Dalam usaha meningkatkan produktivitas ternak, terutama ternak ruminansia diperlukan hijauan yang tersedia sepanjang tahun, berkualitas baik dan penanamannya mudah. Hijauan makan ternak dapat dibedakan menjadi 2 golongan yaitu rumput dan kacang-kacangan.(leguminosa)Sebagai alternative, disarankan penggunaan leguminosa pohon sebagai sumber protein selain rumput sebagai pakan utama. Leuminosa pohon yang mudah ditanam dan mengandung protein tinggi adalah gamal, lamtoro, kaliandra dan turi, Keempat jenis leguminosa pohon tersebut mempunyai beberapa keunggulan, yaitu produksi hijauan tinggi, tahan terhadap iklim, mudah ditanam dan mempunyai kandungan zat makanan cukup tinggi. TURI (Sesbania grandiflora leaves) Turi termasuk tanaman leguninosa pohon yang banyak tersebar secara alami. Pohonnya kecil, berbatang lurus, tidak banyak cabang, dengan tinggi dapat mencapai 10 -15 m Tanaman ini tumbuh pada kondisi tanah subur sampai kurang subur, seperti tanah gembur, lempung dan tanah berpasir, tetapi kurang tahan terhadap genangan air. Turi berpotensi menyediakan hijauan makanan ternak yang berkualitas baik dan bila dipotong pada waktu yang tepat akan menghasilkan hijauan yang cukup banyak, terutama pada musim kering dimana rumput sangat terbatas. Selain itu, tanaman ini juga bermanfaat untuk penghijauan, tanaman pellindung, tanaman pagar dan sebagai bahan baku industri kertas.Produksi daun turi relative lebih rendah dibandingkan produksi hijauan lainnya yaitu berkisar 2 – 3 ton per hektar per tahun. Komposisi kimia daun turi dari bahan kering adalah protein kasar 25,80 %, NDF 31,50%, abu 8,4%, lemak 6,9 %, kalsium 2,2 % dan fosfor 0,3 %. Penanaman. Penanaman dengan biji jarang dilakukan. Umumnya penanaman dilakukan dengan bibit yang sudah berumur 1 bulan dari persemaian. Jarak tanam tergantung pada system penanaman, luasan lahan, kesuburan tanah atau kebutuhan, Jarak tanam antar larikan berkisar 1,5 m dan di dalam larikan 1 m. Kebutuhan bibit sekitar 6.000 – 6.500 tanaman/ ha. Panen pertama dianjurkan setelah tanaman berumur 4 – 6 bulan dengan cara memangkas habis semua daun dan ranting. Selang waktu pemotongan selanjutnya dilakukan setiap 3 – 4 bulan atau tergantung pada kondisi tanaman. Indonesia merupakan tanah yang subur cocok untuk ditanam berbagai jenis hijauan makanan ternak dan nantinya dapat digunakan oleh ternak , alangkah prihatinnya apabila kita melihat ternak-ternak yang ada memiliki tubuh yang kurus-kurus se akan –akan kekurangan pakan untuk dimakan padahal bila ada kemauan dari peternak untuk menanam hijauan sebagai pakan untuk ternaknya dimiliki tentunya ternak tersebut akan gemuk-gemuk yang nantinya juga akan mendapat kan keuntungan dari bobot tubuh ternak yang ada dan akan memiliki nilai jual ternak yang tinggi pula. Penyusun : Sad Hutomo Pribadi Penyuluh BBP2TPSumber bacaan ; dari berbagai sumber bacaan