Loading...

Mengenalkan cara membuat kompos dari limbah jerami padi

Mengenalkan cara membuat kompos dari limbah jerami padi
Limbah Pertanian berupa jerami padi merupakan potensi bahan baku lokal yang dapat diolah menjadi pupuk organik dan kompos. Pada saat panen limbah ini sangat berlimpah dan belum dimanfaatkan secara optimal. Rendemen kompos yang dibuat dari jerami kurang lebih 60% dari bobot awal jerami, sehingga kompos jerami yang bisa dihasilkan dalam satu ha lahan sawah adalah sebesar 4,11 ton/ha. Andaikan semua jerami dibuat kompos akan dihasilkan kompos sebanyak 599.242 ton. APA ITU KOMPOS?Kompos adalah pupuk yang berasal dari sisa tanaman, kotoran hewan seperti pupuk kandang, pupuk hijau daun, berbentuk cair maupun padatan yang dapat memperbaiki sifat fisik dan struktur tanah, meningkatkan daya menahan air tanah, kimia tanah dan biologi tanah.1. Ph : 6,862. Kadar Air : 35,83 %3. C : 35,83 %4. N : 1,57 %5. P : 0,02 %6. Fe : 4,04 ppm7. Zn : 0,09 ppm8. KTK : 6,62 cmol /kg MANFAAT KOMPOS :? Meningkatkan kesuburan tanah,? Memperbaiki struktur dan karakteristik tanah,? Meningkatkan kapasitas serap air tanah,? Meningkatkan aktivitas mikroba tanah,? Meningkatkan kualitas hasil panen,? Menyediakan hormon dan vitamin bagi tanaman,? Mengurangi serangan penyakit tanaman,? Meningkatkan ketersediaan hara di dalam tanah. PROSES PEMBUATAN1. Siapkan bak dan air. 2. Masukkan air ke dalam bak. Kemudian larutkan aktivator sesuai dosis yang diperlukan ke dalam bak air. Aduk hingga aktivator tercampur merata. 3. Siapkan cetakan dari bambo. Sesuaikan ukuran cetakan dengan jerami dan seresah yang tersedia. Apabila jerami cukup banyak cetakan berukuran 2 x 1 x 1 m. Namun bila jerami sedikit cetakan bisa dibuat lebih kecil dari ukuran tersebut.4. Masukkan satu lapis jerami ke dalam cetakan. Jika tersedia dapat dimasukkan pula kotoran ternak.5. Siramkan aktivator yang telah disiapkan merata dipermukaan jerami. 6. Injak-injak agar jerami padat. 7. Tambahkan lagi satu lapis jerami.8. Siramkan kembali aktivator ke tumpukan jerami tersebut dan jangan lupa injak-injak agar tumpukan menjadi padat.9. Ulangi langkah-langkah diatas hingga cetakan penuh atau seluruh jerami telah dimasukkan ke dalam cetakan.10. Setelah cetakan penuh, buka tali pengikatnya dan lepaskan cetakannya. 11. Tutup tumpukan jerami tersebut dengan plastik yang telah disiapkan.12. Ikat plastik dengan tali agar tidak mudah lepas.13. Kalau perlu bagian atas jerami diberi batu atau pemberat lain agar plastik tidak tebuka karena angin.14. Lakukan pengamatan suhu, penyusutan volume dan perubahan tumpukan jerami.15. Fermentasi tumpukan jerami tersebut hingga kurang lebih satu bulan.Suhu tumpukan jerami akan meningkat dengan cepat sehari/dua hari setelah inkubasi. Suhu akan terus meningkat selama beberapa minggu dan suhunya dapat mencapai 65-70 oC. Pada saat suhu meningkat, mikroba akan dengan giat melakukan penguraian/dekomposisi jerami. Akibat penguraian jerami, volume tumpukan jerami akan menyusut. Penyusutan ini dapat mencapai 50% dari volume semula. Sejalan dengan itu wana jerami juga akan berubah menjadi coklat kehitam-hitaman. PANEN KOMPOS JERAMI Kompos yang telah cukup matang ditandai dengan adanya perubahan fisik jerami. Perubahan itu antara lain: Jerami berwarna coklat kehitam-hitaman, lunak dan mudah dihancurkan, suhu tumpukan sudah mendekati suhu awal pengomposan, tidak berbau menyengat, dan volume menyusut hingga setengahnya.Kompos jerami yang sudah memiliki ciri-ciri demikian berarti sudah cukup matang dan siap diaplikasikan ke sawah.