MENGHILANGKAN BAU PADA KANDANG TERNAK BEBEK MENGGUNAKAN PROBIOTIK
Bau busuk dalam kandang sejatinya tidak saja mengganggu lingkungan sekitar saja. Ternak itik yang kita pelihara pun dapat terganggu akibat bau dan tingginya kadar amoniak dikandang. Timbulnya penyakit saluran pernafasan semisal ngorok, pilek dan lainnya dapat diakibatkan oleh tingginya kadar amoniak dikandang. Cara sederhana untuk menilai bau atau tidaknya kandang anda adalah dengan mengukur seberapa lama anda betah berada dikandang tersebut, jika anda tidak kuat lama berada dikandang tersebut berarti itik anda pun demikian juga. Satu hal yang pasti adalah kita tidak dapat sepenuhnya 100% menghilangkan bau dikandang. Mengapa? seperti telah dijelaskan diatas karena bau merupakan proses perombakan bahan makanan oleh bakteri, sedangkan bakteri bisa berada dimana saja dan kapan saja. Pada kotoran itik yang baru keluarpun terdapat bakteri yang merombak kotoran tersebut itik sehingga menimbulkan bau. Untuk mengurangi bau pada sebuah peternakan berarti kita harus memperhatikan berbagai faktor seperti pakan, penyakit, kandang, sirkulasi udara, kepadatan populasi. Faktor-faktor diatas ikut mempengaruhi atau menambah timbulnya bau sehingga harus kita perhatikan. A. PakanPakan itik yang mengandung jamur mikotoksin menyebabkan rusaknya saluran pencernaan sehingga kotoran itik menjadi lebih encer dan coklat ( lancung/wet dropping). Begitu juga pakan yang tidak tercerna sempurna akibat kurangnya enzim pencerna bahan pakan akan lebih menimbulkan bau daripada pakan yang tercerna sempurna. akibat dari tingginya konsentrasi nutrisi pada kotoran tersebut. Penggunaan antibiotik dalam pakan disinyalir ikut bertanggung jawab membuat kotoran lebih basah/wet dropping sehingga bau kotoran itik lebih menyengat. Ransum pakan yang kelebihan kadar garam, dan mineral seperti natrium, magnesium, kalium dan klorin akan menyebabkan itik mengkonsumsi air lebih banyak sehingga kotorannya akan basah. Jelaslah pakan ikut menyumbang timbulnya bau pada kandang itik. B.PenyakitPenyakit yang menyerang itik terutama infeksi disaluran pencernaan akibat virus, bakteri, protozoa akan menyebabkan iritasi sehingga itik mencret dan kotorannya lebih berbau. Faktor penyakit terutama disaluran pencernaan itik ikut menyumbang juga timbulnya bau yang lebih dalam sebuah peternakan. C. KandangKandang type basah akan lebih berbau dibandingkan kandang type kering, hal ini karena bakteri pathogen penyebab bau lebih menyukai tempat yang lembab sebagai tempat tinggalnya dan relatif tidak tahan panas. Kandang type kering berarti tidak adanya kolam dan tempat minum itik diletakkan diluar pagar. Bisa juga tempat minum/makan itik diletakkan didalam kandang asalkan dibawahnya kita buat saluran/got sehingga ceceran air minum dan pakan jatuh kedalam saluran tersebut. D. Sirkulasi UdaraSirkulasi udara yang baik dapat mengurangi timbulnya bau karena gas yang berbau akan dinetralkan/dibuang ke udara bebas. Untuk kandang type close house bisa disediakan exhaust fan sedangkan untuk kandang terbuka bisa diupayakan dengan membuat kandang lebih tinggi dari lokasi sekitarnya, memberi kipas angin, dan membuat dinding kandang lebih terbuka. E. Kepadatan PopulasiSemakin padat populasi dalam sebuah kandang berarti semakin banyak kotoran yang dihasilkan dan semakin tinggi kemungkinan itik stres sehingga kotorannya menjadi basah. Populasi ideal ternak itik petelur adalah 3- 4 ekor/m2 dan ternak itik pedaging 8-10 ekor /m2. Walaupun faktor-faktor diatas telah berhasil kita kendalikan, bau tidak sepenuhnya dapat kita kendalikan. Untuk lebih meminimalisir bau dikandang kita dapat lakukan salahsatunya dengan pemberian probiotik. Bau menyengat pada kotoran unggas terjadi akibat metabolisme ditubuh unggas kurang sempurna. Probiotik yang mengandung bakteri baik akan membuat kerja saluran pencernaan lebih sempurna sehingga lebih sedikit nutrisi yang terbuang dikotoran unggas. Sedikitnya nutrisi pada kotoran akan membuat kotoran tidak terlalu berbau. Probiotik yang disemprotkan pada kotoran itik juga akan menyerap sisa nutrisi sehingga kotoran tidak berbau. SUYANTO, Amd.PENYULUH PERTANIAN BPP.DUDUKSAMPEYAN – KAB.GRESIK