Loading...

MENGENAL TEKNOLOGI JARWO SUPER

MENGENAL TEKNOLOGI  JARWO  SUPER
Pangan khusunya beras merupakan salah satu kebutuhan pokok masarakat baik yang tinggal diperkotaan maupun di pedesaan. Hal ini mudah dipahami karena sebagian besar masarakat di Indonesia menggantungkan kebutuhan akan bahan makanan pokok berupa beras. Kondisi ini menuntut adanya upaya untuk memenuhi kebutuhan akan beras tersebut dengan bebagai cara, misalnya dengan upaya peningkatan produksi/produktivitas tanaman padi. Beragam teknologi diterapkan dalam rangka meningkatkan produksi dan produktivitas tanaman padi telah dicoba dan dilakukan. Sebagai salah satu alternative teknologi yang dapat dilakukan saat ini adalah dengan menerapkan sistim tanam padi Jajar Legowo Super, yang merupakan penyempurnaan dari sistim tanam jajar legowo yang sudah ada di tengah-tengah masyarakat petani saat ini. Keberadaan teknologi dengan sistim tanam jajar legowo super belum banyak diketahui dan diterapkan oleh para petani. Guna membantu para petani dan para pihak yang berkepentingan berikut kami sajikan pembahasan secara singkat tentang legowo super tersebut. Teknologi Jajar Legowo Super adalah teknologi budidaya terpadu padi sawah irigasi berbasis tanam jajar legowo 2 : 1. Teknologi ini dihasilkan oleh Balitbangtan setelah melalui penelitian dan pengkajian pada berbagai lokasi di Indonesia. Selain menggunakan sistem tanam jajar legowo 2:1, jajar legowo super menerapkan komponen-komponen penting sebagi penyempurnaan sistim jarwo biasa. Komponen tersebut adalah 1. Varietas unggul baru potensi hasil tinggi, 2. Penggunaan Biodekomposer, diberikan bersamaan dengan pengolahan tanah (pembajakan ke dua) 3. Pupuk hayati diberikan pada benih diaplikasikan melalui (seed treatment) dan pemupukan berimbang berdasarkan Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS), 4. Pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) menggunakan pestisida nabati dan pestisida anorganik berdasarkan ambang kendali,serta, 5. Alat dan mesin pertanian, khususnya untuk tanam dan panen. Varietas Unggul dan Benih BermutuBenih unggul memegang peranan penting dalam keberhasilan berproduksi tanaman, merupakan komponen utama yang sangat berpengaruh terhadap peningkatan produksi/produktivitas padi. Banyak pilihan varietas yang telah dihasilkan oleh para peneliti baik yang dilakukan oleh instansi pemerintah maupun swasta. Beberapa contoh varietas berikut merupakan jenis padi yang telah terbukti dapat meningkat produksinya hingga mencapai produksi 10 ton GKG/ha. Varietas tersebut adalah Inpari-30, Ciherang sub-1, dan inpari-32 HDB. Penggunaan Biodekomposer Biodekomposer adalah bahan perombak bahan organic yang ada dilahan sawah, kebutuhan decomposer adalah 2-4 kg/ha bisa mendekomposisi jerami sebanyak 2-4 ton, cara aplikasinya dengan mencampur air sebanyak 400 liter air bersih, kemudian disiramkan secara merata pada tunggul dan jerami pada petakan sawah, selanjutnya sawah diglebeg dengan traktor, lahan dibiarkan dalam kondisi lembab namun tidak tergenang minimal selama 7 hari. Salah satu bahan decomposer yang dapat digunakan adalah M-Dec, penggunaan decomposer M-Dec mampu mepercepat pengomposan jerami sekitar 3-4 minggu, penggunaan decomposer mampu mempercepat komposisasi bahan organic menjadi pupuk organic tanah, sehingga membantu meningkatkan ketersediaan unsure hara NPK dalam tanah, dengan demikian akan mengurangi penggunaann pupuk arnorganik. Jika seluruh jerami dikembalikan ke lahan sawah terdapat kurang lebih 4-5 ton jerami/ha, sehingga dibutuhkan 4-5 kg biodekomposer. Penggunaan Pupuk Hayati, Aplikasi pupuk hayati dilakukan pada benih padi yang akan disemai dengan cara sebagai berikut: Benih padi yang telah direndam dan diperam selama 24 jam, kemudian ditiriskan (kondisi lembab) kemudian dicampur dengan pupuk hayati, Pencampuran benih dengan pupuk hayati dilakukan di tempat yang teduh, Benih padi yang telah dicampur pupuk hayati segera disemai, upayakan tidak ditunda lebih dari 3 jam dan tidak terkena pancaran sinar matahari agar tidak mematikan mikroba yang telah melekat pada permukaan benih. Sisa pupuk hayati yang tidak melekat pada benih padi disebarkan di persemaian. Benih yang telah terselimuti pupuk hayati disebar di persemaian pada kondisi tidak hujan.Pemupukan berimbang dengan di dahului melakukan uji kadar hara dalam tanah dengan menggunakan perangkat Uji Tanah sawah (PUTS). Hal ini dilakukan untuk menentukan ketepatan dosis pupuk yang harus diberikan pada lahan sawah dan tanaman.Pesemaian, pelaksanaan pesemaian pada penanaman padi dengan sistim jarwo super dianjurkan menggunakan dapog/trey karena bibit tanaman akan ditanam menggunakan mesi tanam padi (rice transplanter).Pengendalian organisme pengganngu tanaman (OPT), dalam melakukan pengendalian OPT dalam teknologi Jarwo Super dengan menggunakan pestisida nabati dan pestisida anorganic. Penggunaan pestisida anorganik digunakan apabila telah mencapai batas ambang ekonomi.dengan mengguanakan pestisida yang dianjurkan untuk tanaman padi. Penggunanan pestisida anorganik merupakan alternative terakhir jika cara-cara lain tidak membuahkan hasil yang optimal. Dalam mengendalikan OPT lebih dianjurkan dengan menggunakan komponen-komponen berikut : 1. Tanam serentak dan pergiliran varietas, 2. Penggunaan varietas berpotensi hasil tinggi dan tahan hama penyakit antara lain Inpari 30 Ciherang Sub 1, Inpari 32 HDB, dan Inpari 33, 3. Mempertahan keberadaan musuh alami, 4. Pengamatan berkala untuk mengetahui secara dini keberadaan OPT , 4. Penggunaan pupuk sesuai anjuran, 5. Sanitasi lingkungan, Penggunan Alat dan Mesin Pertanian, Di dalam teknologi Jarwo Super diajurkan menggunakan mekanisasi pertanian khususnya pada penanaman dan panen. Pelakasanaan tanam dengan menggunakan mesin tanam padi (rice transplanter/jarwo transplanter) sedangkan pelaksanaan panen menggunakan mesin panen padi (combine harvester).dengan menggunakan mesin pertanian akan diperoleh hasil baik kuantitas maupun kualitas yang lebih baik. Beberapa pokok bahasan yang dikemukakan di atas merupakan pembeda dari pelaksanaan teknologi sistim jarwo yang selama ini telah ada di tengah-tengah masyarakat. Sedangkan teknologi dan cara budidaya tanaman padi yang lain sama dengan sistim budidaya pada sistim jarwo yang selama ini dilakukan oleh masyarakat petani. Semoga tulisan singkat ini dapat mengantarkan pembaca untuk memahami teknologi Jarwo Super pada tanaman padi Selamat mencoba semoga sukses. Penulis : Yusak Murjoko ( Penyuluh Pertanian Lampung Selatan )Sumber: Kementerian Pertanian Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian tahun 2016