 3 menit, kemudian direndam dalam air dingin selama 24 jam. Setelah berkecambah, bibit dipindahkan ke pesemean berupa kantong plastik atau bedengan. Tanah persemean dicampur dengan pupuk kandang agar benih yang ditanam cepat tumbuh. Setelah tanaman berumur 2 – 3 bulan (dalam persemean) dapat dipindahkan ke lapang,. Jarak tanam untuk sebagai tanaman tunggal menggunakan jarak tanam 1 x 1 m atau 2 x0,5 m. Kebutuhan bibit untuk 1 ha sekitar 10.000 pohon. Pupuk untuk tanaman kaliandra berupa pupuk P sebanyak 30 kg/ha/tahun , walaupun tanaman kaliandra mempunyai rhizobium atau bakteri pengikat N udara., Tanaman kaliandra dapat dipanen apabila pohon sudah rimbun atau mencapai ketinggian 3 – 5 m. Sedangkan panen untuk biji palilng baik dilakukan pada tahun ke dua setelah tanam. Selang waktu pemotongan tergantung pada kesuburan tanaman dan dianjurkan antara 2 – 3 bulan sekali. Tinggi pemotongan pertama adalah 75 – 100 cm dari permukaaan tanah, ini bertujuan untuk menghindari pemotongan batang utama. Penyusun : Sad Hutomo Pribadi Penyuluh BBP2TPSumber bacaan ; dari berbagai sumber bacaan