Dalam usaha meningkatkan produktivitas ternak, terutama ternak ruminansia diperlukan hijauan yang tersedia sepanjang tahun, berkualitas baik dan penanamannya mudah. Hijauan makan ternak dapat dibedakan menjadi 2 golongan yaitu rumput dan kacang-kacangan.(leguminosa)Tanaman kacang-kacangan (leguminosa pohon) yang berpotensi sebagai makanan ternak diantaranya adalah gamal (Giliriacidia sepium). Lamtoro ( Leucaena leucocephala), kaliandra (Caliandra clothryrsus Meissn) dan turi (Sesbania grandiflora).Sebagai alternative, disarankan penggunaan leguminosa pohon sebagai sumber protein selain rumput sebagai pakan utama. Leuminosa pohon yang mudah ditanam dan mengandung protein tinggi adalah gamal, lamtoro, kaliandra dan turi, Keempat jenis leguminosa pohon tersebut mempunyai beberapa keunggulan, yaitu produksi hijauan tinggi, tahan terhadap iklim, mudah ditanam dan mempunyai kandungan zat makanan cukup tinggi. LAMTORO (leucaena leucocephala) Lamtoro sudah dikenal di Indonesia sejak lama, dengan nama daerah kemelandingan, petai cina atau peuteuy selon. Tanaman ini diperkirakan berasal dari Amerika Tengah yang dibawa ke Indonesia pada abad ke 20 sebagai tanaman peneduh di perkebunan. Pemanfaatan lamtoro sebagai makanan ternak sudah lama dilakukan terutama untuk domba dan kambing. Tanaman ini tumbuh baik di daerah tropis dan sub tropis, dan dapat tumbuh di dataran rendah sampai dataran tinggi dengan kondisi tanah berbatu atau lempung. Produksi daun lamtoro segar sekitar 60 – 70 ton atau 20 ton bahan kering per hektar per tahun. Komposisi kandungan zat makanan dari bahan kering adalah protein kasar 27,80%. Lemak 3,20 %, BETN 55,10%, serat kasar 10,40 % dan mineral 3,40%. Penanaman. Kebutuhan benih lamtoro untuk 1 ha lahan sekitar 20 – 45 kg. Jarak tanam tergantung pada tujuan penanaman dan kondisi tanah. Sebagai tanaman tunggal, jarak tanam yang digunakan adalah 1 x 1 m sebagai tanaman dan sebagai tanaman pagar 50 x50 cm. Tanaman lamtoro sedikit membutuhkan pupuk. Pupuk P diberikan sebanyak 25 – 30 kg/ha/tahun. Sedangkan pupuk kandang disesuaikan dengan kondisi lahan. Panen pertama dilakukan setelah tanaman berumur 6 – 9 bulan dan pemotongan berikutnya setiap 3 – 4 bulan dengan tinggi pemotongan 1 – 1,5 m dari permukaaan tanah. Penyusun : Sad Hutomo Pribadi Penyuluh BBP2TPSumber bacaan ; dari berbagai sumber bacaan