Kentang (Solanum tuberosum L) merupakan tanaman penghasil karbohidrat berasal dari daerah subtropika, di Indonesia kentang dibudidayakan didaerah dataran tinggi (diatas 1.000 meter diatas permukaan air laut). Kebutuhan kentang untuk bahan industri/olahan sebagian besar (75%) masih diimpor. Berdasarkan data Badan Statistk (BPS), tercatat bahwa luas panen kentang tahun 2013 sebesar 70.187 ha dengan produktivitas rata-rata sebesar 16,02 ton per ha. Produktivitas tertinggi dicapai oleh petani Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Bener Meriah, Provinsi aceh karena selain kondisi alamnya sesuai, serangan organism pengganggu tanaman (OPT) rendah dan cara pemupukannya menggunakan pupuk organik. Manfaat bagi kesehatanSelain mempunyai kandungan karbohidrat yang tinggi, kentang juga mengandung vitamin C dan B6 serta kaya akan mineral kalium dan zat besi. Kelebihan kentang lainnya adalah meskipun kandungan karbohidratnya tinggi namun rendah lemak dan rendah kalori. sehingga kentang dipergunakan sebagai sumber karbohidrat alternatif bagi para penderitadiabetes. Jenis kentangJenis kentang dapat dikelompokkan kedalam dua kelompok yaitu kentang sayurdan (table potato) dan kentang sebagai bahan baku industri (processing potato). Dalam pengolahan kentang sayur tidak terlalu membutuhkan penanganan khusus, biasanya hanya dibakar, direbus, dipangang atau dimasak bersama sayuran lainnya. Untuk kentang sayur, petani Indonesia umumnya menggunakan varietas granola. Kentang untuk bahan industri olahan pangan digunakan varietas Atlantik. Dengan makin meningkatnya kebutuhan kentang untuk industry pada tahun 2013, Balai Penelitian Tanaman Sayuran Lembang, telah berhasil melepas tiga varietas unggul baru kentang untuk industri olahan (kripik kentang) dengan rendemen hasil kripik sangat tinggi, yaitu varietas: Maglia, Medians dan Amabile. Keunggulan lain dari ke tiga varietas ini, selain tahan terhadap penyakit busuk daun, masing-masing varietas tersebut mempunyai produksi cukup tinggi yaitu: 1) Maglia menghasilkan produksi 24-29,2 ton per ha, 2) Amabile menghasilkan produksi 25,7-29,2 ton per ha dengan umur panen 100-110 hari; dan 3) Medians menghasilkan produksi 24-29,2 ton per ha dengan umur panen 100-110 hari. Keripik kentang Keripik kentang dibuat dari kentang dengan umbi yang mempunyai kandungan gula rendah (kurang dari (0,05%) bila menggunakan kentang dengan kandungan gula lebih dari 0,05%, menyebabkan kualitas kripik tidak bagus yaitu warna kripik berwarna coklat dan kripik lembek tidak renyah. Syarat lain untuk kentang sebagai bahan baku industri kentang olahan adalah: 1) untuk diolah menjadi kripik, kandungan bahan padatan umbi minimal 16,67%, umbi cacat maksimal 13% dan diameter umbi 5-7 cm; 2) untuk french fries, umbi berukuran antara 170-284 gr dengan bentuk memanjang, mata dangkal, berat jenis minimal 1,079 dan kandungan bahan padaaat minimal 20,5%. . Oleh : Ir. Sri Puji Rahayu, MM/ yayuk_edi@yahoo.com Sumber : 1) Varietas Unggul Baru kentang Menjawab Kebutuhan Bahan Baku Olahan, Balitsa, Lembang;, dalam Warta Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Vol 36 No.1 Th 2014;.dan 2) Dihimpun dari beberapa sumber