Walang sangit merusak hampir semua jenis tanaman. Dari berbagai jenis tanaman yang dapat dirusak oleh walang sangit, tanaman yang paling disukai serangga hama ini adalah tanaman padi. Walang sangit biasanya menyerang tanaman padi ketika sedang memasuki fase generatif (pembungaan) sampai fase matang susu. Kerusakan oleh walang sangit menyebabkan petani kehilangan hasil panen antara 50% hingga 80%.Walang sangit menyerang dengan cara menghisap cairan tangkai bunga dan bulir padi pada fase pengisian bulir dan pemasakan bulir. Hal ini menyebabkan pengisian bulir padi menjadi tidak sempurna dan menyebabkan bulir padi hampa.Berikut adalah beberapa cara yang dapat digunakan untuk mengendalikan hama walang sangit: a. Pola tanam serempakDalam satu hamparan padi yang luas, sebaiknya padi ditanam secara serempak sehingga perkembangan hama walang sangit bisa diminimalisir. Selisih waktu tanam dalam satu hamparan tidak boleh lebih dari 2,5 bulan. b. Penggunaan perangkap Pada dasarnya walang sangit sangat tertarik pada bau yang menyengat. Penggunaan bangkai keong mas/bekicot atau kepiting di tiap pematang sawah dapat digunakan sebagai alternatif untuk pengendalian walang sangit. c. Pengendalian secara biologiLangkah berikutnya untuk mengendalikan hama walang sangit adalah memakai jamur atau parasitoid. Jamur yang dimanfaatkan adalah Beauviria bassiana dan Metharizum sp. Kedua jamur ini dapat melawan serangan walang sangit Pengendalian secara kimiaBahan aktif pestisida yang cocok untuk hama walang sangit adalah MIPC, BPMC dan Fipronil. Penyemprotan dilakukan pada pada sore atau pagi hari dan saat tanaman padi berada pada fase matang susu. Tidak disarankan memakai insektisida karbofuran, karena bisa berdampak buruk pada lingkungan.