Dalam usaha peternakan, pakan merupakan faktor yang sangat menentukan . Pakan ternak ruminansia seperti sapi , kambing, domba atau kerbau sebagian besar berupa hijauan. Bagi para peternak yang lebih maju umumnya juga telah memberi pakan konsentrat terutama untuk penggemukan (ternak potong) dan induk laktasi (ternak perah). Sedangkan pada ternak monogastrik seperti ayam, itik dan babi. Konsentrat merupakan pakan utama, akhir-akhir ini dengan mahalnya harga pakan (konsentrat ) yang tidak sebanding dengan peningkatan harga produk ternak, menyebabkan peternak resah. Dalam usaha meningkatkan produktivitas ternak, terutama ternak ruminansia diperlukan hijauan yang tersedia sepanjang tahun, berkualitas baik dan penanamannya mudah. Hijauan makan ternak dapat dibedakan menjadi 2 golongan yaitu rumput dan kacang-kacangan.(leguminosa) Ada beberapa jenis rumput unggul yang telah dikenal luas oleh peternak, diantaranya rumput raja atau dikenal sebagai "king gras", rumput gajah, dan setaria RUMPUT SETARIA (Setaria sphacelata)Rumput setaria yang dikenal sebagai "Golden timothy" merupakan tanaman tahunan. Tanaman ini didatangkan dari Australia pada tahun 1967 dan sudah menyebar di seluruh pelosok Indonesia. Rumput ini tumbuh baik pada ketinggian 1.300 m dpl dengan curah hujan 625 – 1.250 mm/tahun. Setaria tahan terhadap kekeringan, dapat tumbuh di daerah yang agak tergenang air, tetapi tidak tumbuh baik di daerah rawa.Rumput setaria merupakan jenis rumput unggul yang hidupnya tahunan, Rumput ini tahan terhadap kekeringan dan dapat tumbuh di daerah yang agak tergenang air.Produksi hijauan segar tergantung pada umur pemotongan, tetapi rata-rata produksi hijauan berkisar 160-170 ton atau sekitar 20 – 45 ton bahan kering per hektar per tahun. Kandungan protein kasar 13,09% dan serat kasar 30,15 %. Penanaman, Ada tiga cara penanaman rumput setaria yaitu (a) penyebaran benih (b) Penanaman benih dalam garitan dan (c) Penanaman dengan sobekan rumpun. Penyebaran benih, dilakukan dengan menyebar benih langsung diatas permukaan tanah kemudian ditutup tipis dengan tanah dan kira-kira dibutuhkan benih 5 – 10 kg/ha. Pada penanaman benih dalam garitan terlebih dahulu dibuat garitan sedalam 2 – 3 cm, kemudian benih disebar dalam garitan dan ditutup dengan tanah. Jarak antar garitan 50 cm dan diperkirakan kebutuhan benih sebanyak 2 – 3 kg/ha, Penanaman dengan sobekan rumpun dilakukan dengan menanam bibit ke dalam lubang tanaman sedalam 10 -15 cm dengan jarak tanam 50 x 50 cm diperlukan 40.000 sobekan rumpun per hektarnya, kemudian tanah di sekitarnya dipadatkan agar tanaman tidak goyang.Rumput setaria memerlukan pupuk nitrogen untuk pertumbuhan vegetative, sehingga diperoleh produksi hijauan yang tinggi. Takaran pupuk urea 1.600 kg/ha/tahun. ZK 400 kg/ha/tahun, dan TSP 400 kg/ha/tahun. Bila pH tanah asam perlu diberikan kapur untuk meningkatkan pH menjadi 6 – 6,5. Pemotongan/panen harus dilakukan pada saat tinggi tanaman kurang lebih 90 cm atau tanaman berumur 30 hari. Dianjurkan panen dilakukan pada masa pertumbuhan vegetatif atau sebelum berbunga, karena setelah masa tersebut tidak akan terjadi lagi pertambahan produksi hijauan. Penyusun : Sad Hutomo Pribadi Penyuluh BBP2TPSumber bacaan ; dari berbagai sumber bacaan