Loading...

MENGENDALIKAN WALANG SANGIT PADA TANAMAN PADI

MENGENDALIKAN WALANG SANGIT  PADA TANAMAN PADI
Walang sangit ((Leptcorisa oratorius) merupakan salah satu hama penting yang tanaman padi. Hama ini menyerang tanaman padi dengan cara merusak atau menghisap cairan bulir padi pada fase pengisian atau pemasakan sehingga bulir padi menjadi hampa atau pengisiannya tidak sempurna. Walang sangit merusak tanaman padi ketika mencapai fase pembungaan sampai matang susu. Jika pada kondisi tertentu walang sangit akan menjadi hama penting yang dapat menyebabkan kehilangan hasil hingga mencapai 50%. Serangan walang sangit selain mengakibatkan turunnya produksi padi, juga mengakibatkan turunnya kualitas gabah. Kerusakan yang ditimbulkannya menyebabkan beras berubah warna dan mengapur serta gabah menjadi hampa. Ekologi dan Cara Hidup Walang Sangit Tanaman inang walang sangit adalah rumput-rumputan antara lain; Panicum spp, Andropogon sorgum, Digitaria consanguinaria, Eleusine coracoma, Setaria italic, Cyperus polystachys, Paspalum spp, dan Pennisetum typhoideum. Pada masa tidak ada pertanaman padi atau tanaman padi masih stadia vegetatif, walang sangit dewasa bertahan hidup/berlindung pada berbagai tanaman yang terdapat di sekitar sawah. Setelah tanaman padi berbunga, walang sangit dewasa pindah ke pertanaman padi dan berkembang biak satu generasi sebelum tanaman padi tersebut dipanen. Banyaknya generasi dalam satu hamparan pertanaman padi tergantung dari lamanya dan banyaknya interval tanam padi pada hamparan tersebut. Makin serempak penanaman padi, maka jumlah generasi perkembangan walang sangit semakin sedikit. Walang sangit dewasa meletakkan telurnya pada bagian atas daun tanaman dengan jumlah produksi telur per induk + 200 butir, dan lama stadia telur 7 hari. Setelah telur menetas nimpa bergerak ke malai mencari bulir padi yang sedang stadia masak susu, sedangkan bulir padi yang sudah keras tidak disukai. Nimpa ini aktif bergerak untuk mencari bulir baru yang cocok sebagai makanannya. Nimpa-nimpa dan walang sangit dewasa pada siang hari yang panas bersembunyi dibawah kanopi tanaman. Serangga dewasa pada pagi hari aktif terbang dari rumpun ke rumpun sedangkan penerbangan yang relatif jauh terjadi pada sore atau malam hari. Teknik Pengendalian Pengendalian walang sangit dapat dilakukan dengan beberapa cara yang dapat diterapkan di lapangan dan terbukti mampu menekan perkembangannya sampai pada kondisi tidak merugikan, antara lain : 1. Sanitasi Lingkungan Walang sangit mempunyai tanaman inang cukup banyak berupa rumput-rumputan. Oleh karenanya pada lahan-lahan pertanaman padi dan sekitarnya dari sebelum musim tanam sampai selesai panen harus dilakukan pembersihan terhadap rumput-rumputan, sehingga tidak ada tanaman inang alternatif yang dapat digunakan untuk bertahan hidupnya. 2. Pengendalian Kultur Teknik Sampai saat ini belum ada varietas padi yang tahan terhadap hama walang sangit. Berdasarkan cara hidup walang sangit, tanam serempak dalam satu hamparan merupakan cara pengendalian yang sangat dianjurkan. Untuk itu mengendalikan keberadaan walang sangit di lapangan, hendaknya dilakukan penanaman padi secara serentak pada hamparan yang luas, dengan selisih waktu tanam dalam satu hamparan tidak boleh lebih dari 2,5 bulan. Semakin serempak penanaman padi semakin sedikit jumlah generasi walang sangit pada hamparan tersebut. Selain itu dengan memupuk tanaman secara merata agar tanaman tumbuh seragam, maka jumlah generasi perkembangan walang sangit semakin sedikit. 3. Pengendalian Biologi Pengendalian biologi hama walang sangit dengan agens hayati dengan memanfaatkan parasitoid dan jamur. Agens hayati yang sudah dikembangkan untuk mengendalikan walang sangit dan dapat mengurangi intensitas serangan dapat digunakan jamur Beauviria bassiana dan Metharizum sp. Jamur Beauviria bassiana ini menyerang walang sangit pada stadia nimpa dan dewasa. Jamur ini menyerang kulit serangga sehingga terinfeksi membentuk lapisan putih pada serangga hama dan mengakibatkan kematian. Jamur Beauviria bassiana ini telah tersedia di lapangan yaitu pada kios-kios pertanian dengan merk dagang Agens Hayati " Bive-TM". Walang sangit tertarik oleh senyawa (bebauan) yang dikandung tanaman Lycopodium sp dan Ceratophylum sp. Selain itu walang sangit juga tertarik pada bau busuk bangkai terutama bau busuk dari bangkai kepiting, rajungan, ketam, keong mas, ikan dan daging yang sudah busuk atau dengan kotoran ayam. Ketertarikan bau-bauan ini dapat digunakan sebagai dasar tindakan pengendalian terhadap walang sangit. Hal ini dapat dimanfaatkan sebagai perangkap untuk menarik hama walang sangit dan kemudian secara fisik dimusnahkan. Perangkap ini dipasang ketika pertanaman pada padi memasuki stadia berbunga sampai masak susu. Pengendalian dengan cara ini cukup efektif dan effisien. 4. Pengendalian Kimiawi Pengendalian walang sangit dengan menggunakan insektisida, apabila populasi walang sangit berada pada ambang kendali yaitu 6 ekor /m2. Pengendalian dilakukan pada saat tanaman padi memasuki stadia berbunga sampai masak susu. Agar pengendalian walang sangit lebih efektif, maka sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari ketika walang sangit berada di kanofi. Banyak insektisida yang cukup efektif terutama yang berbentuk cair atau tepung, sedangkan yang berbentuk granula tidak dianjurkan untuk mengendalikan walang sangit. Insektisida anjuran untuk tanaman padi yang cukup efektif terhadap walang sangit adalah yang berbahan aktif fipronil, metolkarb, propoksur, BPMC dan MIPC. Penulis: Kiswanto dan Tri Kusnanto Sumber: Balitbangtan