Loading...

Mengendalikan Hama Penyakit Pada Tanaman Padi

Mengendalikan Hama Penyakit Pada Tanaman Padi
Pengendalian hama dan penyakit terpadu merupakan pendekatan pengendalian yang memperhitungkan faktor ekologi sehingga pengendalian dilakukan agar tidak terlalu mengganggu keseimbangan alami dan tidak menimbulkan kerugian besar. Banyak faktor yang mempengaruhi terhadap munculnya hama dan penyakit pada tanaman padi. Dengan tanam VUB ( varietas unggul baru ) secara bergantian untuk memutus siklus hidup hama dan penyakit. Saat ini telah tersedia berbagai varietas unggul yang dapat dipilih sesuai dengan kondisi wilayah, mempunyai produktivitas tinggi, dan sesuai permintaan konsumen. Gunakan benih bermutu. Benih bermutu adalah benih dengan vigor tinggi dan bersertifikat. Keuntungan menggunakan benih bermutu , adalah benih tumbuh cepat dan serempak, jika disemaikan akan menghasilkan bibit yang tegar dan sehat, pada saat ditanam pindah bibit tumbuh lebih cepat, dan jumlah tanaman optimum sehingga akan memberikan hasil yang tinggi. Penanaman disarankan dengan sistem jajar legowo 2 : 1 atau 4 : 1 karena populasi lebih banyak dan produksinya lebih tinggi dibanding dengan sistem jajar tegel. Keuntungan cara tanam jajar legowo , antara lain rumpun tanaman yang berada pada bagian pinggir lebih banyak ; terdapat ruang kosong untuk pengaturan air, saluran pengumpulan keong mas, pengendalian hama penyakit dan gulama lebih mudah; pada tahap awal areal pertanaman lebih terang sehingga kurang disenangi tikus , dan penggunaan pupuk lebih berdaya guna.Hal lain yang perlu diperhatikan , yaitu pemberian air berselang. Pemberian air berselang ( intermittent ) adalah pengaturan kondisi sawah dalam kondisi kering dan tergenamg secara bergantian. Tujuan pengairan berselang adalah, memberi kesempatan akar tanaman memperoleh udara lebih banyak sehingga dapat berkembang lebih dalam, karena akar yang dalam dapat menyerap unsur hara dan air yang lebih banyak ; mencegah penimbunan asam organik dan gas H2S yang menghambat perkembangan akar. Memudahkan pengendalian hama keong mas, mengurangi penyebaran hama wereng coklat dan penggerek batang serta mengurangi kerusakan tanaman padi karena tikus.Beberapa hama dan penyakit yang menyerang pada tanaman padi sawah, antara lain . a. Keong Mas Waktu kritis untuk pengendalian keong mas adalah pada saat 10 HST pindah atau 21 HSS ( semai basah ). PHT pada keong mas dilakukan sepanjang pertanaman , sebagai berikut : • Pratanam : ambil keong mas dan musnahkan sebagai cara mkanis• Persemaian : ambil keong mas dan musnahkan, sebar benih lebih banyak untuk sulaman dan bersihkan saluran air .• Stadia vegetatif : Tanam bibit ysng agak tua ( > 21 hari ) dan jumlah bibit lebih banyak . Keringkan sawah sampai 7 HST, tidak aplikasi herbisida samapi 7 HST. Ambil keong mas dan musnahkan , pasang saringan pada pemasukan air, umpan dengan menggunakan daun talas dan daun pepaya. Pasang ajir agar siput bertelur pada ajir , ambil dan musnahkan telur siput pada tanaman dan aplikasikan pestisida anorganik dan nabati seperti saponin dan rerak sebanyak 20-50 kg/ha sebelum tanam pada caren.• Stadia generatif dan setelah panen : ambil keong mas dan musnahkan, dan gembalakan itik setelah padi di panen. b. Walang Sangit Walang sangit merupakan hama yang umum merusak bulir padi pada fase pemasakan. Fase pertumbuhan tanaman padi yang rentan terhadap serangan walang sangit adalah dari keluarnya malai sampai matang susu. Kerusakan yang ditimbulkannya menyebabkan beras berubah warna dan mengapur serta hampa. Ambang ekonomi walang sangit adalah lebih dari 1 ekor walang sangit per dua rumpun pada masa keluar malai sampai fase pembungaan. Cara pengendaliannya adalah :• Kendalikan gulma di sawah dan disekitar pertanaman.• Pupuk lahan secara merata agar pertumbuhan tanaman seragam.• Tangkap walang sangit dengan menggunakan jaring sebelum stadia pembungaan.• Apabila serangan walang sangit sudah mencapai ambang ekonomi , lakukan penyemprptan insektisida.• Lakukan penyemprotan pada pagi sekali atau sore ketika walang sangit berada di kanopi. c. Penyakit Hawar Daun ( HDB ) Penyakit HDB disebabkan oleh bakteri Xanthomonas campestris pv oryzae dengan gejala penyakit berupa bercak berwarna kuning sampai putih berawal dari terbentuknya garis lebam berair pada bagian tepi daun. Cara pengendaliannya :• Gunakan varietas tahan , seperti Conde dan Angke• Gunakan pupuk nitrogen sesuai dengan kebutuhan tanaman• Bersihkan tunggul-tungggul dan jerami-jerami yang terinfeksi• Jarak tanam jangan terlalu rapat• Gunakan benih atau bibit yang sehat. d. Penyakit Blast Blast dapat menginfeksi tanaman padi pada semua stadia pertumbuhan. Gejala khas pada daun yaitu bercak berbentuk belah ketupat lebar ditengah dan meruncing dikedua ujungnya. Ukuran bercak kira-kira 1-1,5 x 0,3-0,5cm berkembang menjadi berwarna abu-abu pada bagian tengahnya. Bila infeksi terjadi pada ruas batang dan leher malai, akan merubah leher malai yang terinfeksi menjadi kehitam-hitaman dan patah, mirip gejala beluk oleh penggerek batang. Cara pengendaliannya adalah :• Gunakan varietas tahan blast secara bergantian• Gunakan pupuk nitrogen sesuai anjuran.• Upayakan waktu tanam yang tepat, agar waktu awal pembungaan tidak banyak embun dan hujan terus menerus.• Perlakuan benih yang sesuai anjuran. Sumardi Sumber : Budidaya Padi. Pusat Penyuluhan Pertanian Bekerjasa Dengan Badan Litbang Pertanian 2011.