Loading...

MENGIDENTIIFIKASI PAKAN SAPI POTONG

MENGIDENTIIFIKASI PAKAN SAPI POTONG
MENGIDENTIIFIKASI PAKAN SAPI POTONG ? Bahan Pakan Berserat Bahan pakan berserat adalah bahan pakan yang mengandung serat kasar ?18%. Yang termasuk dalam kelompok bahan pakan berserat adalah : 1. Hijauan : rumput alam, rumput budidaya, leguminosa 2. Limbah pertanian : jerami padi, daun/jerami jagung, pucuk tebu, jerami kacang tanah, dan lain-lain Ditinjau dari kualitasnya, bahan pakan berserat dapat diklasifikasikan dalam tiga kelompok, yaitu bahan pakan berserat kualitas rendah, bahan pakan berserat kualitas sedang, dan bahan pakan berserat kuaalitas tinggi. Kualitas bahan pakan berserat khususnya hijauan di Indonesia sangat bervariasi dan sangat tergantung pada umur pemotongan. Oleh karena itu, untuk memudahkan pengelompokan hijauan yang terdapat di Indonesia, digunakan klasifikasi sebagai berikut : 1. Kelompok hijauan berkualitas rendah antara lain jerami padi dan semacamnya 2. Kelompok hijauan berkualitas sedang antara lain rumput lapangan, rumput budidaya dan semacamnya. 3. Kelompok hijauan berkualitas tinggi antara lain leguminosa dan daun umbi-umbian. ? Jenis-Jenis Rumput Rumput merupakan salah satu bahan pakan ternak yang mempunyai sifat kemampuan adaptasi yang tinggi dan dapat diberikan dalam jumlah yang tidak terbatas untuk ternak sapi potong. Beberapa jenis rumput yang dapat diberikan kepada sapi potong antara lain: Rumput odot, rumput benggala, rumput gajah, rumput raja, rumput mulato, setaria,l mexiko, alang-alang, dan rumpuit lapang lainnya. ? Jenis-jenis Leguminosa Leguminosa disebut juga jenis kacang-kacangan. Sifat umum jenis leguminosa adalah adaptabilitasnya tinggi, kualitas tinggi dilihat dari kandungan nutrisinya serta pemberiannya pada ternak dalam jumlah terbatas. Beberapa jenis leguminosa yang dapat digunakan sebagai bahan pakan ternak sapi potong antara lain: centrosema, kolopo, kudzu, kaliandra, lamtoro, turi, gamal, indigofera, dan sebaginya. Bahan Pakan Asal Limbah Pertanian Limbah pertanian adalah bagian tanaman pertanian di atas tanah atau bagian pucuk, batang yang tersisa setelah dipanen atau diambil hasil utamanya. Kendala utama pemanfaatan limbah pertanian adalah penggunaannya sebagai pupuk atau bahan bakar, lokasinya yang tersebar, teknologi penggunaannnya untuk ternak, umumnya mempunyai protein dan kecernaan yang rendah dan fluktuasi panen yang sering terjadi pada tanaman pangan diantaranya: daun singkong, jerami kacang-kacangan, jerami ketela rambat, jerami padi, jerami jagung, pucuk tebu dan sebagainya? Bahan Pakan Konsentrat Konsentrat adalah pakan dengan kadar serat kasar yang relatif rendah dan mudah dicerna (Sugeng, 2007). Pakan Konsentrat dapat berupa satu bahan pakan atau terdiri dari campuran beberapa bahan pakan yang mengandung serat kasar atau bahan yang tak tercerna relatif rendah (Siregar, 2006).Berdasarkan komposisinya, pakan konsentrat termasuk dalam jenis pakan kering udara. Hal ini karena bahan pakan tersebut memiliki berat kering lebih dari 80%. Pakan penguat atau konsentrat berfungsi untuk meningkatkan dan memperkaya nilai gizi pada bahan pakan lain yang nilai gizinya rendah.Pakan konsentrat, dapat dikelompokkan sebagai berikut : 1. Konsentrat sumber energi Konsentrat sumber energi adalah bahan pakan yang berasal dari biji-bijian seperti jagung giling; hasil ikutan pertanian atau pabrik seperti dedak, bekatul, bungkil kelapa, tetes; umbi-umbian. 2. Konsentrat sumber protein Konsentrat sumber protein adalah jenis konsentrat yang memiliki kandungan protein kasar yang tinggi, yaitu lebih dari 20%. Konsentrat jenis ini terdiri dari pakan asal hewan dan pakan asal tanaman. Pakan asal hewan : tepung ikan, tepung darah, dan lain-lain. Pakan asal tanaman : bungkil kedelai, bungkil kelapa, ampas tahu, ampas kecap, tepung biji kapuk, tepung daun lamtoro, tepung daun gamal, dan lain-lain Bahan konsentrat dapat berasal dari : ¢ Biji-bijian dan limbahnya ¢ Umbi-umbian dan limbahnya ¢ Produk samping industri hasil perkebunan Beberapa contoh bahan pakan konsentrat diantaranya: jagung, dedak padi, pollard, sorghum, bungkil kedelai, ampas tahu, bungkil kelapa dan sebagainya. SUMBER PUSTAKAAAK, (1983). Hijauan Makanan Ternak Potong, Kerja dan Perah. Kanisius Anggota IKAPI-Jakarta Badan Litbang Pertanian, (2005). Hijauan Pakan Ternak di Indonesia. Departemen Pertanian “ Jakarta Balai Informasi Pertanian NTT, (1987. Hijauan Pakan ternak dan Usaha Konservasi. Jakarta Rukmana R.H, (2005). Rumput Unggul Hijauan Makanan Ternak. Kanisius-Jogjakarta Rustamajid, (2008). Jenis-Jenis Rumput Unggul. Liflet Balai Pembibitan Ternak dan Hijauan Makanan Ternak Serading “ NTB Soedomo, (1994). Produksi Tanaman Hijauan Makanan Ternak Tropik. BPFE Yogyakarta