Metroxylon Sp atau sagu merupakan tanaman asli Indonesia yang dapat dijadikan sebagai sumber karbohidrat baik untuk bahan makan pokok maupun aneka makanan/kudapan, bioethanol, gula untuk industri makanan dan minuman, pakan ternak, industri kertas, farmasi, dan lainnya. Tanaman sagu mendominasi di kawasan timur Indonesia. Di Indonesia sentra pertanaman sagu tersebar di Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, Riau, Sulawesi, dan Kalimantan. Sagu dapat menjadi salah satu alternatif untuk memenuhi kebutuhan pangan dan energi. Sebagai salah satu upaya pemerintah mendapatkan tanaman sagu yang berkualitas dalam rangka program diversifikasi pangan, kementerian pertanian melalui Keputusan Menteri Pertanian Nomor: 4965/Kpts/SR.120/12/2013 tanggal 6 Desember 2013, telah menetapkan varietas "Selatpanjang Meranti" sebagai salah satu varietas unggul sagu dengan deskripsi sebagai berikut:Asal : Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi RiauSilsilah : Seleksi dari popuulasi alam sagu Selatpanjang Meranti, Kecamatan Tebing Tinggi Barat dan Kecamatan Tebing Tinggi Timur, Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi RiauTipe tumbuh : TegakHabitus : Berkelompok (rumpun)Lingkungan tumbuh : Iklim basah, ketinggian 0-100 m dpl, topografi datar (0-3%), lahan basah, tergenang Tinggi tanam : 16,24 (± 1,99)Bentuk tanaman : pohon tunggalUmur mulai berproduksi (tahun) : 11 (± 1,00) Batang Panjang batang bebas daun (m) : 9,37 (± 0,76)Lingkar batang bawah (m) : 139,47 (± 6,81)Diameter batang bawah (m) : 43,23 (± 2,46) Jumlah bekas pelepah daun pada batangbatang bebas daun : 53,73 (± 9,19)Jarak antar pelepah (cm), dalam 1 mbatang bawah : 15,09 (± 1,94)Jumlah tual : 8,50 (± 0,82) Daun Warna daun : Hijau mengkilapJumlah daunhijau : 21,57 (± 0,76)Panjang pelepah daun (cm) : 210,10 (± 49,55)Lebar pelepah (cm) : 9,01 (± 1,25)Panjang rachis (cm) : 668,30 (± 156,88)Panjang anak daun (cm) : 140,37 (± 16,80)Lebar anak daun (cm) : 8,68 (± 1,38) Produksi Produksi pati sagu basah : 368,78 KG (± 101,50)Produksi pati sagu basah : 226,34 (± 56,03)Jumlah sucker/rumpun : 13,43 (± 7,19)Jumlah stolon/rumpun : 27,80 (± 11,96) Kadar Proksimat : Kandungan karbohidar (%) : 88,19Kandungan protein (%) : 0,40Kandungan lemak (%) : 0,58Kadar air (%) : 10,36Kadar abu (%) : 0,45Serat kasar (%) : 0,32Jumlah bibit/rumpun : ± 5-10 anakanJumlah bibit/hektar : ± 250-500 anakan Ketahanan terhadap hama dan Penyakit : Agak tahan terhadap serangan hama babi hutan dan kera. Serangan hama Rhynchoporus dan Oryctes rhinoceros per individu pohon dan darat daun tidak nyata berefek pada pertumbuhan, perkembangan dan produksi pati sagu. Wilayah pengembangan : Iklim basah, BB (bulan basah) sekecil-kecilnya 3, BK (Bulan kering) sebesar-besarnya 1, ketinggian 0-100 m dpl, topografi datar (0-3%), lahan basah, tergenang Peneliti : Hengky Novarianto, Meity Aneke Tulalo, Jeanette Kumaunang dan Chandra Indrawanto. Pemilik : Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti-Masyarakat Riau. Oleh : Ir. Sri Puji Rahayu, MM/ yayuk_edi@yahoo.comSumber :1) Keputusan Menteri Pertanian Nomor: 4965/Kpts/SR.120/12/2013 tanggal 6 Desember 2013; 4) Dihimpun dari berbagai sumber.