Loading...

MENGENAL VARIETAS UNGGUL BARU “JAGUNG URI3H, HJ-21 AGRITAN DAN HJ 22 AGRITAN”

MENGENAL VARIETAS UNGGUL BARU  “JAGUNG URI3H, HJ-21 AGRITAN DAN HJ 22 AGRITAN”
Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk makin meningkat pula kebutuhan pangan. Jagung sebagai tanaman penghasil karbohidrat, dapat dijadikan sumber pangan pengganti beras dan juga untuk pakan dan industri makanan/snack serta bioenergi. Hingga saat ini produktivitas jagung baru mencapai 4,58 ton/ha. Upaya peningkatan produksi jagung untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan ekspor, salah satunya ditempuh melalui pemilihan varietas unggul baru hasil penelitian dari Kementerian Pertanian yang telah mampu berkontribusi nyata dalam peningkatan produksi. Selain produksinya tinggi, varietas unggul juga mempunyai sifat-sifat unggul lainnya yaitu tidak hanya tahan dan toleran terhadap kendala biotic dan abiotik, tetapi juga memiliki gizi yang lebih baik. Syarat tumbuh Jagung dapat ditanam di indonesia mulai dari dataran rendah sampai di daerah tinggi (ketinggian antara 1000 – 1800 m dpl). Secara umum tanaman jagung dapat tumbuh dari dataran rendah sampai dataran tinggi kurang lebih sekitar 1.300 dpl dengan kisaran suhu 13 – 38°C. Tanaman jagung termasuk tanaman C4 yang butuh akan sinar matahari, termasuk jagung hibrida. Sinar matahari sangat di butuhkan dalam proses foto sintesis. Curah hujan untuk pertumbuhan tanaman jagung sekitar 250 mm/thn sampai 2000 mm/thn. Dengan distribusinya pada setiap tahap pertumbuhan. Hujan yang terlalu banyak selama pertumbuhan tanaman dapat mengakibatkan pertumbuhan fase vegetatif pada tanaman menjadi semakin panjang dan bila hujan jatuh terlalu banyak pada saat berbunga mengakibatkan tumbuh anakan yang tidak produktif. Untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman jagung yang baik memerlukan kelembaban yang rendah sekitar 40 – 60 %. Tanaman jagung dapat ditanam pada berbagai jenis tanah dengan aerase dan drainase baik, namun jagung dapat tumbuh dengan baik pada jenis tanah aluvial, regosol, gramosol, latosol, dan andasol. Untuk dapat tumbuh dengan baik jagung menghendaki tanah yang subur, gembur dan kaya bahan organic. Derajat kemasaman tanah ( pH ) yang paling baik untuk tanaman jagung adalah pada pH 5,5 – 7,0. Varietas Tanaman JagungVarietas jagung dapat dikelompokkan menurut umur dan bentuk biji.1. Menurut umur, dibagi menjadi 3 golongan yaitu berumur pendek (genjah) 75-90 hari, Berumur sedang (tengahan): 90-120 hari, dan berumur panjang: lebih dari 120 hari, 2. Menurut bentuk biji, dibagi menjadi 7 golongan yaitu Dent Corn, Flint Corn, Sweet Corn, Pop Corn, Flour Corn, Pod Corn dan Waxy CornVarietas unggul mempunyai sifat: berproduksi tinggi, umur pendek, tahan serangan penyakit utama dan sifat-sifat lain yang menguntungkan. Varietas unggul ini dapat dibedakan menjadi dua, yaitu: jagung hibrida dan varietas jagung bersari bebas. Pemilihan varietas unggul yang akan ditanam oleh petani harus mempertimbangkan aspek tanah dan iklim (lingkungan), minat petani, potensi hasil tinggi, tahan hama penyakit dan kekeringan serta berumur genjah. Varietas unggul mempunyai peran besar dalam upaya peningkatan produktivitas karena berpotensi memberikan hasil tinggi, tahan terhadap hama penyakit serta potensi produksi tinggi yang dapat dimanfaatkan sebagai jagung konsumsi ataupun untuk pakan ternak. Varietas Unggul Baru Pada tahun 2014, Kementerian Pertanian telah melepas tiga Varietas Unggul Baru jagung pulut hibrida dengan nama URI 3H, HJ 21 Agritan dan HJ 22 Agritan, dengan karakteristik masing-masing sebagai berikut:1. URI 3H, mempunyai kandungan amilosa 7,65%. Umur genjah yaitu 88 setelah tanam (HST). Tongkol muda jagung pulut hibrida ini mempunyai rasa lebih enak dan gurih jika dibanding dengan varietas Bima Putih 1. Potensi hasil 10,68 ton/ha dengan biji berwarna putih. URI 3H tahan terhadap serangan penyakit bulai, hawar daun dan mempunyai batang yang kokoh sehingga tahan rebah; 2. HJ 21 Agritan, pipilan kering mempunyai kadar air 15%, kandungan karbohidrat 58,0%, kandungan protein 12,7% dan kandungan lemak 12,3%. Umur genjah yaitu 82 setelah tanam (HST).. Potensi hasil 12,2 ton/ha dengan tipe bijimutiara berwarna oranye. HJ21 Agritan tahan terhadap serangan penyakit bulai, hawar daun dan karat daun. Saat dipanen daun masih berwarna hijau (stay green), mempunyai batang yang kokoh, perakaran kuat sehingga tahan rebah. Tinggi tanaman 208,7cm, keseragaman tanaman 95-98%.; 3. HJ 22 Agritan, pipilan kering mempunyai kadar air 15% kandungan karbohidrat 52,3%, kandungan protein 13,9% dan kandungan lemak 10,4%. . Umur lebih pendek yaitu 80 setelah tanam (HST). Potensi hasil 12,1 ton/ha dengan tipe biji mutiara berwarna oranye. Varietas HJ 22 Agritan tahan terhadap serangan penyakit bulai, hawar daun, karat daun. Saat dipanen daun masih berwarna hijau (stay green) dan mempunyai batang yang kokoh perakaran kuat sehingga tahan rebah , Oleh : Ir. Sri Puji Rahayu, MM/ yayuk_edi@yahoo.com Sumber : 1) Varietas Unggul Baru Komoditas Pangan dan Energi, dalam Warta Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Vol 37 No.3 Th 2015;.dan 2) Dihimpun dari beberapa sumber