Pak Kyai Asrori adalah seorang petani organik yang telah lebih dari sepuluh tahun menekuni pertanian organik dengan menanam padi menggunakan pupuk organik dan pestisida nabati. Petani organik binaan PPL Kaliwungu ini mengungkapkan bahwa menanam dengan pupuk organik memberikan hasil panen maksimal. Berbeda apabila penggunaan pupuk kimia yakni semakin lama menurun tetapi kebutuhan jumlah pupuk kimia terus naik. “Dulu sawah saya yang hanya satu setengah kotak itu menghasilkan paling banyak 8 kuintal. Tapi setelah mengikuti program organik, hasil panenan 1,5 ton dan harga berasnya lebih mahal. Bertani pakai pupuk organik itu murah biaya, tapi berat di tenaga. Karena kan harus bikin dulu pupuknya, kalau pupuk kimia dari pabrik kan tinggal beli lalu tabur ,” ungkapnya. “Jadi awal-awal tanam pakai sistem organik itu dicemooh teman-teman. Katanya, petani kok nganggo kotoran, opo ora kuat tuku pupuk (kimia pabrikan) ?” tukasnya yang diikuti tertawa undangan peresmian UPPO Makmur Sejati. Pemerintah Kabupaten Kudus melalui Dinas Pertanian dan Pangan terus melakukan sosialisasi menuju pertanian organik guna menyediakan pangan sehat untuk masyarakat. Setelah menyalurkan sarana prasarasa pupuk Organik pada Poktan Akar Tani Makmur (ATM) Desa Purworejo Kecamatan Bae, kini petani yang tergabung pada Gapoktan Makmur Sejati di Desa Kaliwungu Kecamatan Kaliwungu. Unit Pengolah Pupuk Organik (UPPO) Desa Kaliwungu diresmikan penggunannya oleh Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus, Catur Sulistiyanto. Hadir pada kegiatan ini, Bidang Peternakan dan Bidang Tanaman Pangan Perkebunan, seluruh pengurus dan anggota Poktan Makmur Sejati, Plt Camat Kaliwungu Satria Agus Himawan, Kepala Desa Kaliwungu Syafii Noor, “UPPO ini untuk mengolah dan menyediakan pupuk organik pada seluruh petani yang menanam dengan pola organik. Ini merupakan yang kedua setelah di Poktan ATM Desa Purworejo. Nanti, kedepannya, para pengurus UPPO disini bisa segera koordinasi dengan pupuk organik dan sekaligus sebagai jejaring. Poktan ATM dengan pembina mas Hasan Aoni memiliki komunitas pertanian organik daerah lain. Sehingga UPPO Kaliwungu ini bisa sinergi untuk menuju lebih baik,” kata Catur Sulistiyanto dalam sambutannya. Menanggapi hal ini, Sholeh, ketua Gapoktan Makmur Sejati, menyampaikan bahwa UPPO Makmur sejati selain memproduksi pupuk organik dari bahan delapan sapi juga sebagai penampung kotoran hewan dari peternakan rumahan. “Kami sudah berkoordinasi dengan Pak Kepala Desa, bahwa apabila banyak petani membutuhkan pupuk organik kami, tentu bahan baku kurang mencukupi kalau hanya dari delapan ekor sapi dalam bangunan ini. Jadi, kami menerima kohe-kohe dari peternak rumahan yang selama ini menganggap kohe sebagai limbah. Jadi mereka tidak perlu bingung dan repot untuk membuang kohe. Cukup dibawa kesini,” ucap Sholeh. Prospek pertanian organik dimasa mendatang mempunyai peluang usaha yang sangat baik dan cerah, karena secara faktual ketersedian lahan cenderung menurun, kesadaran konsumen untuk mengkonsumsi sumber makanan yang sehat dan bergizi semakin meningkat. Konsumen yang baik bukan hanya memperhatikan porsi yang ideal dan makanan yang baik dan sehat saja akan tetapi turut memperhatikan dan peduli tentang suatu proses produksi dan dampak-dampaknya. Hasil produksi dari pertanian organik ternyata lebih bermutu dibanding dengan budidaya pertanian biasa. Beberapa kriteria yang mempunyai nilai lebih antara lain rasa nasi lebih enak, lebih awet disimpan, warana lebih menarik dan pasti lebih sehat karena tidak mengandung residu bahan-bahan kimia. Produk pertanian yang tidak mengandung residu bahan kimia berbahaya disukai konsumen saat ini dan masa mendatang, karena masyarakat yang telah memahami tentang kesehatan akan memilih dan mengkonsumsi makanan yang tidak merugikan kesehatan tubuh. Dalam proses penerapan budidaya pertanian organik memang agak sulit dibandingkan dengan budidaya biasa yang menggunakan bahan kimia (anorganik). Untuk itu orang yang akan mengembangkan pertanian organik harus mempunyai jiwa juang dan cinta terhadap lingkungan dan semua isi alam. Harus mengenal alam dimana dia berada, mengembangkan cara-cara bertani yang sesuai dengan keadaan alam setempat, mengenali dan mengembangkan sumber-sumber daya yang ada di sekitarnya. Moh. Ali Hamidy EAF, S.Pt., M.Si.Penyuluh Pertanian MadyaKoordinator PPL Kecamatan Kaliwungu Kabupaten KudusPengurus PERHIPTANI DPW Jawa TengahKetua PERHIPTANI DPD Kabupaten Kudus